Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
mangga muda


__ADS_3

Perubahan mood Meira sungguh drastis, seperti sekarang karena Minho meninggalkannya mandi duluan istrinya tidak mau menegurnya.


"Sayang." Ucap Minho tapi Meira masih sibuk dengan Kukie bermain dengan anjing itu saja.


"Hah....baiklah terserah diri mu, aku heran dengan mu." Ucap Minho lalu pergi.


"Selalu seperti itu, istri marah bukannya di bujuk malah ditinggal." Ucap Meira.


"Lalu kau inginya apa? Aku sudah mengajak mu bicara dari tadi tapi kau tidak memperdulikan aku. Kau ingin anjing itu aku buang hah." Ucap Minho Meira memeluk Kukie.


"Kau jahat." Ucap Meira matanya sudah berkca.


"Oohhh ya ampum salah lagi." Ucap Minho mengusap wajahnya.


"Ya sudah terserah kau saja." Ucap Minho lalu pergi keruang kerjanya.


Selama 2 bulan setelah pernikahan mereka baru-baru ini saja mood Meira seperti itu membuat Minho harus menahan amarahnya ekstra sabar.


Meira memeluk Kukie. "Minho jahat Kukie, dia membentak ku." Ucap Meira mengadu pada Kukie yang mulai membesar.


Anjang itu menjilati tangan Meira. "Apa kau lapar? Aku ambilkan makan untuk mu." Ucap Meira melangkah menuju akuarium karena makanan Kukie berada dilemari bawah akuarium.


Setelah memberimakan Kukie makan Meira hanya diam menatap anjang itu. "Aku juga bingung ada apa dengan ku, kenapa aku jadi seperti ini. Mood yang berubah-rubah membuat ku lelah." Gumam Meira dia duduk dikursi meja makan menghadap Kukie.


Minho keluar dari ruang kerjanya dan menatap Meira yang menemani Kukie makan. Minho mendekat. "Apa kau sudah makan? Aku akan siapkan makanan untuk mu." Ucap Minho lalu pergi menuju dapur.


Sungguh Meira tidak ada nafsu makan, sudah sering dia paksa tapi tetap tidak mau. Dikepalanya hanya ada mangga muda dia ingin itu.


"Sayang.." Panggil Meira.


"Hhmm." Balas Minho Meira tidak jadi bicara Minho masih marah padanya.


"Kenapa?" Tanya Minho.


"Tidak jadi, kau marah pada ku." Ucap Meira lalu pergi begitu saja.


Minho menghelakan nafasnya. "Sabar Minho...sabar..." Gumam Minho mengusap dadanya.


Didalam kamar Meira memikirkan bagaimanan caranya agar bisa dapat mangga muda, kalau meminta pada Minho suaminya itu tidak akan membelikannya karena Meira belum makan nasi sama sekali.


"Weni...iya, dia kan punya pohon mangga." Gumam Meira merauh ponselnya.


Saat telpon itu tersambung terdengar suara bising dari sebrang sana.


"Hallo Wen.."


"Hallo Mei, bentar ya kafe lagi rame aku cari tempat sepi dulu." Ucap Weni.


"Hallo kenapa Mei?" Tanya Weni.

__ADS_1


"Kau sedang apa?" Tanya Meira.


"Sedang bantu ibu ku dikafe, karena ini hari kelulusan ku jadi ibu ku mengadakan promo dikafe. Jadi ya lumayan sibuk." Jawab Weni.


"Oohh gitu ya." Ucap Meira.


"Kenapa emangnya Mei?" Tanya Weni.


"Oohh tidak...tidak ada apa-apa, sudah ya aku tutup maaf mengganggu waktu mu." Ucap Meira


"Iya santai saja, tidak masalah kok. Kalau mau datang kesini juga tidak papa." Ucap Weni.


"Uumm nanti deh aku kabarin atau besok aku kesana." Ucap Meira.


"Oohh okey kalau gitu, nanti aku bilang sama Hana juga." Ucap Weni.


"Hhhmm...dah."


Sambungan telpon itu terputus, tidak mungkin dia datang kesana hanya untuk meminta buah mangga. Lagi pula Weni sedang sibuk.


"Hana....ada tidak ya." Gumam Meira lalu menelpon Hana.


"Hallo Mei.." Sapa Hana disebrang sana.


"Han...kau lagi apa?" Tanya Meira.


"Sedang kumpul keluarga, karena hari kelulusan jadi ibu sama ayah ku mengadakan kumpul keluarga ada acara makan-makan juga. Kenapa? Kau mau mampir datang saja." Ucap Hana.


"Oohh okey siap, aku akan usahakan untuk datang." Ucap Hana lalu terdengan suara ibu Hana memanggil


"Sudah dulu ya Mei, ibu ku memanggil." Ucap Hana lalu sambungan telpon itu pun mati.


Meira terdiam. "Bahkan aku tidak ada acara keluarga, mereka mengira aku sakit membuat mereka menunda acara kelulusan ku." Gumam Meira.


Minho yang sedari tadi menatapnya hanya diam. "Kau kenapa?" Tanya Minho tiba-tiba mengejutkan Meira.


"Tidak...tidak ada apa-apa." Jawab Meira.


Minho melangkah masuk. "Aku suami mu sayang kau tidak bisa bohong pada ku." Ucap Minho.


"Uumm aku mau mangga muda." Ucap Meria ragu.


"Kau belum ada makan nasi dari kemarin dan sekarang mau makan mangga muda, kau akan sakit perut nanti." Ucap Minho Meira menunduk memaikan jarinya.


Benarkan Minho tidak akan mengijinkannya, Minho melangakah mendekatinya dan berjongkok didepan Meria.


"Sayang.." Panggil Minho Meira menatapnya.


"Kau mau mangga muda?" Tanya Minho Meira mengangguk.

__ADS_1


"Kalau aku belikan, setelah itu kau mau makan?" Tanya Minho Meira mengangguk cepat.


"Hahhh...baiklah, aku belikan tapi janji setelah itu kau harus makan." Ucap Minho Meira mengangguk.


"Jangan cuman ngangguk."


"Iya sayang aku makan nanti." Ucap Meira Minho terseyum lalu mengusap kepala Meira.


"Aku beli dulu ya, kau tunggu saja aku tidak akan lama." Ucap Minho.


"Iya sayang....hati-hati." Ucap Meira Minho mengangguk lalu melangkah pergi.


Meira terseyum senang, akhirnya keinginannya terpenuhi. Minho sudah menelpon juan. "Juan kau tau dimana orang menjual mangga muda?" Tanya Minho.


"Saya tidak tua tuan, memangnya untuk siapa?" Tanya Juan.


"Istri ku sedang ingin mangga muda, tapi aku bingung mencarinya kemana." Ucap Minho.


"Coba tuan tanyakan pada nyonya Taera mungkin nyonya tau tuan." Ucap Juan.


"Iyaaa kau benar juga, okey." Ucap Minho menutup telpon itu.


"Sama-sama tuan." Ucap Juan walau Minho tidak mengucapkan kata terimakasih.


Minho lanjut menelpon ibunya, tidak lama sambungan telpon itu terhubung.


"Hallo Min, ada apa? Bagaimana keadaan Meira?"


"Meira baik mah, dia lagi mau mangga muda apa mamah tau dimana tempat orang menjualnya?" Tanya Minho sambil melihat sekitar.


"APA MANGGA MUDA." Teriak Taera membuat Minho terkejud.


"Mamah, biasa saja tidak perlu teriak."  Omel Minho kembali menempelkan ponselnya ketelinganya.


"Minho apa Meira hamil?"


Ciittt.


Minho terkejud mendengarnya sampai dia mengerem mendadak. "Mamah, apa hubungannya hamil dengan mangga muda?" Tanya Minho bingung.


"Iiii kau itu tidak tau apa? Ibu hamil biasanya pasti mengidam mangga muda disaat kehamilan mudanya atau pun selanjutnya.....aaaa aku akan dapat cucu.." Ucap Taera kegirangan.


Minho terdiam. "Ngidam..." Lalu Minho tersadar.


"Apa benar istri ku hamil." Ucap Minho.


"Aduh Minhooo....kau itu pintar dalam pelajaran saja dalam urusan ini lelet, jelas saja Meira hamil jika kalian sering melakukannya. Mamah akan kerumah kalian, sekalian dengan mertua mu. Cepat kau cari mangga muda itu dipasar....cepat belikan untuk cucu mamah." Ucap Taera lalu sambungan telpon itu terputus.


"Apa istri ku hamil." Gumam Minho terseyum. Jika itu bernar dia akan sangat bahagai.

__ADS_1


"Tunggu aku sayang, aku belikan mangga muda yang banyak untuk mu sekalian pohon-pohonnya." Gumam Minho melanjutkan mobilnya kepasar.


__ADS_2