Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
diberi kesempatan


__ADS_3

Plak


Hana dan Weni terkejud melihat Meira yang terkena tamparan itu karena melindungi Hana.


"YAKKK KAU..." Teriak seseorang dari arah pintu kanti.


"Mampus.." Gumam Hana lalu menarik Meira menjauh dari Gadis.


"Minho.." Gumam Gadis.


"Siapa kau berani menamparnya....HAH." Bentak Minho membuat suasana kanti berubah sunyi tanpa suar.


"Min.."


"BERANINYA TANGAN KOTOR MU ITU MENYENTUH GADIS KU." Teriak Minho murka.


"Bahkan dia mengganggu Meira saat dikelas Minho." Ucap Hana Weni mengangguk mengiakan.


Sedangkan Meira hanya diam pipi terasa panas.


"Min aku..eee.." Gadis menutupi pipinya saat Minho mengangkat tanganya.


"Cih...seperti itu saja kau sudah takut, aku bukan orang yang suka melukai seorang gadis. Tapi aku adalah orang yang akan menghancurkan siapa pun yang berani melukai gadis ku." Ucap Minho.


Didorongnya tubuh Gadis membuatnya terjatuh mendudukin makanan Hana yang tumpah. "Sekarang pergi sebelum kesabaran ku hilang." Ucap Minho.


Gadis beranjak dari duduknya lalu pergi dadi kantin.


"Kau tidak papa?" Tanya Hana Meira mengangguk tapi masih sambil memengang pipinya.


"Sayang kau tidak papa?" Tanya Minho melihat pipi Meira yang memerah.


"Aku tidak papa." Jawab Meira.


"Kenapa kau malah melindungi Hana, lohat sekarnag malah kau yang terluka." Ucap Minho cowok itu masih belum sepenuhnya percaya pada Hana.


"Minho tidak boleh seperti itu, Hana teman ku aku tidak akan membiarkan Hana di lukai." Ucap Meira.


"Lihat kau bahkan membelanya dari pada aku. Kau lupa dia dulu bagaiman pada mu." Ucap Minho.


Hana pergi begitu saja meninggalkan kanti.


"Han.." Panggil Meira.


"Kau itu apa-apaan sih Min, kau melukai eprasaan Hana." Ucap Meira menyusul Hana begitu juga Weni.


"Wahhh dia lebih memilih mantan musuhnya dari pada aku." Gumam Minho.


~□~□~□~□~□~


Hana berlari ketaman sekolah dia ingin sendiri.


"Han.." Meira menarik tangan Hana.


"Minho benar Mei...seharusnya kau sadar aku dulu sering melukai mu." Ucap Hana.


"Tidak seperti itu, memang tidak bisa dipungkiri itu yang terjadi. Tapi kau berhak berubah Hana, kau pantas dimaafkan. Tidak ada kata salah jika kau menyadari kesalahan mu dan mencoba memperbaikinya, kau punya hak untuk itu." Ucap Meira.


"Benar Han, kami berteman dengan mu bukan dari masa lalu mu. Tapi kami percaya pada mu." Ucap Weni Hana terharu mendengarnya.

__ADS_1


"Terimakasih." Ucap Hana Meira dan Weni terseyum lalu terdengar suara perut dari Weni.


"Kau lapar?" Tanya Meira.


"Aku lapar hehe." Ucap Weni Hana terkekeh.


"Kenapa kalian tidak makan tadi?" Tanya Hana.


"Kami memikirkan mu, mana mungkin kami meninggalkan mu dan maka dengan enak dikanti." Ucap Weni Meira mengangguk setuju.


"Ini.." Ucap seseorang menyerahkan kantong plastik berisikan makanan.


"Untuk siapa?" Tanya Weni.


"Untuk kalian, makanan dikantin juga sudah aku bayar.....dan kau sekarang isi perut mu." Ucap Minho menarik tangan Meria untuk duduk di kursi didekat mereka.


"Kami juga?" Tanya Weni.


"Duduk dan makan saja, aku membelikannya untuk kalian." Ucap Minho.


Meira mengambil roti dan sebotol air dingin dan meminum air itu.


"Ahhh segar." Ucapnya bersamaan dengan Hana dan Weni.


Lalu mereka tertawa bersama. "Wahh ada roti isi kacang." Ucap Weni mengambil roti itu.


"Kau suka kacang, nanti kau jerawatan." Ucap Hana sambil memakan rotinya.


"Ah kau tenang saja, aku punya obatnya untuk itu." Ucap Weni.


Meira hanya mendengarkan obrolan mereka, sedangkan Minho sibuk menatpanya.


"Karena kau membelikan ini untuk kami aku tidak jadi marah." Ucap Meira terseyum Minho hanya terseyum lalu mengekus pucuk kepala Meira.


"Menggemaskan sekali." Ucap Minho.


Meira menyodorkan roti bekas gigitannya. "Kau mau." Tawar Meira Minho pasti menolaknya tapi ternyata salah cowok itu mau memakain roti bekas gigitan Meira.


"Kau tidak jijik?" Tanya Meira.


"Untuk apa aku jijik, apa pun yang kau berikan pada ku aku terima, mau itu bekas gigitan mu aku akan memakannya." Ucap Minho.


Meira mengambil permen lolipop dan mengelumnya menjilatin permen itu sampai basah sedangkan Minho hanya menatapnya.


"Kalau ini." Ucap Meira Minho menerima lolipop itu dan menglumnya.


"Bahkan lebih manis kalau bekas mu." Ucap Minho Meira menyipitkan matanya.


"Dasar." Ucap Meira Minho hanya terseyum.


"Aahhh kita yang jomblo diam saja." Bisik Hana.


"Ya kau benar, aku rasa kita hanya obat nyamuk di sini." Ucap Weni.


"Woii...."


"Astaga...issshhh Tina mengejutkan ku saja." Ucap Weni kesal.


Tina hanya terkekeh lalu menatpa Hana. "Aaaahhh...Hana.." Ucap Tina.

__ADS_1


"Hy tidak usah seperti itu, kau seperti melihat hantu saja." Ucap Weni.


"Aku terkejud melihatnya disini." Ucap Tina lalu duduk dibangku kosong karena meja itu dikelilingi 4 bangku panjang.


"Tapi gak gitu juga kali." Ucap Weni.


"Ya elah namanya juga kaget, lu ah bikin orang sensi balasnya sewot amat." Ucap Tina keluar bahasa lu guenya.


"Ya lu santai aja kali." Ucap Weni lalu mereka berdua ribut.


Meira dan Minho hanya menonton dengan memakan cemilan mereka, sedangkan Hana berusaha memisahkan mereka.


"Sudah...sudah...kenapa jadi ribut." Ucap Hana.


"Sudah Han biarin aja, mereka memang suka gitu." Ucap Meira sambil memakan keripiknya lalu menyuapnya pada Minho.


"Melihat kalian berdua juga sama aja, aku jadi kaya obat nyamuk." Ucap Hana Meira hanya cengengesan.


"Udah ih, capet debat sama lu." Ucap Weni.


"Yang ngajak debat juga sapa?" Tanya Tina tidak mau kalah.


"Han sejak kapan lu tobat?" Tanya Tina blak-blakan Han terkekeh.


"Ya elah lu blak-blakan amat kalau ngomong, di rem napa." Ucap Weni.


"Kenapa jadi lu yang sewot." Ucap Tina.


"Udah.."bentak Hana membuat mereka terdiam.


"Aku tidak papa, pertanyaan Tina wajar karena mengingat aku banyak melakukan kesalahan sama kalian." Ucap Hana.


"Aku balik lagi berkat mereka, Meira memberikan ku kesempatan untuk memperbaikan kesalah yang pernah aku buat." Jelas Hana Tina mengangguk mengerti lalu mengambil keripik Meira membuat gadis itu cemberut.


"Ooh jadi gitu, bagus deh."


"Keripik ku." Ucap Meira Minho membukakan yang baru untuknya.


"Tapi kau harus lebih membuktikannya lagi, kau tau sendiri bagaimana murid sekolah ini. Mereka pasti ngomongin mu terus." Ucap Tina.


"Iya kau benar, bahkan saat dikantin tadi mereka membicarakan ku. Hah tidak papa, karena aku memang salah." Ucap Hana Tina terseyum.


"Sudahlah jangan dipikirkan, aku dukung jika kau ingin berubah. Tapi jika kau melakukan kesalhan lagi maka aku gak akan segan membalasnya Meira itu teman yang sempurna bagi ku." Ucap Tina membuat Meira mulu.


"Aahhh kau berlebihan." Ucap Meira Ketiga gadis itu terkekeh melihat tingkah Meira yang malu-malu.


"Dan aku akan terus mengawasi mu, awas kau jika melangkah perkataan mu." Ucap Minho.


"Siap tuan muda." Ucap Hana.


"Eh si gembul mana?" Tanya Weni menanyakan Gina.


"Lagi sakit dia, oleh terlalu banyak makan." Jawab Tina.


"Ya elah, banyak makan malah sakit." Ucap Weni.


"Gimana gak sakit, orang dia ajak makannya campur-campur jadi kaya orang mabuk." Ucap Tina Weni terkekeh mendengarnya.


Lalu mereka semua tertawa bersama saling berbagi cerita dan mengobrol banyak hal.

__ADS_1


__ADS_2