Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
kembali membaik


__ADS_3

Hari cepat berlalu sekarang Meira sudah aktif kembali bersekolah, masalah dengan ayahnya telah selesai Barham sangat menyadari kesalahannya selama ini. Dan sekarang ayahnya itu jadi posesif pada putrinya.


"Ayah antar ya."tawar Barham.


"Ayah tidak papa, Meira berangkat sendiri saja."ucap Meira.


"Tapi ayah khawatir kau kenapa-kenapa."ucap Barham Meira beranjak dari duduknya.


"Tidak papa yah, Meira berangkat sendiri ya. Da da."ucap Meira mencium pipi ayah dan ibunya lalu melangkah pergi.


"Sudahlah sayang putri mu itu memang sudah mandiri."ucap Nara.


"Tapi aku khawatir sayang, setelah tau ternyata putri ku diperlakukan seperti itu membuat ku terus mengkhawatirkannya."ucap Barham Nara terseyum menanggapinya.


▪▪▪▪▪


Sesampainya disekolah Meira langsung melangkah cepat menuju kelasnya.


"Meira..."panggil Weni saat melihat Meira masuk kedalam kelas Meira terseyum dan mendekat pada Wein.


Tapi tiba-tiba seseorang menghalang jalannya. "Tunggu aku ingin bicara dengan mu."ucap Gadis menghalang jalan Meira.


Meira menatapnya. "Minggir gak penting."ucap Meira lalu melangkah menuju maja belajarnya.


"Heh..Akh.." seseorang membenturkan bahu Gadis.


"Santai tidak perlu teriak, ini kelas."tegur orang itu lalu duduk disamping Meira.


Meira terseyum padanya. "Hy Hana."sapa Weni.


"Hy.."balas Hana terseyum.


Karena kejadia itu, Minho mengembalikan semuanya tentu saja atas permitaan Meira karena Minho yakin tidak akan mau mengembalikan semuanya pada Hana jika bukan Meira yang meminta.


Dan berkat Meira juga Hana bisa kembali sekolah di sekolah itu lagi bersama Meira, Hana sekarnag jadi teman yang baik untuk Meira.


"Kalian sudah sarapan?"tanya Hana mengeluarkan kontak makan berisikan roti isi bikinan ibunya.


"Apa itu?"tanya Weni.


"Roti isi, ibu ku yang membuatnya. Kalian mau?"tanya Meira.


"Tentu."balas Meira terseyum Hana juga terseyum padanya.


"Uuummn ini enak."ucap Weni.


"Ibu mu sangat pintar membuatnya."puji Meira.


"Terimakasih, jika kalian suka aku akan membawanya terus untuk kalian."ucap Hana dia hanya ingin menajadi orang yang baik sekarang demi menebus kesalahannya pada Meira dan yang lainya.


Karena ucapan Meira hari itu di rumah sakit menyadarkannya.

__ADS_1


Flashback.


"Han.."panggil Meira saat melihat Hana duduk dikursi tunggu.


"Meira.."


"Kau sedang apa?"tanya Meira.


"Menunggu giliran."jawab Hana.


"Kau sedang sakit?"tanya Meira Hana hanya diam menunduk.


Meira terdiam karena Hana terdiam. "Uumm Hana, untuk yang diatas hari itu. Aku sangat berterimakasih pada mu, kau benar aku bodoh karena mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah ku. Kau tau, ayah ku sudah tau tentang penyakit ku dan dia meminta maaf pada ku. Aku sangat terluka mendengar dia mengatakan kata maaf padahal diri ku yang bersalah."ucap Meira Hana menatapnya.


"Karena kata-kata mu hari itu, aku sadar. Kebahagiaan orang tua juga penting bagi ku, jika aku pergi mereka akan sangat terluka. Aku sadar mengambil keputusan saat seperti itu tidak benar, seharusnya aku bisa menenangkan diri ku."ucap Meira lalu mematap Hana.


Meira mengulurkan tanganya. "Kau ingin berbaikan dengan ku? Aku ingin berteman dengan mu."ucap Meira membuat Hana terdiam.


"Tidak ya, tidak papa mungkin kau belum memaafkan ku. Maaf jika selama disekolah aku selalu bersikap kasar pada mu, aku tau kau sedang menunggu antria untuk periksa keadaan mu bukan. Kau sama seperti ku."ucap Meira Hana terseyum miring.


"Mengerti apa kau, tentu saja kita berbeda. Menjadi anak pertama dan seorang putri harus biasa menjadi contoh bagi adik-adiknya."ucap Hana.


"Ya aku tau, dan kau pasti berat mejalaninya."


"Setidaknya aku tidak sebodoh diri mu yang ingin mengakhirinya dengan cara bodoh."ucap Hana Meira terseyum.


"Han....aku tau sangat berat jalan kehidupan mu bahkan perusahaan ayah mu hampir bangkrut oleh Minho. Aku menyesalinya seharusnya aku bisa menahannya, maafkan aku soal itu."ucap Meira.


"Setidaknya aku menyadari kesalahan ku, kau bisa datang pada ku jika ingin berbagi cerita aku siap mendengarkannya. Mungkin kau masih belum mau menganggap ku teman, tapi boleh kan aku menganggap mu teman. Kau berbeda Hana, kau memilik ketulusan dihati mu dan kau tidak cocok berperan sebagai orang jahat didalam perjalanan hidup mu. Tetaplah jadi baik walau kau tidak dihargai karena perlahan orang lain akan mulai mengehargai mu disaat mereka sadar betapa berharganya diri mu."ucap Meira Hana terdiam.


"Aku pergi dulu, Minho pasti mencari ku."ucap Meira lalu melangkah pergi.


"Hy.."panggil Hana Meira menolah padanya.


"Terimakasih."ucap Hana Meira terseyum lalu melambai.


Hana menatap Meira yang perlahan menjauh. "Kau benar...tetaplah jadi baik walau kau tidak dihargai karena perlahan orang lain akan mulai mengehargai mu disaat mereka sadar betapa berharganya diri mu."gumam Hana lalu terseyum.


Flashback off


"Han.."panggil Meira membuat Hana tersadar.


"Kau kenapa?"tanya Meira.


"Ah...tidak...tidak ada apa-apa."jawab Hana.


Meira terseyum. "Kau tidak perlu repot meminta bibi membuatkan kami roti isi, kami tidak mau merepotkan bibi."ucap Meira.


"Ibu ku tidak masalah, bahkan dia yang meminta ku membawa ini untuk kalian."ucap Hana.


"Ya sudah begini saja, jika kami merindukan roti isi buatan ibu mu kami akan minta untuk membawakannya bagaimana."ucap Weni.

__ADS_1


"Uuumm boleh juga, nanti lain kali kami datang kerumah mu saja. Berkunjung dan sekalian berkenalan dengan ayah dan ibu mu."ucap Meira Hana terseyum.


"Boleh."balas Hana lalu mereka melanjutkan obrolan mereka.


"Jadi seperti ini rasanya, memiliki teman yang baik."batin Hana.


.....


Lonceng telah berbunyi, sekarang jam istirahat Meira Hana dan Weni melangkah menuju kantin.


Banyak pasang mata yang menatap Hana terkejud dan takut.


"Sejak kapan dia kembali?"


"Aku tidak tau, lihat lah dia berdekatan dengan Meira apa dia ingin menyakiti Meira lagi."


Hana hanya diam tiba-tiba Meira menggenggam tanganya. "Tidak perlu didengar, cukup percaya dengan kata hati mu maka jangan pedulikan mereka."ucap Meira Hana terseyum dan mengangguk.


Gadis itu lebih banyak terseyum sekarang.


Mereka mengambil makanan mereka. "Weni sudah ini kepenuhan."ucap Meira.


"Kau harus makan banyak."ucap Weni Hana hanya terkekeh melihat perdebatan kecil itu.


Setelah selesai mereka melangkah menuju salah satu meja kosong. Weni dan Meira lebih dulu mengambil tempat duduk mereka seperti anak kecil yang rebutan.


"Aakhh.."


Prang.


Meira dan Weni terkejud melihat Hana yang terjatuh bahkan makanannya tumpah. Meira dan Weni datang menolongnya.


"Gadis kau itu apa-apaan sih."ucap Weni marah.


"Apanya, heh dia yang duluan mencari ribut dengan ku."ucap Gadis menunjuk wajah Hana.


"Apa kau bilang, heh kau yang duluan mencari ribut dengan mengganggu teman ku."ucap Hana.


"Teman...hahaha seperti kalian disebut teman."


"Kau gadis bodoh yang tidak tau arti pertemanan."ucap Hana.


"Beraninya kau."tangan Gadis terangkat ingin menampar Hana tapi....


Plak


Hana dan Weni terkejud melihat Meira yang terkena tamparan itu karena melindungi Hana.


"YAKKK KAU..."teriak seseorang dari arah pintu kanti mengalihkan semua perhatian orang


"Mampus.."gumam Hana lalu menarik Meira menjauh dari Gadis.

__ADS_1


__ADS_2