Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
terjadi lagi


__ADS_3

Meira melangkah menyusuri koridor sekolah, dia sedang mencari Junggo. Tugas cowok itu sudah selesai dia kerjakan.


"Dia bilang antar saja ke ruang basket."gumam Meira.


Saat sampai di ruangan itu, langkah Meira terhenti saat mendengar suara Junggu.


"Untuk apa kau kemari?"tanya Junggu.


"Hanya ingin bicara pada mu, Junggo kenapa kau masih saja mendekati anak itu?"tanya lawan bicaranya.


Meira sedikit mengintip dan melihat Hana sedang bicara dengan Junggo.


"Sudah ku bilang bukan urusan mu."jawab Junggo sambil memainkan bola basket itu.


"Bohong, kau pasti punya rencana lain bukan?"tanya Hana.


"Bukankah kau sudah mengetahuinya, aku mendekatinya hanya ingin memanfaatkannya. Dia saja yang bodoh percaya dengan ku, gadis sepertinya itu langka Hana sudah cantik dan pintar kaya lagi siapa yang tidak ingin memanfaatkannya."ucap Junggo Hana terseyum.


Meira terdiam, jadi selama ini Junggo hanya memanfaatkannya.


"Kau itu jahat sekali, jika Meira tau kau akan habis."ucap Hana.


"Hahaha kau pikir gadis bodoh itu akan tau. Dia itu sudah termakan oleh perhatian ku,dia itu gampang sekali dibohongi."ucap Jungho Meira mengepalkan tanganya.


"Pastas saja kau memilihnya dari pada diri ku."ucap Hana.


"Siapa bilang, kau cantik aku tertarik pada mu. Tapi sayang....aku harus memenfaatkan gadis itu dulu baru ku akan mendapatkan mu."ucap Jungho Meira sudah tidak tahan dia pergi dari tempat itu.


Ponsel Hana bergetar, Hana terseyum melihat pesan itu. "Ya sudah aku hanya ingin biacara itu saja. Terimakasih atas kejujurannya, aku tunggu kau di rumah ku pulang sekolah ini."ucap Hana lalu melangkah pergi.


"Cihh dasar gadis murahan, tapi bodohnya aku kenapa menyukai gadis itu."gumam Junggo.


.....


Meira melangkah menuju kelasnya, dia tidak percaya ini. Selama ini dia pikir Junggo baik padanya karena memang benar menyukainya.


Meira menahan rasa kecewanya, saat melewati papan pengunguman mata Meira melihat sebuah brosur yang tertempel di papan pengunguman itu.


"Apa benar info ini?"


"Entahlah aku tidak tau."


Meira terdiam apa lagi ini, siapa yang membuat berita ini. Meira membaca judul berita itu.


"Anak pengusaha hebat yang dijodohkan dengan tuan muda Minho melakukan perselingkuhan dengan teman cowoknya."


Meira terdiam mematung.


"Mei ini gak benar kan?"tany Weni yang juga melihat berita itu.


Suara Meira terasa sulit untuk keluar lalu matanya menatap Hana yang melangkah menghampirinya.


"Wahhh beginikah sifat dari seorang anak pengusaha hebat."ucap Hana.


"Kau selingkuh, Meira ya ampun sayang. Apa kau tidak cukup dengan satu cowok saja."ucap Hana.


"Ini pasti perbuatan mu."teriak Meira menunjuk Hana.


"Hy...kenapa jadi aku, seharus kau cari dulu siapa dalangnya jangan asal tuduh, kalau benar itu aku mana buktinya."ucap Hana santai.


Meira menatapnya tajam. "Jika kau ingin bersama Junggo ya ambil aja sana, aku tidak peduli. Apa begini cara mu bermain kotor Hana, bukan hanya sifat mu yang kotor otak mu pun kotor."ucap Meira.


"HY JAGA UCAPAN MU YA, jika kau ingin tau siapa dalang dari semua ini kau harus cari tau lebih dulu sebelum menuduh."ucap Hana tidak terima dia mendekat dan berbisik.

__ADS_1


"Seharusnya kau tidak percaya begitu saja dengan teman mu, teman biaa menjadi musuh yang paling mengerikan Meira."bisik Hana membuat Meira terdiam.


Billa menghampiri Meira. "Meii."


"Diam kau...kau sama busuknya dengan dia."teriak Meira.


"A..apa maksud mu Mei?"tanya Billa.


"Mei aku..." Meira menepis tangan Billa.


"Kau bukan lagi teman ku, kau sampah."ucap Meira lalu pergi begitu saja.


Hana menatap kepergiaannya lalu melirik Rere. "Rencana berikutnya."bisik Hana.


"Meii.." Billa mengejar Meira.


Semua orang menatap mereka saat hamoai di lantai bawah Meira melangkah turun melewati halaman sekolah belum jauh melangkah, tiba-tiba air jatuh dari atas membasahi dirinya.


Meira terdiam ditempat, Billa terkejud melihat hal itu dia melihat kelantai atas Hana memegang ember berisikan air busuk itu.


Meira mengepalkan tanganya, air matanya perlahan mengalir.


"Hy kau itu tidak pantas disebut anak terbaik disekolah ini. Bahkan kau bermain dengan banyak cowok disekolah ini, dasar gadis murahan."ucap Hana dari atas sana.


Jungho yang saat itu lewat terkejud melihat kejadian itu dan dia melihat keatas ternyata Hana perlakunya.


"HANA APA YANG KAU LAKUKAN?"teriak Junggo membuat Hana terkejut.


"Jung...junggo.."dengan cepat Hana berlari kelantai bawah.


Junggo mendekati Meira. "Mei kau baik-baik saja kan?"tanya Junggo Meira menatapnya.


"Mei."


"Kalian semua monster.."teriak Meira lagi.


Hana sampai dilantai bawah dan menghampiri Junggo.


"KALIAN SEMUA TIDAK PANTAS DISEBUT MANUSIA, AKU BENCI KALIAN" teriak Meira membuat mereka semua terdia.


....


"MINHOO.."teriak Juan memenuhi kelas.


"Apaan sih?"tanya Minho.


"Meira..."


"Kenapa Meira?"tanya Minho.


"Meira istri mu dibuly sama Hana dan teman-temannya termaksud Junggo.."jawab Juan membuat Minho terkejud.


"APA? beraninya mereka."


Dengan cepat Minho berlari pergi menuju tempat kejadian.


Meira mereka roknya kuat. "APA-APAAN INI."teriak Minho membuat mereka semua terkejud.


Minho menatap Meira yang sudah kotor dan menangis. "Sayang.."ucao Minho menghampiri Meira.


Meira menatap cowok itu. "Minho...hiks..." tangis Miera pecah Minho langsung memelum gadisnya.


"Sayang siapa yang melakukan hal ini? Katakan."ucap Minhon menangkup wajah Meira.

__ADS_1


"Mereka..."jawab Meira menunjuk kearah Hana dan teman-temannya termaksud Junggo dan Billa membuat mereka semua merinding ketakutan.


Minho mentap gadis itu membuat Hana takut. "BERANINYA KALIAN MENGANGGUK MEIRA."teriak Minho.


"Juan."panggil Minho.


"iya tuan..."ucap Juan siapa sangka bahwa Juan selama ini adalah sekretaris Minho yang menyamar, cowom itu ditugaskan untuk menjaga Minho dan Meira.


"Bawa istri ku pergi biar sampah ini aku yang memusnakannya."ucap Minho membuat mereka semua ketakutan.


Juan mendekat pada Meira. "Ayo nona, ikut dengan saya."ucap Juan Meira menatapnya.


"Dia kan yang di mall."batin Meira.


"Juan belikan baju baru untuk Meira."ucap Minho.


"Baik tuan."


Juan membawa Meira pergi, meninghalkan Minho yang terseyum evil pada keempat orang itu.


"Kalian mencari masalah dengan ku."ucap Minho keampat orang itu berdigit ngeri.


"Hana...apa kau lupa, perusahaan ayah mu berada ditangan ku."ucap Minho membuat Hana terkejud.


"Apa?"


"Ya itu benar, kau kira siapa pemilik perusahaan MF Group."ucap Minho membuat Hana tersadar.


"Minho Andra Filix."ucap Hana.


"Yap kau betul sekali."ucap Minho.


Okey Hana mulai marasa takut, dia salah mencari lawan. Dia tidak berpikir bahwa Minho akan melindungi Meira karena mengingat perjodohan itu tidak diterima baik oleh Meira.


"Junggo, Billa, Hana dan Rere."ucap Minho membuat mereka terdiam.


Mendengar nama mereka di sebutkan seperti absen masuk kedalam neraka. Minho terseyum.


"Satu...dua...tiga..."hitung Minho.


"Oohhh ya ampu, ini bukannya ayah Hana."ucap siswa lain yang melihat notif diponselnya.


Hana gelisah. "Minho aku mohon jangan.."ucap Hana memohon.


"Sudah terlambat, sebenarnya aku sudah tau rencana kalian sejak awal dan tentunya aku sudah mempersiapkan semuanya."ucap Minho membuat mereka terdiam.


"Billa, kau bukan sahabat yang baik. Semua yang kau lakukan adalah tipuan, sejak awal kau mendekati Meira bukan untuk berteman bukan? Tapi memanfaatkan nya."ucap Minhon membuat Billa tertegun.


"Kau sahabat yang butur...oh bukan, kau monster."ucap Minho Billa terdiam kaku.


"Dan kau Junggo, aku tidak perlu menjelaskan karena kau sendiri sudah tau apa permasalahannya. Kalian berdua itu sebuah topeng, Billa mendekati Meira karena sebuah keirian dan menginginkan sepertinya dan kau Junggo kau mendekatinya kerena ingin memanfaatkannya. Kalian pintar sekali menipu, benar bukan Billa Cika Herun dan Junggo Willo Harun."ucap Minho.


"Kelian bersaudara?"tanya Hana.


Billa dan Junggo terdiam. "Kau baru tau Hana, kau pun di tipu oleh Junggo hanya saja dia ingin menghabiskan istri ku lebih dulu."ucap Minho.


"Kau Rere, karena kau hanya pembantu Hana maka hukuman mu hanya sederhana."ucap Minho.


"Apa?"tanya Rera.


"Dikeluarkan darinsekolah ini."ucap Minho membuat Rere terkejud.


Cowok itu sungguh pintar mencari rahasia seseorang. "Dan sekarang nikmati kekalahan kalian."ucap Minho lalu melangkah pergi.

__ADS_1


__ADS_2