
"Apa? Ibu bertemu dengannya?" Tanya seorang gadis dari balik kaca transparan.
"Iya, dia menolong ibu jarena mobil ibu mogok lagi." Jawab wanita didepannya.
"Ibu kau tau kan dia..."
"Ya ibu tau...."
"Apa rencana ibu?" Tanya gadis itu.
"Apa lagi? Kalau bukan menghabisinya."
"Sayang..."
"Pergilah kekelas mu Minho." Ucap Meira gadis itu masih tidak menghiraukan Minho.
"Sayang aku minta maaf."
Meira masuk kedalam kelasnya dan tidak memperdulikan Minho.
Weni dan Hana menatap mereka bingung. "Wen mereka kenapa?" Tanya Hana.
"Gak tau, kayanya ribut deh." Jawab Weni.
Meira sudah duduk dibangkunya di ikuti Minho yang berdiri disampingnya. "Sayang..."
"Pergi Minho ini bukan jelas mu." Ucap Meira membuka bukunya.
"Aku akan diam di sini sampai kau memaafkan ku." Ucap Minho.
"Hana.....perasaan ku padahal tadi malam Meirayang pulang terlambat tapi kenapa Minho yang minta maaf." Bisik Weni.
"Apa? Meira pulang lambat, mungkin Minho mimta maaf karena merasa bersalah." Balas Hana.
"Bisa jadi."
"Selamat pagi anak-anak....Minho sedang apa kau disitu?" Tanya Ibu guru lalu melihat kearah Meira yang tidak menatap Minho.
"Jika sedang ribut selesaikan dulu, jangan di bawa kesekolahan. Urusan trumah tangga kok dibawa kesekolahan." Ucap ibu guru.
Meira menghelakan nafasnya lalu bernajak, menyeret Minho keluar.
"Ya ampun, kasar banget sama suami." Ucap ibu guru anak muridnya ahnya terkekeh.
"Apa?" Tanya Meira.
"Sayang aku minta maaf, aku hanya khawatir pada tadi malam karena kau pulang terlambat." Ucap Minho.
"Lalu rasa khawatir mu harus dilampiaskan menjadi rasa curiga, Minho kau sayang pada ku atau tidak sih?" Tanta Meira kesal.
"Aku sayang sama kamu. Maafkan aku, apa yang Billa bila lakukan sama kamu, kamu gak di apa-apain kan?" Tanya Minho.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, kau gak tau bagaimana gugubnya kau saat tau dia ibu Billa dan lebih parahnya lahi foto ku dan ayah tertinggal disana mungkin dia sekarang tau aku anak ayah dan mungkin nyawa ku dalam bahaya sekarang. Tapi saat pulang kerumah kau semakin membuat ku marah, kau mencurigai ku."
"Apa kau pikir aku tidak sakit mendenganya, kau mungkin berpikir karena aku belum memiliki perasaan pada mu aku akan mempermainkan mu. Tidak Minho aku tidak sejahat itu, walau aku tidak memilimi perasaan pada mu aku tidak mungkin mempermainkan mu" Ucap Meira melampiaskan amarahnya.
"Sayang..."
"Seakarang pergi kekalas mu, aku kecewa pada mu." Ucap Meira lalu kembali kekelasnya.
Minho mengacak rambutnya kasar. "Bodohhhh..."ucapnya memaki diri sendiri.
"Aakkkhhh....dasar bodoh kau Minnn...kenapa bisanya kau seperti itu padanya." Maki Minho.
.....
__ADS_1
Bel istirahat berbunyi, Meira jadi banyak diam sekarang membuat Hana dan Weni khawatir.
"Mei..."
"Aku tidak papa Wen." Balas Meira sebelum Weni bertanya.
Mereka diam, dari pada dilanjutkan lebih baik mereka membiarkan Meira tenang dulu. Mereka sekarang dikantin.
Minho berlari kearah Meira dan duduk disamping gadis itu.
"Sayang.." Panggil Minho.
Tanpa menolah Meira langsung beranjak begitu saja, Minho menahan tanganya.
"Sayang ku mohon.." Meira melepas tangan itu.
"Sayang..."
"Apa kau tidak paham dengan kesalahan mu?"
"Aku paham, ku mohon maafkan aku." Ucap Minho menatap Meira lirih.
"Aku kecewa pada mu Minho dan kau terus minta maaf pada ku apa kau pikir bisa menyelesaikan masalah." Ucap Meira.
Jika sudah marah tidak ada embel-embel sayang lagi dari Meira.
"Baiklah, apa yang kau inginkan?" Tanya Meira.
"Jangan hiraukan aku." Ucap Meira berniat pergi tadi di tahan oleh Minho.
"Tidak bisa seperti itu Sayang...mana mungkin aku tidak menghiraukan mu."
"MEIRA..." Amarah Minho terpancing bahkan Hana Weni dan Juan terkejud melihat Minho membentak Meira.
"Kenapa? Hah? Mau marah." Tantang Meira.
"Kenapa kau seperti ini hah?"
"Kau yang kenapa Minho? Dengan gampangnya kau mencurigai ku seperti itu, apa kau pikir tidak sakit saat orang yang kau cintai mencurigai mu." Ucap Meira Minho tertegun.
"Apa?" Minho menatap Meira apa yang dia dengar tadi.
"Sayang.."
"Sudahlah Minho...aku tidak mau melihat mu." Ucap Meira melepas tanganya dan berniat pergi.
"Wah...wah ada yang sedang kelahi rupanya. Sudahlah Minho kau dengan ku saja." Ucap Gadis tangan Meira terkepal melihat Gadis memeluk Minho dari samping.
Meira menarik Gadis sampai dia terduduk dilantai.
"Akh.."
"Siapa yang memberi mu ijin memepuknya HAH." Bentak Meira Gadis terdiam.
"Waahhh..." Hana dan Weni tertegun melihat amarah Meira.
Tina dan Gina datang mendekat...
"Sayang sudahlah."
__ADS_1
"Apa kau suka dipeluk olehnya, kenapa kau cuman diam." Ucap Meira.
"Tidak sayang, mana mungkin aku suka dipeluk gadis lain kalau bukan yang memeluk ku." Ucap Minho takut baru kali ini dia melihat kemarahan Meira.
"Santai saja kenapa sih." Ucap Gadis mendorong Meira Minho langsung menangkap tubuh Meira.
"GADIS.." Bentak Minho.
"Dia yang duluan, gadis murahan kaya dia kau suka."
Plak...
Semua orang tertegun mepilat Meira pertama kali menampar seseorang.
"Jaga ucapan mu ya." Ucap Meira penuh amarah melangkah mendekati Gadis membuat gadis itu mundur.
"Apa kau bilang tadi, gadis murahan hah? Kau buta? Gak sadar diri, atau oh...berapa harga diri mu permalam nona." Ucap Meira.
"Kau." Gadis siap menamparnya tapi Meira lagi-lagi melawan dan menahan tangan Gadis.
"Apa? Mau pukul? Pukul." Tantang Meira menunjuk pipinya
"Wahhh baru kali ini aku melihat Meira berani melawan seperti ini." Ucap Tina di anggukan oleh ketiga gadis itu. Bahkan saat Hana dulu membulynya Meira tidak berani sampai menampar paling hanya melawan dengan kata-kata.
"Akhh.." Rintih Gadis saat merasakan cekraman itu kuat.
"Sekali lagi kau berani menyentuh Minho ku, bukan hanya tangan mu yang ku sakiti. Tapi nyawa mu akan pergi dari tubuh mu." Ucap Meira lalu menghempas tangan Gadis dan mendorongnya.
"Pergi.."ucap Meira. Gadis pergi begitu saja.
"Sayang..."
"Kau diam...aku masih marah pada mu." Ucap Meira lalu kembali duduk.
Meira melanjutkan makannya, Minho duduk didepannya. Hana dan Weni tidak berani menegur takut jika ada salah-salah.
Juan juga ikut duduk tapi disamping Weni begitu juga Tina dan Gina duduk disamping Hana.
"Sayang..."
Bukannya menjawab Meira malah menyodorkan satu suap pada Minho. "Makan, tadi pagi tidak sempat sarapan bukan." Ucap Meira Minho terseyum dan menerima suapan itu.
"Enak...makasih sayang.." Ucap Minho kesenangan.
"Ini masakan kanti bukan masakan ku." Ucap Meira.
"Tapi kan kau yang menyuapi ku, jadinya masakannya terasa enak..aaa lagi." Ucap Minho manja.
Meira menatapnya sambil berusaha menahan seyumnya. Tanganya bergerak menyuapi Minho, cowok itu terus menggodanya.
"Berhentilah menggoda ku." Omel Meira.
"Kenapa? Aku menggoda mu, apa salahnya aku menggoda calon istri ku sendiri." Ucap Minho Meira hanya menatapnya tajam.
"Aku masih marah pada mu." Ucap Meira.
"Aku tidak peduli, biar kau marah atau apa pun aku tetap sayang pada mu." Ucap Minho Meira tidak bisa menahan seyumnya lagi.
"Aiisshh kau ini, jangan membuat ku marah lagi." Ucap Meira.
__ADS_1
Minho mengelus kepalanya. "Iya sayang maafkan aku." Ucap Minho Meira terseyum dan mengangguk.