Sexy Lady

Sexy Lady
Rumah Utama


__ADS_3

Sebuah bangunan rumah mewah yang masih tampak begitu sangat terawat dan juga masih terlihat asri. Dengan taman bunga mawar putih yang tengah bermekaran. Di samping halaman bangunan mewah itu.


Padahal ini sudah gelap, Namun cahaya lampu rumah mewah itu tampak begitu terang. Hingga bunga bunga di taman samping terlihat begitu jelas. Clara yang baru turun dari mobilnya bersama seorang pria yang akan melancarkan aktingnya. Di hadapan kedua orang tuanya. Kini pun berada di sampingnya. Seolah mereka adalah pasangan kekasih sebenarnya.


Mata Clara terus memandang kearah taman samping. Dimana, dulu ia setelah pulang sekolah selalu menghabiskan waktunya untuk merawat dan kadang juga curhat pada taman bunga mawar itu.


" Sudah lama sekali aku tidak mengunjungi rumah ini". Guman Clara sambil tersenyum tipis.


Bayangan akan masa lalunya bersama sang mantan pun kembali hadir dalam pikiran nya. Dimana di rumah inilah dulu mantan kekasihnya pertama kali mengambil ciuman pertamanya. Dan pada saat itu ia juga dengan bodohnya malah pasrah saja menikmati pagutan bibir yang sangat memabukkan baginya.


Clara mungkin salah telah menjalin hubungan dengan seorang player. Yang memang sudah sangat ahli dalam menaklukkan hati wanitanya. Itulah sebabnya ia malah di ajarkan bagaimana caranya ciuman yang benar. Hingga lama kelamaan Clara malah kecanduan.

__ADS_1


Clara berulang kali menggelengkan kepalanya. Saat ia kembali mengingat hal memalukan di masa lalunya. Yang padahal masih dibawah umur. Karena ia juga masih sangat remaja.


" Anda baik baik saja nona? ". Tanya sang pria yang sejak tadi ternyata memperhatikan tingkahnya.


Clara menoleh dan tersadar jika dia sedang bersama Arya. Di depan teras rumah kedua orang tuanya. Gadis cantik dengan memakai gaun sedikit tertutup. Berwarna coral yang melekat sempurna di tubuh seksinya. Sedangkan Arya tampak begitu rapi dengan tuxedo bewarna senada dengan jasnya yang pas di tubuh sixpack nya.


" Ah, iya. Aku baik baik saja ". Jawab Clara sedikit gugup saat kedua matanya tak sengaja bertemu dengan kedua mata tajam Arya.


Gadis itu terus berguman dalam hatinya. Agar tidak salah langkah. Apalagi penampilan Arya malam ini sudah seperti seorang bos besar saja. Meskipun hampir seluruh wajahnya di tumbuhi banyak bulu. Serta jambang yang ia biarkan panjang. Malah membuat dirinya terlihat menggemaskan saja.


" Hei, masukkan Aunty!!. Ayah dan Bunda udah nungguin kalian di meja makan! ".

__ADS_1


Clara dan Arya sontak menoleh kearah pintu utama. Dimana disana sudah berdiri wanita hamil ,yang tak lain dan tak bukan adalah kakak iparnya.


" Loh, mbak Hani dan Kak Leon udah sampe daritadi. Tapi kok mobil kak Leon gak ada disini? ". Clara pun langsung menggandeng tangan Arya.Untuk menghampiri kakak iparnya. Hal itu membuat Arya menarik sudut bibirnya sekilas. Namun, Clara juga tak sadar jika pria nya tampak bahagia saat tangannya ikut di gandeng masuk oleh dirinya.


" Mobilnya lagi di bawa sopir buat isi bahan bakar". Jawab Hani pada saat Clara dan Arya sudah berdiri di hadapan nya.


Clara pun hanya beroh ria saja. Namun tatapan Hani langsung teralihkan pada sosok pria di samping adik iparnya itu. " Hem... Hemmm... Ternyata kamu tampan juga ya, kalau berpenampilan kek begini ". Seloroh Hani yang entah sedang memuji atau menyindir. Hanya bumil itulah yang tahu.


Arya hanya tersenyum tipis sedangkan Clara ikut memperhatikan Arya. Dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Dan benar apa yang di katakan Hani kakak iparnya. Jika saat ini Arya sangat sempurna. Bahkan, tak terlihat jika ia hanya seorang pria yang malang dan di angkat jadi sopir oleh Clara. Dengan dalih kasian dan juga manusiawi.


TBC

__ADS_1


__ADS_2