Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
cemburu


__ADS_3

Hari terus berganti, sekarang Meira sudah merasa lebih baik. Semejak hari itu pihak sekolah memutuskan mengeluarkan keempat orang itu agar menjaga keamana Meira dan siswa lain.


Banyak orang yang membela Meira dan memberinya semangat, Meira tidak menyangka bahwa mereka peduli padanya.


Sekarang gadis itu sedang duduk sendirian di taman sekolah, seseorang datang menghampirinya.


"Hy Mei...lagi apa?"tanya Weni teman sekelas Meira.


"Lagi duduk saja, menikmati waktu istirahat dengan menghirup udara."jawab Meira.


"Begitu, hah....aku bersyukur banget sekarang disekolah kita tidak ada lagi pengganggu."ucap Weni.


"Kenapa?"


"Ya aku merasa kasihan pada orang-orang yang pernah mereka buly bahkan mereka ganggu, termaksud diri mu. Tapi aku kagum pada mu, dari sekian banyak siswa yang di ganggu kau yang masih berani melawan mereka."ucap Weni terseyum.


"Aku melawan mereka hanya agar mereka tidak mengganggu ku lagi, tapi mereka ternyata semakin menjadi."ucap Meira.


"Yah begitu lah, semua orang pasti punya rasa iri dan dengki, kita tidak bisa merubah sifat seseorang agar bisa sesuai dengan yang kita mau. Orang itu sendiri lah yang bisa merubah dirinya agar bisa menyusuaikan dengan lingkunganya."ucap Weni Meira mengangguk membenarkan.


"Mei...apa kau membenci mereka?"tanya Weni.


"Mungkin...aku tidak tau, tapi setiap mengingat mereka membuat rasa sakit ku kembali."ucap Meira.


"Begitu ya, maafkan aku jadi membahas mereka."ucap Weni.


"Tidak papa."balas Meira.


"Lalu bagaimana hubungan mu dengan Minho?"tanya Weni.


"Berjalan baik, setalah kelulusan kami akan menikah. Orang tua kami tidak ingin lama-lama menunda pernikahan kami."jawab Meira.


"Benarkah, wahhh jangan lupa mengundang ku."ucap Weni Meira terseyum dan mengangguk.


"Sayang.."panggil Minho yang berlari menghampirinya.


"Kau habis bermain basket?"tanya Meira.


"Iya, dan tim ku menang. Aahhh tubuh ku rasanya sehat saat selesai berolah raga seperti itu."jawab Minho duduk disamping Meira tapi membelakangi meja.


Meira terseyum lalu mengambil tisue dalam kantong seragamnya dan mengelap keringat Minho.


Cowok itu menatapnya. "Aku suka sekali melihat mu perhatian seperti ini."ucap Minho Meira hanya terkekeh sambil membersihkan keringat Minho.


"Mei aku pergi dulu ya, masih ada yang aku cari di perpus."ucap Weni.


"Iya baiklah."balas Meira.

__ADS_1


"Kalian membicarakan apa?"tanya Minho.


"Tidak ada apa-apa. Hanya menanyakan hal kecil."jawab Meira selesai membersihkan keringan Minho.


Minho mengangguk paham. "Oh iya ayah menelpon ku, dia bilang hari ini kau pulang kerumah ku saja, karena sepertinya malam ini rumah mu sepi"ucap Minho.


"Kenapa seperti itu?"tanya Meira.


"Ina pulang kampung, kak Shina ada perjalanan bisnisnya selama dua minggu bersama suaminya, ayah dan mamah mereka ada acara penting dengan pembisnis di luar kota bahkan ayah dan mamah ku juga ikut."jelas Minho.


"Kenapa mendadak sekali."ucap Meira.


Sedikit penjelasan mereka ini sudah melewati tengah semester dan menunggu beberapa bulan lagi akan menghadapi ujian kelulusan. Tentang Shina kakak Meira dia sudah menikah dengan kekasihnya 3 bulan lalu.


"Mau bagaimana lagi, mereka sibuk semua."ucap Minho.


"Ya sudah terserah saja, aku hanya mengikutimu."ucap Meira Minho terseyum dan merapikan anak rambut Meira.


Meira mendekat padanya dan menyandarkan tubuhnya didada bidang itu, Minho tidak masalah lagi pula Meira adalah calon istrinya siapa yang berani menegur mereka di sekolah ini.


"Kenapa? Kau ingin sesuatu?"tanya Minho Meira  hanya menggeleng.


"Lalu ada apa?"tanya Minho.


"Tidak papa, aku hanya ingin berandar pada mu."jawab Meira Minho terseyum dan mencium kening Meira.


Sepulang sekolah Meira dan Minho mengisi perut dulu disebuah restoran ternama.


"Ngisi perut saja sampai tempat mewah seperti ini, padahal rasanya tetap sama seperti makanan pinggir jalan."ucap Meira sambil melahap makanannya.


Minho hanya terkekeh. "Aku hanya menjaga kenyamanan mu saja, makan di pinggir jalan itu berisik."ucap Minho.


"Kau tertalalu memilih, walau berisik tapi di sana tetap makanan enak."ucap Meira.


"Hhhmm iya iya terserah kau saja."ucap Minho.


Disela makan mereka tiba-tiba seorang gadis menghampiri Minho.


"Minho kau di sini, sudah lama tidak bertemu. Aku sangat merindukan mu"ucap gadis itu.


Meira menatapnya lalu kembali melanjutkan makannya.


"Oh."balas Minho lalu melihat kearah Meira.


"Minho kau masih ingat dengan ku bukan, kita 1 rekan dalam acara audisi bermain musik tahun lalu. Waktu itu kau perhatian sekali pada ku, setiap latihan kau memberikan ku minum dan menawari ku tumpangan, tapi kenapa kau jadi sombong seperti ini? Bahkan kita pernah bertemu saat di bioskop dan kau mentraktirku nonton bersama."ucap gadis itu kuping Meira terasa panas mendengarnya.


"Ya aku ingat nama mu Gadis bukan?, dan soal yang kau jelaskan tadi tidak perlu kau ceritakan."ucap Minho.

__ADS_1


"Aaahhh akhirnya kau ingat dengan ku, memangnya kenapa kalau aku menceritakanya. Aku hanya mau membuat mu mengingatku, kau disinin dengan siapa? Adik mu? Dia cantik sekali."ucap Gadis.


Meira hanya diam, selesai di suapan terakhirnya Meira meneguk jusnya sampai habis lalu beranjak pergi.


"Sayang.."panggil Minho.


"Apa dia pacar mu?"tanya Gadis.


"Dia istri ku."jawab Minho lalu meninggalkan uang untuk membayar makanan mereka.


Minho berlari menyusul Meira dan melihat gadis itu menunggunya disamping mobil.


"Sayang..."


Meira meraih kunci mobil ditangan Minho lalu menekan tombol agar membuka kuncinya. Meira masuk kedalam begitu saja tanpa mendengarkan Minho.


"Apa dia cemburu."gumam Minho.


Cowok itu masuk kedalam mobil dan melihat Meira yang tidak menatapnya sama sekali.


"Antar aku pulang kerumah saja."ucap Meira.


"Tapi kenapa? Ayah..."


"Aku tidak peduli apa kata ayah, antar aku pulang kerumah ku titik."ucap Meira lalu melihat keluar kaca mobil.


"Baiklah."ucap Minho.


Mobil itu melaju meninggalkan restoran, selama di perjalanan Meira hanya diam bahkan dia tidak mau melihat Minho.


"Sayang...."


"Diamlah."balas Meira.


Okey Minho tau sekarang gadis itu sedang marah.


"Kau kenapa Meira, untuk apa kau marah padanya. Untuk apa kau cemburu mendengar cerita teman Minho itu tadi."batin Meira.


Sesampainya di rumah, Meira meraih tasnya dan berniat keluar tapi Minho menahannya.


"Sayang apa kau marah pada ku?"tanya Minho tapi Meira melepas tangan itu dan keluar dari mobil itu lalu menutup pintu mobil keras membuat Minho memejamkan matanya.


Minho menatap gadis itu sampai masuk kerumah. "Apa dia sedang pms, marahnya mengerikan sekali."gumam Minho.


Di dalam rumah Meira melangkah cepat kekamarnya dan melempar tasnya begitu saja, lalu duduk di pinggiran ranjang.


"Apa aku cemburu? Perasaan apa ini, kenapa aku tidak suka dia didekati gadis lain."gumam Meira.

__ADS_1


__ADS_2