Sexy Lady

Sexy Lady
Semakin Aneh


__ADS_3

Langkah kaki jenjang selaras dengan bunyi Highilss dengan tinggi sembilan cm. Mulai melangkah masuk kedalam lobi perusahaan besar. Dengan papan nama AA group. Gedung pencakar langit nan tinggi menjulang. Kedatangan wanita dengan paras bak bidadari. Dengan setelan Jumpsuit tanpa lengan, Bewarna putih tulang. Rambut panjang yang ia gaya curly.


Kini semua tatapan mata karyawan tengah tertuju padanya. Saat pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di perusahaan ternama itu. Dewa yang baru saja keluar dari lift. Karena ia ingin memesan makan siang untuk tuannya. Kini ikut menatap kehadiran nyonya nya.


"Shiittt, Kenapa Nyonya datang keperusahaan dengan penampilan seperti ini". Guman Dewa mengumpat.


Dewa sangat paham dengan sikap tuannya. Dan Arya pasti akan sangat marah jika melihat istrinya berada di tempat umum. Dengan pakaian terbuka. seperti itu. Memperlihatkan punggung mulusnya, Karena rambut panjang Clara sengaja wanita itu. Letakkan di samping bahunya.


Kulit putih mulus nan bersih, Terlihat begitu menarik untuk di pandang mata. Namun, Kini fokus karyawan tidak lagi pada penampilan Nyonya nya. Melainkan pada tanda percintaan Clara. Yang penuh di leher jenjangnya.


"Nyonya, Kenapa anda datang dengan penampilan seperti ini?". Dewa langsung menghampiri Clara.


" Hei, Dewa. Memangnya ada yang salah?. Aku masih memakai pakaian kan?. Dan aku tidak sedang telanjang". Clara benar benar menguji iman para pria di dekatnya saat ini.


"Nyonya, Jangan seperti ini!". Dewa segera membuka jas nya kerjanya dan berniat ingin memberikan nya pada Nyonya nya. Untuk menutupi tubuh indah istri tuannya tersebut.


Tetapi, Baru saja tangan Dewa ingin terulur menutup punggung Clara. Bariton suara seorang pria langsung membuat suasana di lantai bawah seketika terasa hening.

__ADS_1


"Dewa... ". Sentak Arya dengan tatapan tajamnya dari depan lift.


Gleg....


Dewa langsung susah menelan salivanya sendiri. Sedangkan karyawan yang lain, Kini mulai berangsur pergi satu persatu. Karena mereka juga tak ingin kena imbasnya. Ketika melihat tatapan mengerikan dari atasannya itu.


" Tuan, Ini tidak seperti yang an...


"Menyingkirlah dari dekat istriku! ". Titah Arya dengan suara tegasnya.


Dewa pun reflek langsung menjauh. Ia sudah tidak mau terkena amukan Arya. Karena bisa bisa gajinya akan habis jika terus menerus di potong oleh pimpinan arrogant nya itu.


"Aku merindukanmu". Lirih Clara dengan suara manjanya. Namun, Arya masih diam tak bergeming.


Clara pun tetap mendusel dusel pada ketiak suaminya. Dan membuat Dewa mengerutkan keningnya. Resepsionis di depan sana saja. Kini tampak saling tatap dengan teman nya. Bingung dengan apa yang sedang Nyonya nya lakukan.


" Baunya masih sama, Seperti kau pergi tadi". Seru Clara sambil terkekeh.

__ADS_1


Lalu wanita itu segera mendongakkan kepala nya. Menatap wajah tampan suaminya. Yang saat ini malah semakin datar dan dingin saja menatap nya.


"Kenapa diam saja?. Apa kau tidak suka aku datang ke perusahaan mu ini? ". Tanya Clara malah salah mengartikan ekspresi wajah suaminya.


Clara mulai melonggarkan pelukan nya. Karena sejak tadi Arya juga tak membalas pelukan nya. Hal itu membuat Dewa ingin sekali angkat bicara. Memberitahu Nyonya nya. Jika tuannya saat ini sedang marah, Karena melihat penampilan wanita nya seperti itu.


Hiks... Hikss...


Clara malah langsung menangis. Dan itu sangat di luar dugaan Arya. Bahkan, Dewa sampai melotot tak percaya. Melihat seorang Clara yang keras kepala. Kini malah menangis tersedu sedu begitu. Layaknya seorang anak kecil yang tidak dibelikan es krim saja.


"Huhh... uuhh hiks hikss... Dasar suami jahat. Kau itu tega sekali mengusirku. Istri mu sendiri hiks... Hikss".


Arya dibuat melongo akan kata kata istri nya saat ini. Sedangkan Dewa hanya bisa menatap dengan penuh kebingungan.


" Hais, Drama apalagi ini?. Yang anda perankan nyonya ". Batin Dewa menggeleng kan kepalanya.


" Huaaa. Hiks hiks... ".

__ADS_1


" Sayang No". Arya mulai kalang kabut saat melihat istrinya kelusuran di lantai sambil menepuk nepuk kan tangannya dan juga kakinya. Persis seperti anak kecil yang sedang nengamuk minta di belikan es krim.


"What??". Lagi lagi Dewa tak habis pikir dengan tingkah nyonya nya saat ini.


__ADS_2