Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
menonton film


__ADS_3

Keesokan harinya Meira tidak ingin pergi kesekolah dulu, dia masih merasa takut untuk kesana.


"Minho..."panggil Meira mencari keberadaan cowok itu.


"Minho.."panggil Meira lagi.


"Dimana dia? Apa dia pergi kesekolah."gumam Meira.


Jadi dia sendirian di rumah, Meira berniat melangkah menuju tangga tapi Minho memanggilnya.


"Sayang kau mencari ku? Maaf tadi aku habis dari depan."ucap Minho yang membawa dua kantong belanja.


"Kau membeli apa?"tanya Meira mengikuti Minho yang pergi menuju meja makan.


"Beberapa kemilan dan minuman untuk kita nikmati nanti, aku hari ini berniat mengajak mu nonton film di ruang santai dengan kemilan ini bagaimana kau mau?"tanya Minho Meira terseyum dan mengangguk.


"Aku mau."ucap Meira Minho mengelus pucuk kepala gadis itu gemas.


"Aku akan membantu mu nanti."ucap Meira Minho mengangguk.


■■■■■


Setelah semuanya siap, diruangan itu tv layar lebar sudah menyala dan makanan sudah terhidang rapi di atas meja depan sofa.


"Sudah selsai sekarang aku tutup pintunya dan akan mematikan lampu."ucap Minho selesai dari itu dia melangkah mendekati Meira dan duduk disamping gadis itu.


"Mari kita mulai."ucap Minho.


Film itu sudah memulai adegannya, Minho dan Meira menontonnya sambil menikmati makanan ringan itu.


"Hahahaha." Meira tertawa saat ada adegan lucu di film itu.


Minho hanya terseyum melihat tingkah Meira. Sudah satu jam lebih mereka menonton film sampai film itu berakhir.


"Yahhh habis, ganti film lain."ucap Meira.


"Kau ingin nonton apa?"tanya Minho memperlihatkan DVD yang tersusun rapi.


"Film horor saja."pinta Meira.


"Yang mana, yang ini?"tanya Minho Meira mengangguk.


Dilihat dari cover kotakanya film itu terlihat rame. Minho kembali duduk disamping Meira dan memulai filmnya.


Perlahan film itu tayang, Meira begitu fokus menonton film itu berbeda dengan Minho yang sesekali menutup matanya takut.


"Aakhh."teriak Minho saat hantu itu muncul.

__ADS_1


"Hahahaha kau takut hantu ternyata, kenapa kau mau saja aku bilang nonton film hantu. Jika kau takut kita bisa pilih film lain."ucap Meira lalu mematikan film itu.


"Aku pikir tidak terlalu seram, sudah lanjutkan saja. Aku akan berusaha menahan rasa takut ku"ucap Minho.


"Sudahlah ganti saja, aku tidak mau jantungan karena teriakan mu itu."ucap Meira beranjak menuju rak DVD dan kembali memilih film baru.


"Aaa kita nonton ini saja, ini film romantis."ucap Meira lalu mulai menyetel film itu.


Meira kembali keposisinya dan film itu pun mulai.


Mereka berdua terus fokus menonton film itu, bahkan jarak antara mereka begitu dekat sampai ada adegan ciuman membuat mereka tertegun lalu menatap satu sama lain.


Mata itu saling bertemu, entah siapa yang duluan tapi kedua bibir itu telah bertemu.


Minhon mencium bibir itu lembut, merasakan setaip rasa yang ada. Tangan Meira meremas kaos yang Minho pakei, cowok itu menarik tekuk Meira memperdalam ciuman mereka.


"Uuummm."lenguh Meira merasakan lidah itu bermain dalam mulutnya.


Minho mendorong tubuh Meira pelan membaringkan gadis itu dengan ciuman yang masih menyatu bahkan ciuman itu begitu dalam.


"Uughh....uuummm." Meira meremas rambut Minho melampiaskan perasaannya selama ciuman itu terjadi.


Aksi itu terus berlanjut, Minho melepas ciumannya dan menegakkan tubuhnya melepas kaos yang iya pakai memperlihatkan tubuhnya yang indah itu.


Minho kembali menindih Meira, bermain dileher putih itu. "Minn.."ucap Meira meremas rambut Minho.


Tangan Minho menarik baju kaos Meira melepasnya membuat dua gundukan itu terlihat.


Minho tersadar dengan apa yang dia lakukan, dia beranjak dari atas Meira tapi gadis itu menahanya.


"Kenapa?"tanya Meira.


"Maaf sayang...aku tidak mau melakukannya, aku bodoh sekai tidak bisa menahan nafsu ku."ucap Minho kembali memakai bajunya dan melangkah pergi.


Meira terdiam lalu memakai bajunya kembali dan menyusul Minho.


"Minho."panggil Meira menyusul Minho yang pergi kelantai atas.


"Aku tidak marah sayang."ucap Minho masih sambil melanjutkan langkahnya.


"kalai tidak marah kenapa pergi?"tanya Meira menahan tangan Minho.


"Sayang ku mohon mengerti lah, aku tidak mau kalau aku sampai melanjutkan hal itu kau malah marah pada ku dan menjauhi ku."ucap Minho.


"Tapi aku tidak marah."ucap Meira.


"Tapi aku yang merasa bersalah tidak bisa menjaga mu jika sampai aku melakukan hal itu, sudah sekarang kau istrirahat saja."ucap Minho lalu melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Meira menatapnya. "Ya sudah pergi saja sana jangan hiraukan aku, aku kesal pada mu."ucap Meira lalu kembali melangkah menuju ruang santai tadi.


Minho menghelakan nafasnya. "Kau yang tidak paham sayang, aku hanya tidak mau melewati batas dalam menyentuh mu."gumam Minho.


{}~{}~{}~{}


Sekarang sudah jam 3, tapi Meira masih belum bergerak dari ruangan itu. Dia masih kesal pada Minho dan tidak mau bertemu dengan cowok itu.


"Jika tidak mau melakukannya ya itu urusan dia, aku hanya tidak suka dia pergi begitu saja padahal aku tidak marah."gumam Meira dia hanya tidak mau Minho berpikir bahwa dia marah.


Dia tidak merasa marah saat Minho menyentuhnya tadi, dia hanya kesal kenapa cowok pergi begitu saja.


Pintu itu terbuka memperlihatkan Minho. "Kau masih marah pada ku?"tanya Minho Meira hanya diam memperhatikan film itu.


Minho menghelakan nafasnya dan masuk kedalam ruangan itu melangkah menuju kehadapan Meira menghalangi mata gadis itu.


Meira memerengkan tubuhnya agar bisa kembali nonton tapi lagi-lagi Minho menghalangainya.


Meira kembali memerengkannya kekiri dan Minho tetap menghelanginya.


"Ishhh apa-apaan sih?"teriak Meira.


"Aku bertanya pada mu, apa kau masih marah tapi kau mendiam kan ku."ucap Minho.


"Jelas aku marah, kau selalu salah paham tentang ku. Aku tidak marah pada mu walau kau menyentuh ku."ucap Meira.


"Tapi aku yang merasa bersalah sayang, aku seperti tidak bisa menjaga mu."ucap Minho.


"Ya sudah menjauhlah dari ku, aku tidak peduli."ucap Meira mendorong Minho agar menyingkir dari pandangannya.


Minho mengambil remot tv itu dan mematikannya, membuat Meira melongo.


"YAKKK....apa-apaan kau itu, kenapa di matikan?"tanya Meira kesal.


"Habisnya kau tidak menghiraukan ku, aku sudah mengajak mu bicara tapi kau tidak meperdulikan ku."ucap Minho.


"Itu karena aku kesal pada mu, puas. Aku tidak suka kau selalu berpikir bahwa aku marah, padahal aku sama sekali tidak marah pada mu tapi kau sudah mengambil keputusan lebih dulu."ucap Meira melipatt tanganya didada.


"Apa kau mengerti perasaan ku? Kenapa kau selaku saja menganggap diri mu salah dalam bertindak, kau terus saja seperti itu."ucap Meira Minho menghelakan nafasnya lalu melangkah mendekati Meira dan berjongkok di depan gadis itu.


"Hy baiklah maafkan aku yang salah paham pada mu, aku hanya berpikir bahwa kau tidak akan suka pada ku dan marah pada ku jika aku kelewatan baras seperti itu. Walau kita bertunangan bukan berarti aku sudah bebas melakukan apa pun pada mu, aku harus bisa mengontrol diri ku."ucap Minho.


"Kalau begitu berusaha menahanya dan mencoba mengehentikannya jangan berpikir bahwa aku akan marah nanti. Kau justru membuat ku marah jika salah paham seperti itu, berucap kata maaf sudah cukup tidak perlu berpikir aku marah."ucap Meira.


"Baiklah maafkan aku, aku janji tidak akan salah paham lagi."ucap Minho.


"Janji? Aku hanya tidak suka jika kau pergi begitu, jika kau memang menyadari kesalahan mu minta maaflah dan bukannya pergi menjauh seperti itu."ucap Meira.

__ADS_1


"Iya sayang, aku paham maafkan aku."ucap Minho Meira mengangguk lalu memeluknya.


Minho terseyum dan membalas pelukan itu.


__ADS_2