
Sepulang sekolah Minho mengajak Meira jalan-jalan.
"Aku ingin punya hewan peliharaan." Ucap Meira sekarang mereka berada didalam mobil.
"Tiba-tiba sekali kau minta itu, kau ingin beli hewan apa?" Tanya Minho.
"Anjing."
"Weeeiii kasar." Ucap Minho.
"Hy aku serius aku ingin anjing." Ucap Meira.
"Iya sayang tapi bicaranya baik-baik saja." Ucap Minho.
Meira terkekeh. "Aku sengaja"ucap Meira Minho menggelengkan kepalanya lalu menarik kepala Meira untuk bersandar padanya.
"Aku tau tempat yang menjual hewan peliharaan yang sehat." Ucap Minho.
"Kau beneran ingin membelikannya untuk ku?" Tanya Meira senang.
"Apa pun untuk mu sayang." Ucap Minho.
"Kalau begitu aku minta beliin mobil, belaja seharian di mall, dan beli banyak hal lagi. Kau mengijinkan ku?" Tanya Meira berbinar menatap Minho.
Wajah Minho berubah masam. "Iya sayang...boleh nanti aku belikan." Ucap Minho.
"Hahahahha...aku bercanda sayang mana mungkin aku minta hal itu."
Cciiitt.
"Aduhh....kenapa kau mengerem mendadak?" Tanya Meira kesal karena tangannya terbentur.
"Kau memanggil ku apa tadi?" Tanya Minho.
"Manggil apa? Minho, aku memanggil Minho kan tadi." Ucap Meira.
"Tidak kau memanggil ku sayang tadi." Ucap Minho.
"Tidak Minho aku memanggil nama mu tadi." Ucap Meira.
"Ah sudah lah." Ucap Minho kelihatannya cowok itu kesal karena Meira tidak mau jujur.
Meira terseyum lalu memeluk lengan cowok itu sambil menunpukan dagunya dibahu Minho agar bisa melihat wajah cowok itu.
"Marah?" Tanya Meira Minho hanya diam.
"Ternyata kau bisa marah juga ya sayang.." Ucap Meira sambil mencekram pipi Minho dengan satu tangan dan menggoyangkannya ke kiri ke kanan.
Minho menatapnya lalu fokus pada jalan. "Mei..." Ucap Minho Meira terkekeh.
"Iya iya aku memanggil mu sayang, apa salah aku memanggil mu itu. Aku hanya ingin mencoba memanggil mu sayang, ternyata lebih bagus dipanggil seperti itu." Ucap Meira Minho terseyum pipinya terasa panas.
Meira pun terkekeh melihat tingkah Minho. "Boleh kan?" Tanya Meira.
__ADS_1
"Hhhmm.." Minho sebenarnya sedang menahan degub jantungnya.
"Kenapa Hmm tidak suka? Ya udah aku.." Minho tiba-tiba mengecup bibirnya membuat ucapan Meira terhenti.
"Tentu boleh sayang." Ucap Minho terseyum sambil mencubit pipi Meira pelan.
Gadis itu terseyum dan menyenderkan kepalanya pada Minho. "Ya aku harus belajar memanggilnya sayang, karena hati ini sudah memilih dia." Batin Meira.
☆☆☆☆☆☆
Sesampainya di toko hewan Meira bersemangat dan keluar lebih dulu. Mendekati ajing-ajing yang di taruh disebuah rak yang tersusu rapi terhalang dinding kaca.
"Waaahhh sayang lihat yang coklat lucu." Ucap Meira gemas bahkan dia sampi lompat kegirangan.
"Ayo cepat." Ucap Meira menarik Minho masuk.
Cowok itu hanya mengikutinya, sedari tadi dada tidak bisa tenang setiap melihat tingkah Meira. "Kenapa dia selalu berhasil membuatnya jatuh cinta terus." Batin Minho.
"Ini nona." Ucap suster hewan yang menjaga toko hewan itu menyerahkan anjing yang Meira tunjuk tadi pada gadis itu.
"Hy...sayang lihat lucu bukan?" Tanya Meira Minho mengangguk dan mengelus pucuk kepalanya.
"Iya kau lucu dan menggemaskan." Ucap Minho.
"Ishh bukan aku, maksudnya anjingnya." Ucap Meira kesal membuat Minho tersadar.
"Oh ii iya anjingnya lucu." Ucap Minho sambil menggaruk tekuknya.
Suster hewan itu hanya menahan tawanya.
"Mari ikut saya, saya akan menunjukannya pada nona." Ucap suster itu dan membawa mereka berdua masuk kedalam ruangan khusus.
Disana suster itu mengajari bagaimna cara merawat dan juga jadwal makan si anjing. Setelah itu Minho membawar semuanya dari membeli ajing itu dan perlengkapannya lengkap ditoko itu juga.
Sekarang mereka berada di dalam mobil perjalan pulang, Meira terus bermain dengan anak anjing itu.
"Dia imut sekali." Ucap Meira.
"Karena kau berwarna coklat aku akan menamaimu Kukie." Ucap Meira.
"Kenapa Kukie?" Tanya Minho.
"Karena dia kue coklat yang lembut." Ucap Meira Minho terseyum.
Meira bermain dengan anjing itu tidak sadar kalau sekarang Minho membawanya pulang kerumah cowok itu bukan kerumah Meira.
"Kenapa pulang kerumah mu?" Tanya Meira tersadar.
"Kenapa kau tidak ingin tinggal dengan ku?" Tanya balik Minho.
"Bukan seperti itu, tapi apa ayah.."
"Ayah mu sudah bilang pada ku mulai sekarang kau tinggal bersama ku." Ucap Minho lalu keluar dari mobil Meira juga ikut keluar.
__ADS_1
Minho membuka bagasi mobil dan mengeluarkan barang-barang anjing itu.
"Ayo masuk sayang, kenapa masih diluar?" Tanya Minho sambil melangkah mendahului Meira.
Gadis itu hanya bingung,dia pikir ayahnya tidak akan mengijinkannya tinggal bersama Minho lahi.
Minho membawa tempat tidur anjing itu dan meletakannya di samping sofa dan juga di kamar Meira.
Minho menyimpan makanan anjing itu di bawah lemari akuarium agar Kukir tidak mengigitnya jika lapar.
Minho menghampiri Meira yang duduk disofa ruang tengah dengan Kukie dipangkuannya.
"Aahhh aku jadi cemburu." Ucap Minho ikut duduk disamping Meira.
"Cemburu kenapa?" Tanya Meira bingung.
Minho mengambil alih Kukir dan memeluknya lalu Minho merebahkan tubuhnya menjadikan paha Meira sambagai bantal kepalanya.
"Aahhh seperti ini nyaman sekali." Ucap Minho Meira terseyum jadi cowok itu cemburu pada Kukie.
"Pada Kukie saja kau cemburu." Ucap Meira.
"Aku belum pernah tidur dipaha mu, dan dia yang baru gabung dengan kita sudah merasakannya tidur dipangkuan mu." Ucap Minho memejamkan matanya.
Meira hanya terseyum mendengar ucapan Minho, tanganya bergerak mengelus rambut Minho dan mengelus kening cowok itu.
Meira menatap wajah Minho yang memejamkan matanya. "Kau berhasil merebut hati ku dan membuat ku jatuh dalam pesona mu, sekarang giliran ku menunjukan bahwa aku mencintai mu." Batin Meira dia tertegun saat Minho membuka matanya.
"Sayang.." Panggil Minho.
"Hhmmm."
"Apa....kau sudah mencintai ku?" Tanya Minho Meira terdiam.
Dia ingin menjawab iya, tapi belum saatnya. "Uuumm..."
"Belum ya? Tidak papa, aku akan berjuang lagi. Kau bisa belajar memanggil ku sayang sekaligus belajar untuk mencintai ku." Ucap Minho lalu memiringkan tubuhnya membuat wajahnya menghadap perut Meira.
"Aku mencintai mu." Ucap Minho Meira terseyum.
Tanganya terus menyisir rambut tebal itu dan sesekali memijit pelipis Minho. "Kau pasti pusing harus membagi waktu antara sekolah dan perkerjaan." Ucap Meira.
"Aku sudah terbiasa, dan sekarang aku bisa lebih tenang setelah ada kamu di sisi ku." Ucap Minho Meira terseyum.
"Aku sangat berarti ya dalam hidup mu?" Tanya Meira Minho membuka matanya dan menatap Meira.
"Iya kau sangat berarti bagi ku. Kau adalah cinta ku, kau pemilik hati ku. Hanya kau yang aku inginkan." Jawab Minho lalu menegakkan badanya duduk menghadap Meira.
"Walau aku seperti ini kau tetap mencintai ku?" Tanya Meira.
"Aku tidak peduli mau kau seperti apa, aku tetap mencintai mu." Ucap Minho Meira terseyum dan mencium pipi Minho.
"Terimakasih." Ucap Meira Minho terseyum.
__ADS_1
Wajah Minho perlahan mendekat dan mencium bibir itu lembut, Meira pun dengan senang hati membalas ciuman itu.