
Sepulang sekolah Meira langsung pulang kerumah dan menyiapkan bajunya yang akan dia pakai saat kerumah Hana nanti.
"Sedang apa sayang?" Tanya Minho memeluk Meira dari belakang.
"Menurutmu bagus yang mana?" Tanya Meira menunjuk deretan dress yang dia susun di atas ranjang, tidak menjawab pertanyaan Minho.
"Yang pink bagus." Jawab Minho sambil mencium pipi Meira.
"Benerkah? Okey aku pakai itu saja nanti." Ucap Meira lalu melangkah menuju lemari.
"Memangnya kau mau kemana?" Tanya Minho duduk ditepian ranjang menatap Meira yang sedang memilih tas.
"Mau kerumah Hana." Jawab Meira yang masih sibuk.
"Kerumah Hana? Ngapain? Jam berapa?" Tanya Minho Meira menatapnya.
"Kami diundang ibu Hana untuk main kesana, tidak mungkin kami menolaknya kalau sudah diundang seperti itu. Kami kesana jam 3, aku nanti bawa mobil sendiri ya soalnya mau jemput Weni." Jelas Meira lalu melangkah meletakan tas selempang yang cocok dengan dress nya diatas ranjang.
"Ya sudah jangan malam-malam pulangnya." Ucap Minho.
"Iya sayang, gak sampai malam banget kok. Jam 8 aku janji sudah pulang." Ucap Meira Minho terseyum dan mengangguk.
"Sebelum berangkat nanti aku akan buatkan makan malam dulu untuk mu." Ucap Meira mendekat pada Minho berdiri didepan cowok itu dan meletakan tanganya dibahu Minho.
"Tidak perlu, karena nanti aku harus kembali kekantor. Masih bayak yang aku urus." Tolak Minho lembut sambil memeluk pinggang Meira membuatnya sejajar dengan perut gadis itu.
"Kenapa tidak membawanya kerumah?" Tanya Meira sambil mengelus kepala Minho.
"Tidak ada kau dirumah, lalu untuk apa aku di rumah." Jawab Minho membuat Meira terkekeh.
"Ya sudah, ini sudah jam setengah dua, aku mau mandi dulu." Ucap Meira melepas pelukan itu dan melangkah menuju kamar mandi.
Minho hanya diam menatapnya. "Hah...aku tidak sabar ingin menikahinya." Gumam Minho mengingat sikap lembut Meira tadi padanya.
"Aaaa kenapa dia bisa menggemaskan seperti itu." Gumam Minho lalu pergi dari kamar Meira.
¤¤¤¤¤
Meira tengah bersiap dan merias wajahnya natural hanya memakai bedak dan lipstik berwama pink muda yang sepadan dengan warna kulitnya. Setelah itu Meira melangkah keluar kamar.
"Pintu kamarnya terbuka, lalu dimana Minho." Gumam Meira melihat kamar cowok itu kosong tidak ada orangnya.
Meira melangkah menuruni tangga dan membuka pintu kerja Minho perlahan.
"Sayang.." Panggil Meira.
"Masuk." Balas Minho Meira terseyum dan mendekat padanya.
"Cantiknya." Ucap Minho saat melihat Meira mendekatinya.
Meira hanya terseyum menanggapinya. "Aku berangkat dulu ya." Pamit Meira Minho malah memeluk pinggangnya.
"Cium dulu." Ucap Minho.
__ADS_1
"Ishh nanti aku terlambat sayang.." Ucap Meira berusaha melepas pelukan Minho.
"Ayo lah cium dulu." Ucap Minho Meira menghelakan nafasnya lalu mendekatkan wajahnya pada Minho.
Cup
Meira mencium pipi Minho sekilas.
"Kenapa hanya kecupan, aku mau disini." Ucap Minho menunjuk bibirnya.
"Kau ini banyak maunya." Ucap Meira mencium bibir Minho.
Saat ingin melepasnya Minho malah menahan tekuk Meira dan mengangkat tubuh gadis itu kepangkuannya.
"Uuummm..." Meira berusaha melepas ciuman itu tapi tidak bisa.
Ciuma itu semakin dalam, tangan Meira memeluk leher Minho. Lalu ciuman itu berpindah keleher putih Meira.
"Minn.." Meira meremas rambut Minho saat merasakan gigitan kecil dilehernya.
Aksi Minho terhenti dan menatap Meira. "Sekarang kau boleh pergi." Ucap Minho sambil terseyum penuh kemenangan.
Meira menatapnya curiga, dia mengambil kaca dalam tasnya dan melihat lehernya yang terdapat dua noda merah.
"MINHOOO." Teriak Meira kesal.
"Kenapa sayang?" Goda Minho mencium pipinya.
"Itu memang tujuan ku, agar kau tidak jadi pergi." Ucap Minho.
"Aaaa kau jahat sekali." Ucap Meira sambil memukul dada Minho.
"Sudah kau dirumah saja temani aku." Ucap Minho ingin mencium Meira lagi tapi gadis itu mendorong wajahnya.
"Tidak...pokoknya aku akan tetap pergi, ishh lepas." Ucap Meira turun dari pangkuan Minho dan melangkah pergi.
Minho hanya terkekeh. "Ya sudah kau juga yang akan malu karena ditanyakan tentang leher mu." Gumam Minho lalu melanjutkan perkerjaannya.
Meira sudah berada didalam mobilnya dan masih terus melirik kaca untuk melihat merah dilehernya.
"Aaa mengeselakan sekali, Minho awas kau ya. Aku akan lambat pulang malam ini aku tidak mau tau." Gumam Meira lalu melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah itu.
Meira sampai di rumah Weni dan gadis itu tengah berlari mendekatinya dan masuk kedalam mobil.
"Eh...kenapa kau memakai syal dihari panas begini?" Tanya Weni heran.
"Hah...Wennnn." Teriak Meira membuat gadis itu terkejud.
"Ada apa?" Tanya Weni sambil terbengong.
"Lihat nih." Ucap Meira memperlihatkan noda merah di lehernya.
"Kau habis anu dengan siapa hah?" Tanya Weni.
__ADS_1
"Siapa yang habis anu, ini kerjaannya si Minho." Jawab meira kesal.
"Minho....bwahahahaha...apa dia melakukan itu agar kau tidak bisa pergi, Minho pintar sekali." Ucap Weni tertawa lepas.
"Ais kau itu bukannya membantu malah mentertawakan ku." Ucap Meira kesal.
"Hahaha...tutup pake foundation saja atau concealer." Ucap Weni.
"Apa bisa?"
"Bisa Meira, coba nih." Weni memberikan concealer miliknya pada Meira.
Gadis itu mengoles sedikit pada noda merah itu dan meratakannya dengan jari. "Sedikit tertutup, baiklah ini labih baik dari yang tadi." Ucap Meira mengembalikan barang Weni.
"Terimakasih Weni." Ucap Meira.
"Sama-sama ayo sekarang kita berangkat ini sudah hampir jam 3." Ucap Weni.
Mobil itu melaju memecah jalanan, sepanjang jalan mereka hanya mengbrol kecil seskali tetawa mendengar cerita Weni.
Mereka sampai di rumah Hana, rumah yang cukup besar tapi terlihat sederhana.
"Kalian sudah datang." Ucap Hana yang menunggu mereka diteras depan rumah karena Weni sempat memberikan kabar pada Hana tadi.
"Rumah mu bagus." Ucap Weni.
"Terimakasih. Ayo masuk."ucap Han mmebawa mereka masuk.
"Eeehhh teman Hana udah datang, silahkan masuk nak..ibu sudah siapkan makanan dan minum untuk kalian."ucap Dina ibu Hana.
"Terimakasih bibi." Ucap Weni dan Meira bersamaan.
Sekarang mereka berada di kamar Hana. "Wahh Han kamar mu rapi sekali, tidak seperti kamar ku." Ucap Weni melihat-lihat kamar Hana.
"Hahaha tidak juga, kamar ku kadang bisa lebih berantakan karena adik-adik ku suka bermain di kamar ku." Ucap Hana.
"Sekarang dimana adik mu?" Tanya Meira.
"Sepertinya bersama ayah ku, mereka suka jalan-jalan kalau sore seperti ini." Jawab Hana.
"Kau tidak diajak?" Tanya Weni Meira memukul luturnya pelan sebagai tanda.
"Hahaha tidak papa Mei, di ajak kok Weni kadang-kadang tapi hari ini kan kalian datang masa aku ikut mereka jalan." Ucap Hana terseyum.
Meira terseyum. "Kita nanti juga jalan-jalan kok, kan mau ketoko buku." Ucap Meira.
"Oohh iya kita ketoko buku, jam berapa?" Tanya Hana.
"Uumm jam 5 saja, sekalian biar nanti malam kita bisa nongkrong dikafe." Ucap Meira.
"Boleh juga, okey jam 5." Setuju Hana dan Weni.
Mereka melanjutkan obrolan mereka sesekali menikmati hidangan yang sudah disiapkan, padahal tadi niatnya Hana mau mengobrol di ruang tamu tapi karena ibunya meminta dikamar jadilah mereka hanya dikamar.
__ADS_1