Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
jalan-jalan


__ADS_3

Meira tengah bersiap untuk siang ini, Minho mengajaknya jalan kemana pun Meira mau.


"Ku rasa akan lebih seru jika aku mengerjainya nanti."gumam Meira sambil mengaplikasikan make up kewajahnya.


Setelah selesai Meira beranjak dan melangkah keluar kamar. Minho yang menunggunya di depan kamar pun menolah, cowok itu terdiam melihat kecantikan Meira.


"Kenapa? Tidak bagus ya?"tanya Meira heran melihat Minho yang hanya diam menatapnya.


"Ah...tidak...kau cantik seperti itu, dressnya cocok dengan mu."ucap Minhon membuat pipi Meira bersemu.


"Benarkah? Aku cantik?"tanya Meira Minho terseyum.


"Cahh kita berangkat."ucap Minho menggenggam tangan Meira dan melangkah bersama.


■{}■{}■{}■


"mau kemana dulu kita?"tanya Minho sambil fokus menyetir.


"Aku ingin membeli sesuatu di Mall, kita belanja dulu bagaimana?"tanya Meira.


"Baiklah ayo.."ucap Minho.


Tidak sampai 10 menit mereka sampai dimall besar dikota itu. Mobil mereka parkirkan di ruang bawah tanah tempat parkir yang sudah tersedia, Minho turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Meira.


"Terimakasih."ucap Meira Minho terseyum.


Mereka melangkah beiringan memasuki mall itu, Minho menggenggam tangan Meira dia tidak ingin gadis itu terlepas darinya.


Beberapa pasang mata melihat kearah mereka. "Bukan kah itu anak dari tuan Henri dan tuan Barham, oohh ya ampun ternyata benar tentang pertunangan anak mereka."ucap seseorang.


"Pembisnis seperti mereka jelas akan menjodohkan anak mereka dengan anak sahabat mereka sendiri."ucap satu orang lagi.


"Mereka terlihat sangat serasi."


Ya siapa yang tidak kenal dengan keluarga mereka, bahkan seluruh kota tau bagaimana kesuksesan keluarga mereka. Rumah yang mereka tepati saja seperti kerajaan bahkan koleksi mobil pun berderet di garasi mobil rumahnya.


"Kau ingin membeli apa?"tanya Minho.


"Kita ketoko aksesoris itu dulu."ucap Meira menunjuk toko yang mengjual berbagai pernak-penik berbagai macam warna.


Mereka memasuki toko itu dan melihat-lihat.


"Aaaa ada."ucap Meira mengambil sebuah topi.


"Untuk apa itu?"tanya Minho Meira mendekatinya dan memeasangkannya pada Minho.


"Waahhh itu cocok dengan mu, coba kau tekan ini."ucap Meira menunjukan juntaian dari topi itu jika di tekan membuat telinga di atas topi itu naik.


Minho hanya mengikutinya dan Meira terseyum. "Kau menggemaskan sekai, ayo kita beli itu. Aku akan memakainya."ucap Meira mengambil lagi barang yang sama dengan warna pink.

__ADS_1


Minho memkai warna biru dan dirinya pink. Setelah membayar mereka keluar dari toko itu, banyak orang terseyum melihat mereka.


Tapi Minho tidak peduli, seyum dibibir Meira adalah hal penting baginya dia tidak ingin membuat gadis itu sedih.


"Minho ayo kesana."ucap Meira menaraik tangan Minho memasuki kawasan permainan yang menggunakan koin.


Tapi langkah mereka terhenti saat melihat tempat itu penuh dengan orang dewasa dan anak-anak.


"Yahhh penuh sekali."ucap Meira Minho menatapnya wajah gadis itu terlihat sedih.


Minha mengeluarkan ponselnya dan dan menelpin seseorang. Minho mengatakan sesuatu lalu seseorang datang dan membubarkan mereka.


"Maaf semuanya, tapi anak tuan muda dan nona muda yang juga ingin bermain di tempat ini jadi sayang harap kalian keluar."ucap seseorang yang memakai seragam serba hitam.


Miera tertegun lalu menatap Minho. "Kau yang melakukannya?"tanya Meira.


"Iya, kau ingin main kan. Ayo."ucap Minho tapi Meira menolak.


"Kau tidak bisa seperti itu, lihatlah anak-anak itu jadi sedih keluar dari permainannya."ucap Meira lalu melangkah mendekati orang itu.


"Kau siapa?"tanya Meira.


"Selamat siang nona muda, saya sekretaris sekaligus kaki tangan tuan muda Minho."jawab orang itu membuat Meira tertegun.


"Cepat beritahu mereka untuk kembali, kau tidak bisa mengambil hak mereka untuk bermain. Mereka juga ingin bermain."ucap Meira.


"Tapi nona."


"Baik nona."


Meira kembali mendekati Minho dan menatapnya kesal lalu pergi begitu saja.


"Hy...tunggu."ucap Minhon menahan tangan Meira.


"Kau bilang ingin bermain, aku sudah meminta mereka untuk pergi kenapa tidak jadi?"tanya Minho.


"Tidak seperti itu caranya Minho, mereka juga ingin bermain. Lihat lah anak-anak itu mereka senang memainkannya, biarkan saja mereka bermain disana kita saja yang pergi."ucap Meira melanjutkan langkahnya.


Minho terdiam menatap gadis itu. "Hah...padahal aku hanya ingin dia senang."gumam Minho.


"Tuan."


"Ya ampun...aiishh kau mengejutkan ku saja."ucap Minho.


"Maaf tuan, tapi sesuai perintah nona muda saya sudah mengijinkan mereka bermain lagi. Apa boleh saya pergi."


"Ya sudah sana pergi."ucap Minho kesal lalu menyusul Meira.


"Wahh mood tuan berubah, dan juga untuk apa tuan memakai topi itu."gumam Viko sekretaris Minho tadi.

__ADS_1


Minho mencari kemana perginya Meira tadi. "Mei kau kemana?"gumam Minho.


"Iisshhh kenapa aku bisa kehilangan dia seperti ini."gumam Minho tiba-tiba ponselnya berdering.


"Meira.."


"Hallo Mei kau..."


"Aku di mobil cepatlah kemari, aku ingin pulang."ucap Meira disebrang sana lalu sambungan telpon itu terputus.


"Ada apa? Kenapa tiba-tiba dia meminta pulang."gam M inho lalu melangkah menuju parkiran.


Sesampainya di sana Minho melihat Meira yang berdiri disamping mobil menunggunya, Minho mendekat padanya.


"Kenapa?"tanya Minho Meira mengangkat kepalanya.


Meira terseyum. "Kita pergi ketempat lain saja bagaimana?"tanya Meira.


Minho terseyum. "Ya sudah ayo."ucap Minho membukakan pintu untuk Meira.


Gadis itu masuk kedalam dan memasang sabuk pengamannya di susul Minho yang duduk dikursi kemudi.


Mobil itu perlahan pergi dan meninggalkan tempat itu. Sepanjang jalan mereka hanya diam atau lebih tepatnya Meira yang hanya diam.


"Mei..."panggil Minho mengalihkan perhatian Meira.


"Kenapa?"tanya Meira.


"Kau kenapa? Wajah mu terlihat sedih."ucap Minho.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu tapi sudahlah lupakan saja. Aku main kepantai, ini sudah hampir sore aku rasa kalau jalan kesana kita akan melihat senja."ucap Meira Minho terseyum lalu mengelus pucuk kepalanya.


"Baiklah sesuai keinginan mu."ucap Minho Meira terseyum.


Gadis itu menatapnya. "Sepertinya aku harus menerima mu mulai sekarang. Hanya kau yang aku percaya sekarang."batin Meira.


"Min..."panggil Meira


"Iya sayang, kenapa?"tanya Minho Meira berusaha menahan seyumnya.


"Kau berjanji akan melindungi ku bukan?"tanya Meira.


"Tentu saja, kau milik ku. Siapa lagi yang akan menjaga mu jika bukan aku."jawab Minho sesekali melihat kearah Meira.


"Ada apa hhmm?"tanya Minho mengelus pipi Meira.


Meira terseyum lalu menggenggam tangan Minho yang ada dipipinya. "Jangan tinggalkan aku."ucap Meira Minho melihat kearahnya dan terseyum.


"Tentu saja, aku tidak akan meninggalkan mu."ucap Minho lalu mencolek pucuk hidung Meira.

__ADS_1


Meira terseyum lalu memeluk lengan Minho dan bersandar di bahu cowok itu. Minho terseyum dan mencium pucuk kepala Meira.


"Dia menghianati ku."batin Meira.


__ADS_2