Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
kunci sesungguhnya


__ADS_3

Rumah itu terlihat sepi, para pelayan sepertinya sedang sibuk di belakang sedangkan penjaga sedang keliling rumah yang luas itu.


Meira diam-diam keluar dari rumah dan melangkah menuju pagar. Di lihatnya sekitar terasa aman lalu dia keluar dari pagar rumah itu.


Saat berbalik betapi terkejudnya Meira melihat Minho berdiri di depannya. "Kau mau kemana?" Tanya Minho.


"Sa...sayang kau cepat sekali pulangnya kan katanya jam 11." Ucap Meira.


"Ada berkas yang tertinggal." Bohong Minho lalu matanya melirik mobil yang tidak jauh dari rumah itu.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku." Ucap Minho.


"Yang mana sayang?" Tanya Meira Minho menghelakan nafanya.


"Juan hampiri dia." Ucap Minho Juan yang berdiri dibelakang Minho langsung melakang menuju mobil yang terpakir di sana.


Juan terseyum. "Sedang kerja sama kalian berdua ternyata." Ucap Juan.


"Sudah aku bilang aku mau bicara jika Meira yang datang." Balas Junggo.


Juan membuka pintu mobil itu dan menarik Junggo keluar.


Meira terdiam dia manatap Minho yang menatapnya dingin. "Apa rencana mu? JAWAB.." Bentak Minho.


"Sayang kau salah paham." Ucap Meira.


"Kau yang membebaskannya bukan? Kenapa kau melakukan itu?" Tanya Minho tanganya terkepal kuat kenapa istrinya tega membohonginya.


"Sayang.."


"Kita bicara di dalam." Ucap Minho lalu menarik tangan Meira.


"Akhh.." Meira merintih merasakan cekraman itu begitu kuat.


Kenapa Minho semarah ini. Nuan juga ikut masuk sambil menyeret Junggo. "Minho akan menyesal memperlakukan istrinya seperti itu." Ucap Junggo.


"Apa maksud mu?"


"Kalian salah paham, pasti Minho memikirkan kalau Meira menyelamatkan ku dan ingin kabur dengan ku bukan? Kalian salah besar." Ucap Junggo Juan terdiam.


Minho melempar Meira di sofa ruang tengah membuat istrinya terduduk di sofa itu dan fia duduk berhadapan dengan Meira menatap istrinya marah.

__ADS_1


"Kau menghianati ku ternyata." Ucap Minho.


"Sayang tidak seperti itu." Ucap Meira menangis.


"Lalu apa ini? Kenapa kau membebaskannya?" Tanya Minho.


Juan masuk bersama Junggo dan mendorong junggu sampai tersujud di depan sofa.


"Jelaskan." Ucap Minho.


Junggo terseyum. "Kau hebat sekali Minho, kau bisa mengetahui kalau Meira yang membebaskan ku." Ucap Junggo.


"JELAKAN PADA KU APA MAKSUD KALIAN?" Teriak Minho Meira memejamkan matanya.


Junggo terseyum lalu menatap Minho. "Kau tau bukan aku sudah bilang aku akan bicara jika Meira yang datang pada ku dan dia datang pada ku kemarin tanpa sepengetahuan mu." Ucap Junggo Minho menatap istrinya.


"Untuk apa? Kenapa kau melakukan ini Meira?" Tanya Minho.


"Sayang...aku.."


"Kau jangan marah pada istri mu Minho, kau tidak tau apa-apa. Dan akan ku pastikan kau akan menyesal setelah ini." Ucap Junggo Minho mendekat padanya dan mencekram kerah baju Junggo.


"APA YANG SUDAH KALIAN LAKUKAN HAH?"


"TIDAK SEPERTI ITU." Teriak Meira tangisnya pecah suaminya menuduhnya seperti itu.


"Lalu apa? Kenapa kau sampai diam-diam ingin kabur denganya? Ooohhh aku paham sekarang, kau memang tidak mencintai ku." Ucap Minho Junggo tertawa.


"Kenapa kau tega mengatakan hal itu Minho." Ucap Meira dia berdiri dari duduknya.


Minho melepas cekraman itu. "Lalu apa? Buktinya kau yang membebaskan bajingan ini dan kau ingin kabur dengannya sedangkan aku berusaha untuk melindungi mu agar adik bajingan ini tidak melukai mu DAN KAU MALAH INGIN KABUR BERSAMANYA ISTRI MACAM APA KAU ITU."


Hati Meira berdenyut sakit. "Waoow...kau sampai mengatakan hal itu pada ku." Ucap Meira tanganya terkepal.


"Kau akan menyesal Minho." Peringati Jungho lagi.


"Baiklah akan aku jelaskan pada mu, ya aku yang membebaskannya dan ya aku memang ingin pergi bersamanya." Ucap Meira tangan Minho terkepal.


"Beraninya kau.."


"Kau ingin menampar ku, ini kah sifat asli mu Minho. Kau tidak tau apa-apa dan kau sudah menunduh ku selingku dengannya...waooww, aku katakan pada mu Billa dan bibi Chika bukan mengincar ku." Ucap Meira.

__ADS_1


"Apa?"


"Tapi dia mengincar mu." Lanjut Meira Minho terdiam.


"Dan asal kau tau, aku membebaskan Junggo agar Junggo membawa ku kesana sebagai tahanan mereka AGAR MEREKA TIDAK MELUKAI MU. Apa itu yang kau namakan selingkuh, aku melakukan itu karena aku tidak ingin kau terluka. Mereka berniat melukai mu agar sebagai umpan." Ucap Meira Minho terdiam mematung.


"Kau bersikap kasar pada ku bahkan kau membentak ku, kau tidak tau apa-apa. Billa dan Bibi berhasil mengelabui kalian, aku dan Junggo berniat menghentikannya." Ucap Meira.


"Sayang..."


"Kau diam disitu...aku tidak kau menyentuh ku suami ku bukan orang seperti mu."


Deg..


Hati Minho berdenyut sakit. Junggo berdiri dari sujudnya. "Jika aku membawa Meira pada mereka, rencana untuk menghabisi mu tidak akan terjadi. Kalian memang menemukan mereka dan mendengar rencana mereka tapi yang sesungguhnya terjadi adalah kau yang menajadi incaran mereka Minho bukan Meira." Ucap Junggo bahkan Juan tidak bisa berkata apa-apa.


Minho menatap istrinya yang mengalihkan wajahnya tidak mau menatapnya. "Sayang.."


"Jangan memanggil ku sayang, aku kecewa pada mu." Ucap Meira.


"Aku sudah bilang pada mu Minho aku ingin bicara jika Meira yang datang karena masalah Billa hanya kami dua yang bisa menyelesaikannya dan untuk ibu ku dia terobsesi untuk menghancurkan kau dan paman Barham dengan melukai Meira tapi dia sengaja meminta Billa yang melukai Meira agar mental Meira terganggu. Kau tidak tau rencana mereka sejak awal, hanya aku dan Meira yang tau cerita sesungguhnya." Ucap Junggo.


"Maksud kalian?" Tanya Minho.


Meira menghelakan nafasnya. "Sebenarnya aku dan mereka berteman sejak kami berumur 11 tahun, Billa mengalami lupa ingatan karena terjatuh dari lantai dua dan itu semua itu karena ulah bibi Chika." Ucap Meira.


"Kami bukan anak kandung ayah Riko dan ibu Chika kami hanya anak yang mereka ambil dari panti asuhan. Saat kejadian bunuh diri ayah Riko memang akulah saksinya selain paman Barham dan paman Henry, sedangkan Billa dan Meira mereka lah yang mengetahui semua rencana jahat dari ayah dan ibu ku. Tapi sayangnya ibu mengetahui jika Billa dan Meira mengetahui hal itu dan dia berniat mencelakai Billa dan Meira tapi yang saat itu hanya Billa yang berhasil dia lukai membuat adik ku kehilangan ingatannya, tapi syukurnya Meira tidak." Ucap Junggo.


"Jadi maksud kalian..."


"Kami bertiga lah kunci dari kasus ini." Ucap Meira.


Minho dan Juan terdiam.


"Maka dari itu, aku dan Junggo berusaha mengelabui Billa dan dia hanya akan menangkap ku. Kami berniat membuatnya ingat tentang masa lalu itu agar masalah ini cepat selesai. Tanpa Billa kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini, karena Billa lah yang menyimpan semua bukti asli itu." Ucap Meira.


"Apa?"


"Dia benar..." Mereka semua menoleh kesumber suara.


"Yang dikatakan mereka benar..."

__ADS_1


"Billa.."


__ADS_2