Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
pantai


__ADS_3

Mereka sampai di sebuah pantai biru yang indah, Meira terpesona melihatnya. Dia keluar dari mobil dan melepas sepatunanya diletakannya di atas pasir yang tidak jauh dari pantai.


"Minho ayo..."ucap Meira yang sudah berlari kearah pantai.


"Wahhhh." Gadis itu sudah bermain dengan pasir-pasir disana.


Minho terseyum melihatnya dia juga ikut melepas sepatunya dan meletakannya di samping sepatu Meira. Cowok itu melangkah mendekati gadis itu, Meira terseyum padanya dan mengulurkan tanganya.


Minho menerima uluran tangan itu dan menggenggamnya. Mereka melangkah beriringan ditepian pantai, dress Meira sudah sedikit basah bagian bawah karena tersapu ombak.


Meira terus menatap iar luas itu, air yang jernih dan dingin membuatnya tenang. "Minho..."


"Ya.."


"Apa kau memiliki teman?"tanya Meira.


"Ada, namanya Juan. Dia mutid pindahan dari jakarta tahun lalu."jawab Minho.


"Apa kalian sudah kenal lama?"tanya Meira.


"Uuumm sebelum dia pindah kesini, kami sudah kenal sejak smp. Dia satu klub bangket bersama ku."jawab Minho.


"Benarkah, kau bisa bermain basket?"tanya Meira tidak percaya.


"Kau pikir aku tidak bisa, temtu aku bisa sayang."ucap Minho sambil mencolek hidung Meira.


"Tapi aku tidak pernah melihat mu bermain basket."ucap Meira.


"Karena kau tidak pernah kelapangan, aku kira jika aku ikut klub basket kau akan melihat ku dilapangan ternyata tidak kau lebih memilih menyendiri di taman sekolah, padahal aku ingin sekali menghampiri mu tapi aku tidak berani."ucap Minho.


Meira terseyum. "Ya aku tau, pasti karena kau pikir aku akan menghindari mu dan menjauh kan?"tanya Meira Minho mengangguk sebagai jawaban.


"Lalu kau dengan Billa sejak kapan berteman?"tanya Minho.


"Sejak kelas 1, awalnya aku pendiam tidak ingin bicara. Dialah yang menegur ku lebih dulu, aku pikir aku tidak akan memiliki teman ternyata tidak dia baik pada ku."jawab Meira menunduk.


"Pantas saja kau selalu dengannya."ucap Minho Meira hanya terseyum miring.


"Tapi dia menghianati ku."batin Meira.


"Lihat, ada cangkang kerang."ucap Minho mengambil cangkang itu dan membersihkannya dengan air pantai.


"Wahhh bagus sekali."ucap Meira.


Minho terseyum lalu mencarikannya lagi untuk Meira. "Itu.."tunjuk Meira.


Gadis itu hanya membantunya mencari dan Minho yang mengambilnya.


"Ini sudah banyak."ucap Meira tanganya di penuhi dengan cangkang kerang.


Minho terkekeh. "Kau jadikan hiasan saja."ucap Minho.


Meira terlihat berpikir lalu meraih ponselnya. "Minho, ayo kita poto."ucap Meira Minho mendekatinya.


"Satu dua tiga."


Cekrek.


"Lagii."ucap Meira saat Minho ingin menjauh.

__ADS_1


"Satu dua tiga."


Cekrek.


Foto kedua membuat Meira terdiam, karena difoto itu Minho mencium pipinya.


"Sudah, tidak lagi?"tanya Minho.


"Sudah...sudah.."jawab Meira melangkah mendahului Minho.


Minho tau gadis itu sedang gugub karena ulahnya. Mereka menyisiri sepanjang pantai itu sampai mereka berhenti dibawah pohon di pinggir pantai dan duduk disana.


"Tidak terlalu jauh dari mobil."ucap Minho yang masih bisa melihat mobil dari arah situ.


Mereka berdiam diri, menikmati angin yang bertiup. Meira memejamkan matanya, merasakan hembusan angin itu.


"Mei.."panggil Minho.


"Ya.."balas Meira melihat kearahnya.


"Apa aku bisa memiliki hati mu?"tanya Minho Meira terdiam menatapnya.


"Tidak tau...lihat saja nanti."jawab Meira terseyum Minho juga ikut terseyum.


Cowok itu menjadikan satu tanganya sebagai tumpuan lalu menyerongkan badanya kearah Meira.


"Mei."


"Ada apa?"tanya Meira.


"Aku mencintai mu."ucap Minho membuat Meira terdiam.


Minho mencium bibir itu lembut, Meira pun membalasnya. Tangan Meira menyentuh tangan Minho yang berada dipipinya, Minho semakin menarik tekuk Meira memperdalam ciuman mereka.


"Aku tidak akan melepaskan mu."batin Minho.


"Buat aku mencintai mu Min."batin Meira.


*****


Mereka kembali melangkah bersama menyusuri pantai dengan tangan yang saling mengenggam. Minho terseyum melihat Meira memainkan kakinya di air pantai itu.


"Sudah lihat lah rok mu basah."ucap Minho Meira terkekeh.


"Biarkan saja."ucap Meira lalu menyentuh air pantai itu dengan tanganya ide jahil mengalir dikepalanya.


"Aakhh." Meira pura-pura kesakitan setelah menyentuh air itu.


"Hy ada apa?"tanya Minho ikut berjongkok di depan Meira yang berjongkok sambil memegangi tanganya.


"Sakit.."ucap Meira lalu menyentuh air itu.


Dan...


Gadis itu mencipratkan air pada wajah Minho. "Kena kau."ucap Meira lalu berlari kabur.


Minho mengusap wajahnya dan terseyum miring. "Dia ingin bermain ternayata."gumam Minho.


"Hy cupu ayo kejar aku."ucap Meira.

__ADS_1


Minho berdiri dari jongkoknya dan menghadap Meira. Meletakan tangan dipinggang. "Kau sepertinya ingin mencari gara-gara dengan ku."ucap Minho.


"Tidak...aku tidak mau gara-gara, akuu lebih suka agar-agar saja."balas Meira Minho terseyum lalu mulai berlari.


"Aakhh..." Meira berlari dari kejaran cowok itu.


"Awas kau ya."ucap Minho.


"Tangkap aku kalau bisa."balas Meira masih berusaha kabur dari kejaran Minho.


Dari kejauhan seseorang memperhatikan mereka. "Tuan tenang saja, tuan dan nona muda terlihat bahagia."ucap orang itu.


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu, jadi kami tidak sia-sia harus berbohong pada Meira agar putri ku itu mau berdekatan dengan Minho."ucap orang disebrang telpon sana, siapa lagi jika bukan ayah Meira.


Ternyata perjalanan bisnis itu hanya tipuan agar putrinya itu bisa lebih dekat dengan Minho. Sedangkan Shina sebenarnya hanya melakukan tur dua hari tapi terpaksa dia tidak pulang kerumah demi menjalankan rencana ayahnya itu, tentu dia tidak menyia-nyiakannya. Shina akan bersama kekasihnya sepanjang hari sampai rencana ayahnya selesai.


"Aakkhhh..."teriak Meira saat tubuhnya terangkat begitu saja oleh Minho.


"Kena kau."ucap Minho memeluk pinggang Meira dan mengangkat gandis itu.


"Min...Min sudah."ucap Meira sambil menepuk bahu Minho.


Cowok itu menurunkannya membuat Meira menempel didadanya. "Aduh.."ucap Minho.


"Kenapa?"tanya Meira.


"Sepertinya mata ku kelilipan."ucap Minho.


"Apa? sini biar aku lihat."ucap Meira Minho sedikit membungkukan tubuhnya agar Meira bisa melihat matanya.


"Aku tiup ya."ucap Meira meniup mata Minho.


"Sudah."


"Belum."ucap Minho Meira kembali menium matanya dan..


Cup..


Satu kecupan mendarat dibibirnya membuat Meira tertegun.


"Sudah sembuh."ucap Minho pipi Meira berubah merah.


"Iiiiii dasar Minho cupu mesum, kau mencuri ciuman ju lagi."ucap Meira memukul tubuh Minho.


"Akhh aduh ampun....Mei sakit."ucap Minho pura-pura kesakitan.


"Rasain."ucap Meira menghentikan pukulannya Minha menegakan badannya.


Meira melihat kearah lain, Minho terseyum dan mencium kening Meira.


"Aku menyayangi mu."ucap Minho lalu memeluk Meira.


Gadis itu awalnya terdiam lalu perlahan membalas pelukan itu. Meira terseyum dan menyandarkan kepalanya didada bilang itu.


Minho semakin memeluknya erat. "Aku sangat menyayangi mu."ucap Minho Meira mengangguk.


"Tidak perlu kau perjelas lagi."ucap Meira.


"Tapi aku suka mengatakannya."ucap Minho Meira hanya terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2