Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
perhatian


__ADS_3

Minhon melangkah menuju kantin sekolah, dimana Meira dan Juan menunggunya.


"Sayang..."panggil Minho.


Meira menatapnya. "Maafkan aku, seharusnya aku ada disisi mu."ucap Minho.


"Sayang jangan diam katakan sesuatu, apa ada yang sakit? Apa mereka melukai mu? Sayang..."ucap Minho mata Meira mulai berkaca.


"Hati ku sakit Minho, orang yang aku percaya menghianati ku."ucap Meira Minho menarik gadis itu dalam pelukannya.


"Sssstttt tenang sayang."ucap Minho.


"Kenapa Billa begitu tega pada ku."ucap Meira.


"Dia sejak awal memang bukan teman yang baik sayang, dia hanya memanfaatkan mu. Dia dan Junggo adalah saudara kembar, apa kau tidak menyadarinya?"tanya Minho Meira melepas pelukannya Minho.


"Apa? Jadi yang waktu itu aku melihat mereka di Mall.."


"Iya mereka hanya sekedar jalan-jalan saja, dan perlu kau ketahui mereka sama-sama ingin menjatuhkan mu bahkan Hana pun terkena tipu daya mereka."ucap Minho.


"Apa? Kenapa mereka licik sekali."ucap Meira.


Minho terseyum lalu mencium kening Miera. "Sudahlah tidak perlu memikirkan mereka, sekarang lebih baik kita pulang."ucap Minho.


"Juan siap mobil."ucap Minho.


"Baik tuan."jawab Juan lalu melangkah pergi.


"Ini huddy mu?"tanya Meira karena dia berganti pakaian dengan memakai Huddy dan celana panjang.


"Iya milik ku, dari pada kau lama menunggu untuk berganti pakaian lebih baik kau memakai baju ku yang ada di dalam mobil."ucap Minho.


"Minho, apa Juan adalah orang yang kau telpon saat di mall kemarin?"tanya Meira.


"Iya itu dia, nama dia adalah Juan Viko Filix, karena dia sudah di anggap seperti saurdara ku sendiri, ayah dan mamah juga menyayanginya seperti anak jadi dia memakai marga keluarga kami."jawab Minho Miera hanya mengangguk mengerti.


"Tuan, mobik sudah siap."ucap Juan yang menghampiri mereka.


Minho membantu Meira untuk berdiri, tapi gadis itu merasa tidak sanggup untuk berdiri kakinya sakit.


"Kenapa kaki mu?"tanya Minho.


"Aku....aku terjatuh di tangga tadi saat ingin mengantar tugas yang di minta Junggo."ucap Meira jujur.


"APA? aarrgg...ya sudah, kita balasnya nanti saja untuk ya itu."ucap Minho lalu mengangkat tubuh Meira membuat gadis itu tertegun.

__ADS_1


"Min.."


"Sssttt jika kau malu, bersembunyilah di dada ku."ucap Minho Meira terseyum dan memeluk leher Minho erat menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu.


Minho melangkah meninggakan kanti dengan Meira di gendonganya. Banyak pasang mata yang melihat mereka.


"Aaaa romantis sekali."


"Aku dukung kalian, habisi empat sampah itu."


Minho hanya terseyum, mereka sampai dimobil. Juan sudah membuka kan pintu untuk Meira.


Minho mendudukan Miara dikursinya dan disusul Minho yang juga duduk disampingnya.


"Juan kau menyetir."ucap Minho.


"Baik tuan."ucao Juan lalu menutup pintunya.


"Apa mereka ingin mati aku yang membawa mobilnya? Aku belum pernah membawa mobil semewah ini."gumam Juan lalu masuk kedalam mobil.


Mobil itu perlahan meninggalkan sekolahan. Meira sepertinya kelelahan makanya dia tertidur dalam pelukan Minho.


"Aku sangat merasa bersalah, seharusnya aku ada disamping mu tadi kau pasti tidak akan seperti ini."gumam Minho mengelus kepala Meira.


"Min.."


"Rambut ku bau jangan kau elus."ucap Meira.


"Aku tidak peduli, rambut mu tetap wangi bagi ku."ucap Minho mencium rambut itu tapi dia berusaha menahan mualnya.


"Tukan, ya sudah lepas saja pelukannya."ucap Meira tapi Minho menahannya.


"Tidak-tidak...biarkan seperti ini."ucap Minho.


Meira hanya terseyum dan kembali memeluk Minho, sesampainya di rumah Meira masih tertidur pulas.


Minho mengangkat tubuh Meira membawanya keluar mobil dan masuk kedalam rumah.


"Nona Meira kenapa tuan?"tanya Ina bingung.


"Ceritanya pajang, bisa kau siapkan air hangat untuk Meira."ucap Minho lalu membawanya kekamar.


Minho perlahan meletakan Meira di atas ranjang. "Sayang....bangun kita sudah sampai rumah."ucap Minho.


Meira perlahan membuka matanya dan melihat sekitar. "Sudah sampai?"tanya Meira.

__ADS_1


"Iya sayang, Ina sudah menyiapkan air hangat untuk mu. Sekarang mandi lah, aku akan menyiapkan makan untuk mu."ucap Minho lalu beranjak pergi.


Meira terseyum. "Perhatian sekali."gumam Meira lalu beranjak dari ranjang itu dan melangkah menuju kamar mandi.


15 menit Meira habiskan untuk membersihkan dirinya agar bau-bau air yang Hana siramkan padanya. Selesai memakai bajunya, pintu kamarnya kembali terbuka.


Minho menatap Meira yang juga menatapnya, untung saja Meira sudah selesai memakai bajunya.


"Kau sudah selesai, aku akan menunggu mu di ruang makan."ucap Minho belum cowok itu melangkah pergi Meira sudah menarik tanganya dan memeluk Minho erat.


Minho terseyum dan membalas pelukan itu. "Ada apa sayang?"tanya Minho Meira menggeleng.


Minho mencium pucuk kepala Meira. "Minho."


"Ada apa?"tanya Minho.


"Kenapa rasanya nyaman saat aku memeluk mu seperti ini?"tanya Meira Minho terseyum dan semakin erat memeluknya.


"Apa kau mulai mencintai ku?"tanya Minho balik.


Meira menggeleng. "Aku tidak tau."jawab Meira.


"Baiklah, aku akan berusaha lebih keras lagi."ucap Minho Meira meloggarkan pelukannya dan menatap Minho.


"Jika aku tidak bisa mencintai mu bagaimana?"tanya Meira.


"Akan aku berjuangkan sampai bisa, walau aku terluka tapi aku akan tetap mencintai mu"jawab Minho menatap mata Meira.


"kenapa seperti itu? Jika aku tidak mencintai mu kau bisa mencari gadis lain yang bisa mencintai mu."ucap Meira.


"Tidak bisa, hati ku sudah terkunci untuk mu. Aku tidak mau yang lain, karena gadis yang ku cintai hanya 1 dan itu adalah kau. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi mu di dalam sini."jelas Minho menunjuk dadanya.


Meira menatap dada Minho lalu menatap Cowok itu. "Kau ingin berjuang? Itu akan sulit Minho."


"Aku tidak peduli, jika aku sudah memilih maka akan tetap itu yang aku pilih. Jika aku sudah menginginkannya maka aku harus mendapatkannya. Jika aku sudah mencintai mu maka hanya kau yang aku cintai sampai kapan pun, seorang Minho Andra Filic tidak pernah berbohong tentang perasaannya"ucap Minho Meira terkekeh.


"Kau lebay sekali."ucap Meira melepas pelukannya.


"Hy aku tidak lebay nona, aku mengatakan yang sejujurnya. Hanya kau di mata ku, hati ku, dan disisi ku, aku tidak mau yang lain."ucap Minho.


"Lalu jika kau tau aku sebenarnya seperti apa, apa kau masih tetap mau bersama ku?"tanya Meira.


"Memangnya ada apa dengan diri mu? Kau tidak memiliki kekurangan."ucap Minho.


"Ada, kau saja yang belum tau dan aku rasa.....kau pasti tidak akan mau lagi dengan ku jika sudah mengetahuinya. Aku tidak sempurna aku memiliki kekurangan."ucap Meira tangan Minho terangkat merapikan anak rambut Meira.

__ADS_1


"Semua orang memiliki kekurangan, hanya tinggal melihat dari carapandang seseorang dalam menilai. Setiap punya kekurangan pasti punya kelebihan, itu tergantung diri mu bagaimana cara mengendalikan kekurangan mu."ucap Minho Meira terseyum.


__ADS_2