Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
bertemu ibu Billa


__ADS_3

"Da da...hati-hati dijalan." Ucap Hana melambai pada Meira dan Weni.


Maobil itu bergarak meninggalkan rumah Hana. Sepanjang jalan Meira dan Weni hanya mendengar kan musik.


"Minho gak marah Mei kau pulang jam segini, katanya tadi ijin cuman sampai jam 8." Ucap Weni.


"Biarin aja, habisnya dia bikin aku malu sih. Jadi ini hukuman di nunggu aku pulang." Ucap Meira Weni hanya menggelengkan kepalanya.


Sesampainya dirumah Weni, gadis itu turun dari mobil Meira.


"Mau mampir?" Tanya Weni.


"Lain kali aja, nanti aku sama Hana main kekafe." Jawab Meira.


"Okey deh...hati-hati dijalan."ucap Weni Meira terseyum dan melambai.


Sepanjang jalan Meira hanya sibuk bernyanyi mendengarkan musik kesukaannya, sampai matanya melihat seorang ibu-ibu dipinggir jalan.


"Apa mobil ibu itu mogok." Gumam Meira melihat wanita itu membuka tempat mesin mobil yang berada didepan.


Meira menghentikan mobilnya tidak jauh dari wanita itu.


"Permisi.." Ucap Meira.


"Eh iya nak.."


"Ibu kenapa? Apa mobilnya ada yang rusak?" Tanya Meira.


"Iya ini mobil ibu gak mau nyala." Jawab ibu itu.


"Uumm bagaimana kalau aku antar pulang, biar nanti pagi tukang service yang datang memperbaikinya." Tawar Meira.


"Apa tidak masalah, nanti merepotkan kamu." Ucap ibu itu.


"Tidak papa bu, dari pada ibu malam-malam dijalan sepi ini bahaya. Lebih baik saya antar pulang." Ucap Meira.


"Ya udah terimakasih banyak nak."


"Sama-sama bu." Balas Meira lalu membawa ibu itu ke mobilnya.


Mobil itu bergerak meninggalkan jalan itu. "Rumah ibu di mana?" Tanya Meira.


"Didaerah sini juga tidak jauh kok.. itu nanti belok ya rumah warna hijau." Jelas ibu itu.


"Baik bu."


Meira membelokan mobil itu masuk kederetan komplek perumahan. Lalu ibu itu menunjuk rumah warna hijau nomor 23.


Mobil Meira berhenti didepan rumah itu. "Mau mampir dulu nak?" Tanya Ibu itu.


"Sebagai ucapan terimakasih, kita ngobrol dulu sebentar didalam." Ucap ibu itu lagi.


"Ya udah iya bu." Balas Meira lalu keluar dari mobil dan mengikuti langkah ibu itu.


Saat memasuki rumah itu Meira menatap sekeliling.


"Ibu tinggal sendiri?" Tanya Meira.

__ADS_1


"Tidak...ada anak ibu, tapi mereka gak disini." Jawab ibu itu.


"Dimana anak ibu?" Tanya Meira lalu duduk disofa ruang tamu.


"Ada masalah yang terjadi sampai mereka harus ditaham disel penjara." Jawab ibu itu sedih.


"Oh..ya ampun maafkan saya." Ucap Meira merasa bersalah.


"Tidak papa." Ucap ibu itu terseyum.


"Ibu buarkan teh dulu untuk mu ya." Ucap ibu itu lalu melangkah menuju dapur.


Sepeninggal ibu itu ponsel Meira berdering. Gadis itu menatap nama sipenelpon.


"Ah malas." Ucap Meira tidak menerima telpon itu siapa lagi yang menelpo jika bukan Minho.


Mata Meira menatap deretan foto, dari foto ibu itu bersama suaminya dengan gaun pengantin dan ada deretan foto anak-anak di atas meja samping sofa sampai matanya menatap foto yang terdapat wajah yang femeliar di matanya.


"Ini..."


"Itu foto anak ibu, mereka kembar." Ucap ibu itu tiba-tiba membuat Meira tertegun.


"Kem..kembar?" Ibu itu mengangguk.


"Nama mereka Bila dan Junggo." Lanjut ibu itu Meira terdiam mematung.


"Jadi dia....ibu Billa." Batin Meira.


"Ini minum dulu."


"Loh kenapa? Tidak mau minum teh dulu?" Tanya Chika ibu itu.


"Uumm lain kali saja." Jawab Meira gugub bahkan dia sampai menjatuhkan tasnya membuat isi dari tasnya berhamburan.


"Oh ya ampun." Ucap Meira merapikan barang-barangnya.


Saat Chika ingin membantu dia melihat ada foto didekat kakinya, diambilnya foto itu dan melihat.


"Kau..."


"Maaf..ibu saya harus pulang sekarang." Ucap Meira melangkah pergi meninggalkan rumah itu.


Chika terdiam. "Jadi dia putri Barham.." Gumamnya lalu terseyum miring.


▪▪▪▪▪▪


Sepanjang jalan Meira berusaha menenangkan dirinya. "Dia...dia ibu Billa, pantas saja wajahnya seperti mirip Bila tapi kenapa aku tidak sadar..." Gumam Meira.


sesampai ya dirumah, Meira langsung masuk begitu saja tidak menghiraukan Minho yang menunggunya di sofa.


"Sayang..." Panggil Minho tapi Meira tidak menghiraukannya.


"Ada apa denganya." Gumam Minho lalu melangkah mendatangi Meira yang berada dikamarnya.


Minho membuka pintu itu dan melihat gadis itu yang sibuk membongkar tasnya.


"Dimana itu.."gumam Meira mengigit jarinya.

__ADS_1


"Sayang kau kenapa? Aku menelpon mu dari tadi, kau bilang akan pulang sebelum jam 8 tapi lihat ini jam setengah 10 kemana saja kau?" Tanya Minho.


"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang Minho. Aaaakkhhb dimana foto ku." Gumam Meira mengacak isi tasnya tapi tetap tidak ada.


"Kau mencari apa sebenarnya? Dan kau habis dari mana?" Tanya Minho.


"Aku habis..." Ucapan Meira terhenti lalu menatap Minho.


"Habis dari mana?" Tanya Minho lagi.


"Pasti dengan dia, foto ku pasti tertinggal disana." Ucap Meira meremas rambutnya.


"Foto apa?"


"Foto ku dan ayah tertinggal di rumah itu Minho." Ucap Meira.


"Rumah siapa? Kau menemui siapa sampai jam segini?" Tanya Minho curiga.


"Minho ini bukan saatnya curiga." Ucap Meira yang bisa melihat tatapan marah Minho.


"Lalu kau habis dari rumah siapa hah? Apa kau menemui cowok lain apa Hana mengenalkan mu dengan cowok lain?"


"MINHO...jangan bawa-bawa Hana, aku tidak mungkin menamui cowok lain." Ucap Meira.


"Lalu kenapa kau datang terlambat? Kenapa kau terlihat gugu saat ku tanya seperti itu, berarti benar bukan?" Tanya Minho.


"Tidak Minho, ada apa dengan mu kenapa kau jadi seperti ini?"


"Aku curiga pada mu, kenapa kau pulang semalan ini padahal kau janji untuk tidak pulang lewat dari jam 8." Ucap Minho.


"Hah...kau mencurigai ku hanya karena aku pulang terlambat? Aku gugub karena aku mencari foto ku bersama ayah dan sepertinya tertinggal di rumah itu. Aku tidak bertemu dengan siapa pun." Ucap Meira kesal.


"Lalu maksud mu foto mu tertinggal dirumah itu, dirumah siapa?" Tanya Minho.


"Aahhh...ada apa dengan mu Minho? aku bertemu ibu Billa." Jawab Meira membuat Minho terdiam.


"Apa? Ibu Billa?"


"Iya dan sepertinya foto ku tertinggal disana, kenapa kau masih bilang aku berbohong begitu." Ucap Meira marah.


"Sayang.."


"Sudahlah Minho aku pusing, sekarang kau keluar. Kau curiga pada ku apa kau tidak mempercayai ku, kau bilang mencintai ku dan sayang pada ku tapi kau mencurigai ku hanya karena pulang terlambat." Ucap Meira marah


"Sayang tidak seperti itu, maaf pikiran ku sedang tidak fokus maafkan aku" Ucap Minho.


Minho memeluk Meira, seharusnya dia mendengarkan penjelasan Meira dulu sebelum curiga. Dia bukan tidak percaya pada Meira tapi dia takut Hana memperngaruhi Meira.


"Maaf sayang...maaf." Ucap Minho Meira melepas pelukan itu.


"Sudahlah aku mau tidur, aku capek. Keluar." Ucap Meira mendorong Minho pergi dari kamarnya, gadis itu marah pada Minho.


"Sayang..." Ucapan Minho terhenti saat pintu kamar itu tertutup.


"Foto ku tertinggal disana bagaimana ini." Gumam Meira mengusap wajahnya.


"Ada apa denganya? Dia mencurigai ku seperti itu. Aaakk mengesalkan sekali." Gumam Meira.

__ADS_1


__ADS_2