Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
tidak mungkin


__ADS_3

"Apa mau mu?"tanya Meira.


"Yahh hanya satu permintaan, kau hancur."jawab Billa.


"Apa salah ku pada mu Bil, aku tidak pernah jahat pada mu."ucap Meira.


"Iya kau memang tidak pernah jahat, tapi....keluarga mu lah yang jahat."ucap Billa.


"Maksud mu?"tanya Meira.


"Ayah mu....dia tega menghancurkan bisnis ayah ku karena berhasil menyainginya. AYAH MU MEMBUNUH AYAH KU."teriak Billa membuat Meira terdiam.


"Ayah mu pembunuh....KARENA AYAH MU AYAH KU PERGI..DIA MENINGGALKAN KAMI DISAAT KAMI MEMBUTUH KAN DIA DI SAMPING KAMI."teriak Billa air mata Meira mengalir.


"Kau tidak tau betapa hancurnya kami saat kehilangan ayah kami, kak Jungho terus berusaha mengembalikan perusahaan seperti semula tapi gagal."ucap Billa.


"Dan Minho.....karena Minho kakak ku terlibat masalah. Kalian semua pembunuh."ucap Billa Meira terdiam.


"Jadi ayah mu meninggal karena ayah ku?"


"Iya bodoh....itu semua karena ayah mu."ucap Billa.


"Kak Junggo terus berusah mengembalikan perusahaan kami walau sempat gagal, saat kelas 2 dia berhasil mengembalikan perusahaan itu dan mengembangkannya sekarang ibu ku yang mengurusnya. Tapi apa....Minho hampir menghancurkan bisnis keluarga kami lagi, karena ingin membalas perbuatan kami pada mu. Apa kau tidak berpikir Mei, kami hanya keluarga biasa dan ayah mu terkenal apa tidak ada belas kasihan yang bisa kalian berikan? KENAPA KALIAN MEMBERIKAN TEKANAN HIDUP KAMI SEPERTI INI."teriak Billa.


"Bill..sungguh aku tidak tau tentang itu."ucap Meira.


"Ya mana mungkin ayah mu membiarkan anaknya tau, tapi sekarang ku rasa jika kau pergi dari dunia ini maka setimpal dengan apa yang ayah mu perbuat pada keluarga kami."ucap Billa mengeluarkan sebuah pisau.


Mata Meira membulat. "Bill ku maafkan aku, aku janji akan bicara pad ayah ku."ucap Meira.


"Terlambat....apa dengan membicarakannnya pada ayah mu kau bisa mengembalikan ayah ku? Apa dengan kau bicara dengan ayah mu kau bisa mengeluarkan kakak ku dari penjara. Malam itu kakak sudah sangat prustasi dia berniat membunuh ayah mu tapi hanya kau yang ada di rumah mewah itu."ucap Billa.


"Jadi maksudnya ingin membalas dendam bukan pada Minho....kalian berniat MEMBUNUH AYAH KU. Aku tidak akan membiarkan hal kalian."teriak Meira.


Plak...


"Tutup mulut mu."ucap Billa.


"Yahh kami berniat membunuh ayah mu, tapi sepertinya akan lebih sakit jika dia kehilangan putrinya."ucap Billa.


"Bill...jangan kumohon jangan."ucap Meira.


"Kenapa kau takut? Hahahahaha anak seorang Barham Gero Yuma takut?. Kemana perginya keberanian mu Mei, mana? Kau biasanya akan bersikap kasar pada ku bahkan kau menjadikan ku babu mu."ucap Billa.


"Kau salah paham Bill....aku tidak pernah menjadikan mu babu ku."ucap Meira.


"Lalu semua perlakuan mu pada ku itu apa?"tanya Billa.


"Aku menganggap mu sahabat ku Bill, sejak sd aku selalu sulit mendapatkan seorang teman. Hanya kau teman yang ku punya, sejak dulu aku sulit berteman dengan siapa pun karena mereka berpikir anak orang kaya tidak pantas ditemani, mereka menganggap ku monter yang akan menghancurkan mereka jika berani mengangguku."ucap Meira.

__ADS_1


"Aku memang kecewa pada mu, tapi rasa sayang ku pada mu tulus Bill kau sudah ku anggap lebih dari sahabat."


Plak.


"BOHONG.."teriak Billa.


Sudut bibir Meira terluka membuatnya meringais.


"Kau pembohong yang hebat Mei...kau sama mafianya seperti ayah mu. Keluarga kalian semuanya pembunuh."ucap Billa.


"Lakukan....lakukan jika itu bisa membuat mu puas. BUNUH AKU JIKA ITU BISA MEMBALAS PERBUATAN AYAH KU....kau pikir....hidup enak Bill KAU TIDAK TAU BETAPA TERTEKANNYA AKU..."teriak Meira.


"AKU SEPERTI ORANG TERTINDAS DI KELUARGA KU SENDIRI."


"Kau bodoh Bill....kau orang paling bodoh yang pernah aku kenal."teriak Meira.


"Sialannnn..." Billa hampir saja menusuk perut Meira tapi terlambat seseorang lebih dulu menembaknya.


"Akhhh.." Billa terjatuh dilantai itu, Meira mentap kearah pintu di sana Minho berdiri dengan pintol di tanganya.


Beberapa orang masuk kedalam dan mendekati Billa. Minho mendekati Meira dan melepas tali pengikat ditubuhnya. "Sayang kau baik-baik saja kan?" Meira langsung memeluknya dan menangis.


Dua polisi mengangkat tubuh Billa, gadis itu menatap Meira. "Aku akan membalas perbuatan kalian."ucap Billa sebelum di bawa pergi oleh polisi.


"AKU AKAN MEMBUNUHNYA MEI....KAU TUNGGU SAJA....AKU AKAN MENGHANCURKAN SEMUANYA..."teriak Billa sampai dia tidak terlihat lagi.


Meira membenakan wajahnya di dada Minho. "Min....aku takut.."ucap Meira.


♢♢♢♢♢♢


Terlihat 4 orang melangkah memasuki rumah sakit dengan terburu.


"Minho..."panggil Taera saat melihat putranya duduk di kursi tunggu.


"Dimana Meira?"tanya Nara.


"Kalian tenang saja, Meira sedang di priksa di dalam."ucap Minho.


"Apa dia terluka parah?"tanya Nara.


"Tidak, tapi Meira mengalami tekanan pada pikirannya."jawan Minho.


"Putri ku..."ucap Nara menangis Taera langsung memeluknya memberi ketenangan.


Minho menatap wanita itu. "Aku rasa hanya mamah yang tau soal ini."batin Minho.


.....


Meira sudah di pindahkan kekamar inap, untuk sementara waktu gadis itu harus di rawat.

__ADS_1


"Meira sayang kau tidak papa kan?"tanya Nara yang masuk kedalam kamar inap itu.


"Aku tidak papa mah."jawab Meira Nara memeluk putrinya erat.


"Ceritakan saja pada mamah sayang, jangan kau pendam sendiri."bisik Nara.


"Meira sungguh baik-baik saja mah."balas Meira.


"Baiklah kalau begitu."ucap Nara menelepas pelukanya.


Barham mendekati putrinya dan memeluk gadis itu. "Syukurlah kau tidak papa sayang, ayah sangat mengkhawatirkan mu."ucap Barham.


"Meira tidak papa ayah, hanya luka kecil."ucap Meira Barham melepas pelukannya dan mencium kening Meira.


Hanri dan Taera juga memberikannya pelukan agar tenang. Meira menatap ayahnya.


"Kenapa sayang? Kau butuh sesuatu?"tanya Barham Meira menggeleng.


"Tidak ayah."jawab Meira Barham terseyum.


"Jika ingin sesuatu katakan pada ayah."ucap Barham.


Meira terseyum. "Ayah..."ucap Meira.


"Kenapa sayang."


"Aku sayang ayah."ucap Meira Barham terseyum.


"Ayah juga sayang pada mu, cepatlah pulih."ucap Barham mengelus pipi putrinya.


"Iya ayah."ucap Meira.


Mereka terseyum melihat pemandangan itu. Sedangkan Minho hanya diam menatap, banyak rahasia yang tersembunyi.


"Rahasia apa saja yang kau sembunyikan tuan Barham."batin Minho menatap pria itu.


Meira menatap Minho yang hanya diam. "Minho apa kau masih marah pada ku?"tanya Meira Minho terseyum.


"Tidak sayang, mana mungkin aku marah pada mu."ucap Minho melangkah mendekati Meira.


"Tapi kenapa kau hanya diam?"tanya Meira.


"Aku memikirkan keadaan mu, kau yakin tidak memikirkan apa pun?"tanya Minho Meira menggeleng.


"Tidak ada."jawab Meira.


"Baiklah, mungkin tidak sekarang.....sekarang kau istirahat lah, dokter bilang kau harus banyak istirahat."ucap Minho Meira mengangguk dan merebahkan tubuhnya.


"Minho kami titipkan Meira pada mu ya, mamah akan kesini lagi untuk mengantar keperluan Meira."ucap Nara.

__ADS_1


"Iya mah, aku akan menjaga Meira."ucap Minho.


"Ya sudah kalau gitu kami pulang dulu."ucap Henry menepuk bahu Minho lalu mereka melangkah pergi.


__ADS_2