Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
kelas baru


__ADS_3

Di sebuah sekolah elit bergaya internasional, seorang wanita cantik melangkah memasuki gedung sekolahnya. Hari ini adalah hari pembagian kelas tentu saja wanita itu akan mendapatkan kelas baru dengan teman yang sama, hanya kelas saja yang berubah.


"Meirah.." Teriak seseorang membuat wanita itu menghentikan langkahnya.


Wanita yang dipanggil marah itu berbalik, orang yang memanggilnya tadi mendekat padanya. "Kenapa kau terus memanggil seperti itu, kita sudah hampir 3 tahun berteman kau terus saja memanggil ku seperti itu."ucap Meira kesal. Meira Nakila Yuma anak bungsu dari sepasang suami istri yaitu Barhan Gero Yuma dan Nara Natalia Yuma.


"Hehe...maaf aku sudah terbiasa memanggil mu seperti itu, habisnya nama mu cocok seperti sifat mu yang pemarah itu." Ucap teman Meira atau lebih tepatnya Billa Hana.


"Ah sudahlah kau membuat tekanan ku naik pagi-pagi begini." Ucap Meira lalu melangkah pergi.


"Meirah..eh maksud ku Meira tunggu aku." Billa belari menyusul Mara.


Saat menyusuri koridor mereka mencari nama yang tertera di papan pengumuman.


"Dimana kelas kita?" Tanya Meira.


"Sebentar..." Balas Billa membaca setiap nama sampai melihat nama mereka.


"Kita sekarang di kelas A ips." Ucap Billa.


"Kenapa kita menjadi kelas A seharusnya kan B." Ucap Meira heran.


"Entahlah kita lihat saja nanti siapa yang ada dikelas." Ucap Billa lalu mengandeng tangan Meira pergi menuju kelas mereka.


Sesampainya dikelas yang dimaksud, Meira dan Billa sedikit mengintip.


"Ini kita yang datangnya kepagian atau memang kelas ini masih kosong?" Tanya Billa.


"Sama aja biang lala, kalau kelasnya masih kosong itu artinya kita datangnya terlalu pagi." Ucap Meira sambil menyentil kening Billa.


"Sakit.." Ucap Billa Meira hanya cuek lalu melangkah masuk kedalam kelas itu.


"Mei kita duduk disini saja." Ucap Billa menuju meja kedua paling depan yang dekat dengan guru.


"Terserah kau saja." Ucap Meira melempar tasnya pada Billa dan gadis itu dengan cepat menangkapnya.


Mejanya memang tersusun untuk dua orang, tapi fasilitas disekolah ini terbilang sangat mahal bahkan kursinya saja terbuat dari besi dan kau kokoh.


Tidak beberapa lama orang-orang kelas itu mulai masuk, Meira melangkah menuju bangku miliknya di samping kiri Billa.


"Oh ya ampun kita sekelas dengan Meira...ohhh astaga aku tidak menyangka ini." Ucap salah satu siswa.


Meira hanya terseyum miring, lalu tiba-tiba seseorang melempar tas diatas meja Mara di Billa.

__ADS_1


"Minggir kita mau duduk disini." Ucap orang itu menatap Meira sinis.


"Kau punya hak untuk ngusir ku." Ucap Meira orang itu menatapnya tajam.


"Heh....kau semakin hari  kau semakin cari gara-gara ya, kenapa coba aku harus sekelas sama anak kampungan seperti mu." Ucap Orang itu.


Meira langsung menggebrak meja membuat semua penghini kelas itu terkejud. Siapa yang tidak kenal dengan Meira gadis nakal itu terkenal disekolah ini bukan hanya karena kenakalannya, tapi juga karena kepintarannya Meira selalu menjadi juara 1 dikelas tapi malang untuk akhir tahun sekolahnya ini dia harus satu kelas dengan Hana musuh bebuyutannya.


"Hah...apa kau bilang tadi? Kampungan? Hy hewan buas kau tidak sadar diri ya." Ucap Meira.


"Apa kau bilang? Hewan buas?" Teriak Haina.


"Ya emang kenapa, kau memang hewan buas kan. Lihat aja nama mu itu Haina kucing hutan yang pemakan daging itu." Ucap Meira sambil.melipat tanganya di dada.


"kau buta apa, nih lihat nama aku Hana Lara Filix. Bukan Haina" Ucap Haira marah.


"Oh begitu, aku pikir kau hewan tadi."ucap Meira Hana menatapnya tajam Meira pun tidak mau kalah.


"Meira sudahlah, jangan cari ribut denganya sebaiknya kita yang pindah saja." Ucap Billa.


"Lihat bahkan Biang Lala saja mau." Ucap Hana.


"Tutup mulut busuk mu itu, yang boleh manggil dia seperti itu hanya aku karena dia sahabat ku dan kau kenapa jadi ingin mengalah, kita yang menempati kursi ini lebih dulu. Hewan buas ini yang harusnya mengalah." Ucap Meira.


"Cih....sampah." Ucap Hana lalu duduk di kursi itu dengan teman cantiknya bernama Rere.


Bruk..


Setumpuk sampang berjatuh dari atas kepala Hana. "YAKKKK." Teriak Hana berdiri dari duduknya menatap Meira murka.


"Apa lo? Sampah itu sepertinya belum dibuang sejak kemarin setelah di tinggalkan kenapa tidak sekalian saja kau yang membersihkannya." Ucap Meira lalu melempar tempat sampah itu kembali ketempatnya membuat penghuni jelas berdecak kagum dengan lemparan itu.


Hana menatap Meira, lalu pergi dari kelas itu disusul dengan Rere dibelakangnya. Meira hanya diam untung saja tempat duduknya tidak terlalu jauh dibelakang hanya berjarak satu meja saja dari barisan urutan pertama.


"Mei..."


"Diamlah, aku kesal pada mu." Ucap Meira.


Billa hanya merengut diam, dia tau Meira tidak suka mengalah. Tapi mau bagaimanan lagi, Billa tidak mau Meira terkena masalah.


°°°°°°°


Karena memang ini hari pertama sekolah jadi mereka hanya masuk dan memperkenalkan diri dengan wali kelas baru mereka.

__ADS_1


Meira meraih tasnya dan melangkah pergi, Billa mengejar Meira yang yang masih kesal padanya.


"Meira tunggu....Akh.." Billa terjatuh membuat Meira berbalik badan dan berlari kearah Billa membantu sahabatnya itu berdiri.


Meira menatap biang dari jatuhnya Billa. "Kenapa? Mau marah?" Tanya Hana melipat tanganya didada.


Saat Mara ingin menghajar wajah Hana Billa menahanya. "Sudahlah aku tidak papa, jangan hiraukan dia." Ucap Billa.


"Kau terus saja mengalah." Ucap Meia lalu melangkah pergi Billa ingin menahan Meira tapi sepertinya temannya itu masih tidak mau mendengarkannya.


"Cih...babu." Ucap Hana lalu pergi begitu saja.


Babu itu penggilan untuk Billa dari Hana karena Meira selalu saja menyerahkan tasnya pada Billa.


"Meira tidak mungkin menjadikan ku babunya." Gumam Billa.


Dilantai bawah Meira terus melangkah cepat dia sudah sangat kesal yang dia perlukan adalah pulang kerumah dan memasukan kepalanya kedalam kulkas.


Langkahnya begitu cepat sampai dia menabrak seseorang dan membuat Meira terjatuh diatas lantai keras itu.


"Akhh...isss jalan yang benar dong." Teriak Maira lalu beranjak berdiri.


Orang yang ditabrak Maira hanya diam menatapnya. "Kenapa kau menatap kuseperti itu? Kau ingin menyalahkan ku? Cih....." Ucap Meira berdecih lalu pergi begitu saja.


Dia sudah malas untuk berdebat atau pun bermasalah dengan siapa pun, dia hanya ingin pulang sudah itu saja.


Orang yang ditabrak Meira itu terus menatapnya sampai Meira menghilang masuk kedalam mobil sport milik gadis itu.


Lalu orang itu pergi dari tempatnya berdiri. "Meira Nakila Yuma." Gumam orang itu sekilas bibirnya melengkung.


"Woii Min..." Teriak seorang cowok yang berlari mendekati temannya.


Bruk..


"Aduhhh."


Seorang gadis merintih sakit saat cowok itu menyenggol bahunya.


"Ahh maafkan aku." Ucap Cowok itu menatap gadis itu yang terdiam melihatnya.


"Sekali lagi maaf ya...wooiiii Min tungguin." Teriak cowok itu menyusul temannya yang pergi meninggalkannya.


"Wahhh wajahnya imut sekali." Gumam Billa gadis yang ditabrak oleh cowok itu.

__ADS_1


Sungguh Billa baru pertama kali melihat cowok itu disekolah ini. "Apa dia murid baru." Gumam Billa.


__ADS_2