Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
dititipkan


__ADS_3

Minho melangkah menuruni tangga, dia baru saja dari perpustkaan. Sekarang tujuanya adalah kekantin.


Saat sudah sampai disana, semua mata tertuju padanya, Minho tidak peduli dia hanya ingin mengisi perutnya.


Minho memilih beberapa makanan, sampai seseorang datang menghampirinya.


"Kenapa?"tanya Minho.


"Aku lapar, aku ingin bicara pada mu. Aku tunggu dimeja pojok."ucap orang itu lalu pergi begitu saja.


"Apa dia meminta ku mengambilkan makan untuknya juga."gumam Minho menatap wanita itu heran.


Minho membawa dua nampan dan meletakannya di hadapan Meira yang sudah menunggunya.


Meira tertegun dia lupa memberitahu apa saja yang biasa dia makan tapi Minho mengambil menu yang tepat.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"tanya Minho yang sudah duduk didepannya.


"Hah...ada apa dengan mu?"tanya Meira.


"Memangnya kenapa dengan ku?"tanya balik Minho.


"Minho....ku mohon bersikaplah biasa, kau mengantar ku sampai kekelas bahkan sampai kemeja ku. Kau tau aku jadi bahan omongan oleh Hana dan kawan-kawannya."ucap Meira kesal sambil menyuap makanan itu kedalam mulutnya.


"Biarkan saja, apa masalahnya?"tanya Minho.


"Gampang sekali kau bicara seperti itu, hari-hari ku sudah membosankan dengan semua ini dan sekarang kau menambah beban pikiran ku karena perlakuanmu."ucap Meira.


"Kalau begitu jangan dipikirkan."ucap Minho.


"Apa kau sudah gila....aaarrghhh kau mengesalkan sekali."ucap Meira melanjutkan makannya sampai habis lalu mengambil botol minum Minho.


"Kau beli lagi saja."ucap Meira lalu meminumnya dan pergi Minhon hanya menatapnya.


"Dasar buas."gumam Minho.


Meira melangkah menyusuri koridor, sampai seseorang menarik tanganya.


"Aakhh."teriak meira terkejud.


"Hy ini aku."ucap Junggo.


"Junggo ya ampun aku pikir siapa."ucap Meira mengelus dadanya.


"Kenapa?"tanya Meira.


"Apa benar berita itu?"tanya Junggo.


"Apa kau percaya?"


"Uumm awalnya tidak sih, tapi setelah melihat kau bersama dia itu membuat ku yakin, hah...sepertinya mulai sekarang aku harus menjauhi mu, aku tidak mau mencari masalah."ucap Junggo berniat pergi tapi Meira menahanya.


"Jangan..."ucap Meira Junggo terseyum miring lalu berbalik menghadap Meira.


"Kenapa jangan?"tanya Junggo.


"Aku tidak suka padanya, lagi pula dia tidak punya hak untuk melarangku dekat dengan siapa pun."ucap Meira.


"Lalu pertunangan kalia?"tanya Junggo.


"Aku tidak peduli, bahkan kau lihat aku tidak memakai cincinnya bukan. Jadi tenang saja orang pasti berpikir itu semua bohongan."ucap Meira Junggu terseyum tipi.

__ADS_1


"Bodoh, Baiklah....sepertinya aku berhasil membuat mu nyaman dengan ku. Tidak sia-sia aku selalu berusaha mendekati mu."batin Junggo.


"Baiklah kalau begitu kuta tetap dekat, setuju?" Meira mengangguk.


》》》》》


Meira melangkah menuju kelasnya saat ingin berbelok eseorang menariknya dan membawanya kearah tangga mendorong Meira begitu saja ketembok depan tangga.


"Akhh..Apaan sih?"teriak Meira.


"Wowowow sabar, aku tau kau calon menatu dikeluarga terkaya di kota ini dari tuan Henri."ucap Hana.


"Awas."ucap Meira berniat pergi tapi Hana kembali menahannya.


"Tunggu dulu...sabar nona muda."ucap Hana menghalangi jalan Meira.


"Minggir."ucap Meira kesal.


"Tunggu dulu...sabar nona muda. Aku tau kau calon menatu dikeluarga terkaya di kota ini dari tuan Henri."ucap Hana menghalangi jalan Meira.


"Lalu apa urusannya dengan mu?"tanya Meira menatap Hana tajam.


"Aku hanya minta pada mu, jauhi Junggo. Kau sudah mendapatkan pangeran terpintar disekolah ini jadi aku rasa Junggo tidak pantas bersaing dengan Minho. Jadi lepaskan Jungho."ucap Hana.


"Kalau aku tidak mau, kau mau apa?"tanya Meira menatap Hana tajam.


"Kau memang mencari gara-gara dengan ku."ucap Hana.


"Kenapa? Hah....kau memukul ku?"tantang Meira.


"Dasar cewek murahan.."ucap Hana siapa melayangkan tamparan tapi seseoramg menahan tanganya.


Teman Hana tertegun melihat orang itu. "Lepasin."ucap Hana lalu menatpa orang itu.


"Apa-apaan ini?"tanya Junggo lalu melepas tangan Hana kasar membuat Hana meringis.


"Apa yang kalian lakukan?"tanya Junggo.


"Jungho dia masih saja mendekati mu, bahkan dia sudah memiliki tunangan kenapa dia masih mendekati mu."ucap Hana marah.


"Kenapa memangnya, aku ingin dia berada di dekat ku. Aku suka pada Meira dan kau tidak bisa menghalangi ku."ucap junggo lalu membawa Meira pergi.


Meira menatap cowok itu. "Jadi benar dia menyukai ku."batin Meira terseyum lalu matanya melihat orang yang berdiri didepan mereka.


Meira terdiam melihat Minho menatapnya, tapi anehnya pria itu melanjutkan langkah dan melewati Meira begitu saja.


Meira hanya berusaha tidak peduli dan terus mengikuti langkah Junggo.


.....


Minho yang baru balik dari ruang guru melewati kelas Meira tapi dia tidak ada dibangkunya.


"Dimana dia."gumam Minho.


Dia terus melangkah sampai Minho melihat diujung koridor depan tangga, dia melihat Hana yang berdebat dangan Meira.


"Pasti karena cowok itu lagi."gumam Minho.


Dia menghentikan langkahnya sampai matanya melihat Hana ingin menampar Meira, Minho ingin menghentikan itu tapi seseorang lebih dulu menyelamatkan Meira.


"Apa-apaan ini?"tanya orang itu.

__ADS_1


"Cihh sok pahlawan."batin Minho.


Dilihatnya Junggo menari Meira dan meninggalkan Hana terlihat jelas bahwa cewek itu terseyum melibat perlakuan Junggo.


Tapi langkah mereka terhenti saat melihat Minho menatap mereka. Minho menatap Jungho tajam lalu melihat kearah Meira.


Dengan gaya tidak pedulinya Minho melanjutkan langkah, Junggo pun terseyum miring dan melanjutkan langkahnya membawa Meira kekelas.


"Kenapa kau mau bertunangan dengan cewek sepertinya?"tanya Hana saat Minho melewatinya.


"Bukan urusan mu."jawab Minho.


"Lihat lah apa kau tidak marah melihat Jungho membawa tunangan mu?"tanya Hana.


"Aku bilang bukan urusan mu."ucap Minho lalu melanjutkan langkahnya menuruni tangga.


"Aaarrgh dasar bodoh."ucap Hana.


"Hana....sepertinya kita harus menggunakan cara lain."ucap Rera.


"Cara apa?"tanya Hana Rere membisikan sesuatu ditelinga Hana membuat bibir itu terseyum licik.


"Rencana yang bagus."ucap Hana Rere pun ikut terseyum.


Saat jam pulang sekolah, Meira merapikan mejanya.


"Mei kau hari ini pulang dengan siapa?"tanya Billa.


"Siapa lagi kalau bukan dia."jawab Meira malas.


"Waahh aku kira dengam Junggo."ucap Billa sambil terseyum menggoda.


"Weee gak mau ah nanti ayah marah lagi sama aku oleh jalan sama cowok lain."ucap Meira.


Billa dan Meira melangkah beriringan menyusuri koridor kelas yang lumayan rame oleh siswa-siswi yang baru keluar kelas.


"Ehh ada nona muda, silahkan lewat."ucap salah satu siswa.


"Lebay amat si."ucap Meira.


Billa hanya terseyum. Saat sampai dibawah tangga dan benar saja siapa yang sudah menunggunya.


"tuh si pangeran udah nunggu."ucap Billa sambil menyemggol tangan Meira.


"Ish biasa aja kali, pangeran dari mananya berkaca mata begitu."ucap Meira.


Minho menatapnya lalu terseyum kecil padanya. "Kenapa tua anak tumben seyum"gumam Meira melangkah mendekati Minho.


"Ayah mu tadi nelpon katanya ayah ada perjalanan bisnis dan mamah mu ikut, jadi untuk sementara waktu aku tinggal bersama mu."ucap Minho.


"Kenapa begitu? Kan ada kak Shina?"tanya Meira.


"Kakak mu juga ada tur keluar kota sayang, jadi aku dititip kan pada ku."ucap Minhon mengusap pucuk kepala Meira.


"Apa? Sayang? Min kau kesambet apa sih?"tanya Meira bingung dengan sifat Minho yang berubah-rubah.


"Waaahhh aku hanya mengganggu disini. Dada aku pergi dulu."ucao Billa.


"Bil..aahhh.." Meira menatap Minho yang menatapnya.


"Apaan? Ngeselin aja."ucap Meira melangkah mendahului Minho.

__ADS_1


Cowok itu terseyum. "Kita lihat siapa yang menang."batin Minho.


__ADS_2