Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
pria mata keranjang


__ADS_3

1 bulan berlalu.


Minho sekarang berada di ruangan kerjanya, mengerjakan proyek barunya lagi. Pelahan pintu ruanganya terbuka.


"Ada apa sayang?" Tanya Minho yang masih fokus dengan pekerjaannya Meira hanya diam menatapnya.


"Kenapa? Masuk kau akan lelah berdiri di situ terus." Ucap Minho Meira masuk kedalam dan mendekati Minho.


"Masih sibuk?" Tanya Meira.


"Hampir selesai, aku sedang mengerjakan proyek baru. Kenapa hmm?" Tanya Minho melihat kearah Meira.


"Tidak papa, kalau begitu aku keluar saja." Ucap Meira berbalik berniat pergi tapi Minho malah menariknya membuat Meira terduduk dipangkuan pria itu.


"Kenapa malah pergi temani aku disini." Ucap Minho lalu mencium bibir Meira sekilas.


"Aku tidak mau mengganggu mu, kau pasti masih sibuk." Ucap Meira menatap Minho.


"Tidak, aku tidak sibu jika istri ku ingin sesuatu pasti aku kabulkan. Jadi kau ingin apa?" Tanya Minho mengecup bibir Meira.


"Aku dari kemarin ingin makan yang pedas-pedas." Jawab Meira


"Kau ini suka sekali makan pedas." Ucap Minho Meira memayunkan bibirnya.


"Aku kan lagi ingin saja makan pedas." Ucap Meira.


Melihat istrinya yang seperti itu membuatnya tidak tega. "Ya sudah ayo kita beli makanan apa pun yang kau mau." Ucap Minho Meira langsung terseyum.


"Makasih sayang." Ucap Meira mencium pipi Minho lalu turun dari pangkuan suaminya.


"Aku pergi siap-siap dulu." Ucap Meira lalu pergi dari ruangan Minho.


Tentu istrinya lebih penting dari proyek itu, yang masih bisa di kerjakan nanti. Minho melangkah menuju kamar dan melihat Meira sedang menyisir rambutnya.


"Sudah cantik sayang." Ucap Minho.


Meira terseyum lalu mendekat padanya dan memeluk Minho. "Kita kesupermarket ya, aku ingin masak sendiri saja buat makanannya." Ucap Meira.


"Iya terserah kau saja, belanja saja sesuka mu." Ucap Minho Meira terseyum.


"Ya udah ayo berangkat." Ucap Meira.


♤♤♤♤♤


Meira dan Minho sampia di supermarket besar dikota itu, Meira sibuk memilih daging dan sayuran untuk mereka masak nanti sedangkan Minho dia yang mendorong trolinya.


"Dagingnya terlihat masih segar." Ucap Meira.


"Yang itu saja sayang lebib besar." Ucap Minho menunjuk daging sapi berukuran besar.


Meira mengambilnya. "Ya kita mengambil yang ini saja." Ucap Meira memasukannya dalam troli.


"Kau ingin kentang, karena kita buat steak harus ada kentang gorenganya."ucap Meira menatap Minho.

__ADS_1


"Iya aku mengikuti mu saja." Ucap Minho mereak beralih di tempat kentang beku yang sudah di potong-potong.


Meira mengambil dua bungkus besar kentangnya. "Untuk persediaan jika aku ingin mengemilnya." Ucap Meira saat melihat Minho yang bingung membeli sebanyak itu.


"Dasar, kau yakin itu akan habis?" Tanya Minho tsrseyum.


"Habis...kan ada suami ku yang memakannya." Jawab Meira.


"Yahhh kau yang ingin aku jadi korbannya." Ucap Minho Meira hanya terkekeh mencubit pipi Minho.


"Ssss dingin sayang." Ucap Minho menyentuh pipinya.


"Hahahahah...maaf, kan habis megang kentang beku jelas tangan ku dingin." Ucap Meira tertawa.


Minho terseyum lalu menganggam tangan Meira, menarik istrinya kedalam pelukannya.


"Sayang.."


"Ssstt biar dingin mu hilang." Ucap Minho.


"Yang dingin tangan ku bukan tubuh ku. Lepas ih dilihat orang." Ucap Meira melepas pelukannya karena menjadi pusat perhatian.


Minho hanya terkekeh meliha pipi merah Meira, dia mendekat dan mencium pipi itu.


"Kau cantik sayang." Ucap Minho.


"Iiiii...modus." Ucap Meira memukul tanganya dan melangkah mendahului Minho.


.....


Meira sedang memilih bumbu-bumbu yang cocok untuk membuat saos steak itu, karena ingin pedas dia juga mengambil rasa pedas.


Saat ingin mengambil sesuatu seseorang lebih dulu mangambilnya.


"Eh.." Ucap Meira terkejud.


"Oh Meira hy kita bertemu lagi." Ucap orang itu.


"Iya....hy Anita." Ucap Meira terseyum pada wanita di depannya.


Minho melihat wanita itu. "Sepertinya aku kenal." Batin Minho.


"Sayang kenalin dia Anita Kusuma, kami bertemu di restoran seafood hari itu." Ucap Meira.


"Benar....dia istri Xelik." Batin Minho menatap wanita itu.


"Sayang.." Tegur Meira melihat Minho hanya diam menatap wanita itu.


"Hahaha saya terlalu cantik ya untuk di pandang." Ucap Anita Meira terlihat kesal.


"Ya sudah Anita kami pergi dulu." Pamit Meira melangkah duluan.


"Ehh sayang ya ampun, tunggu." Ucap Minho mengejar Meira.

__ADS_1


Anita terseyum milihat tingkah suami istri itu. "Padahal istrinya lebih cantik dari ku, dasar pria kalau melihat barang bagus tidak pernah luput untuk melihatnya." Gumam Anita.


"Sayangg." Minho terus mengejar Meira.


Istrinya kesal padanya, saat ada dia suaminya tega melihat wanita lain sampai seperti itu.


Minho mendekat padanya yang berdiri di meja kasir. "Sayang kenapa kau meninggalkan ku?" Tanya Minho Meira hanya diam.


"Ini saja nona?"


"Iya itu saja." Jawab Meira.


"Sayang.."


"Sudahlah tatap saja wanita lain, sudah punya istri kau malah melihat wanita lain. Apa mata mu ingin aku congkel keluar."ucap Meira menatap Minho tajam.


Pria itu memejamkan matanya membayangkan matanya bergelantungan di wajahnya. "Siapa yang melihatnya sayang.." Ucap Minho.


"Halah...dasar pria mata keranjang, melihat wanita bening dikit aja gak bisa berkedip." Ucap Meira lalu memasukam barang belanjaannya yang sudah di hitung oleh penjaga kasir.


"Mbak...kau sudah menikah atau belum?" Tanya Meira pada wanita kasir itu.


"Saya belum menikah nona, saya baru memiliki pacar." Jawab wanits itu.


"Ooohh bagus kalau begitu, kau harus berhati-hati memelih pria yang baik untuk mu. Jangan sepertinya sudah ada istri disampingnya melihat wanita lain tidak berkedip sama sekali." Ucap Meria.


Wanita itu terseyum. "Iya nona, akan saya ingat pesan anda." Ucap wanita itu.


Meira melangkah pergi setelah membayar tentu dengan uang suaminya, Minho menatap istrinya. "Dia sedang cemburu? Kenapa terlihat imut sekali." Batin Minho terseyum melihat tingkah Meira.


¤●¤●¤●¤●《¤》¤●¤●¤●¤●


Meira dan Minho sampai di rumah dengan selamat, Minho terus mengajar langkah istrinya yang pergi menuju dapur.


"Sayang kau masih marah pada ku?" Tanya Minho.


"Jawab sendiri." Jawab Meira cuek.


"Sayang jangan marah dong, aku gak tertarik sama dia." Ucap Minho Meira berbalik menatapnya.


"Yang bilang kau tertarik juka siapa? Ooohh aku tau kau memang sedang memikirkannnya kan jadi membahas dia. Memang ya pria mana pun gak bisa berhenti melihat yang cantik langsung jadi pemandangan yang berharga, kalau gitu aku pakai baju yang terbuka juga biar pria-pria di luar sana..." Belum selesai Meira berucap Minho sudah mencium bibirnya.


"Aku tidak terima, kamu gak boleh seperti itu. Wanita ku hanya satu ya itu kamu dan aku tidak terima jika kau melakukan hal itu, akan ku pastikan kau tidak bisa keluar kamar jika kau memakai baju terbuka seperti wanita itu." Ucap Minho Meira hanya diam.


"Aku tidak mau istri ku yang aku jaga baik-baik menjadi bahan tatapan pria nakal di luar sana, aku tidak terima jika pria lain menatap istri ku dengan nafsu. Jika boleh aku meminta pada tuhan hanya aku yang bisa melihat mu pasti sudah aku minta." Ucap Minho.


"Aku sayang sama istri ku yang cantik ini, wanita lain di luar sana tidak bisa menyaingin kecantikan mu di mata ku. Hanya kau sayang, yang ada di mata dan dihati ku." Ucap Minho Meira terseyum dan memeluknya.


"Iya sayang, aku tau. Aku hanya menggoda mu saja." Ucap Meira Minho membalas pelukan itu.


"Iya sayang tidak papa, aku mencintai mu." Ucap Minho, pelukan itu semakin erat.


"Aku juga mencintai mu." Balas Meira.

__ADS_1


__ADS_2