Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
rencana Hana


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Minho membukakan pintu untuk Meira dan masuk kedalam rumah.


"Selamat datang tuan dan nona. Bagaimana perjalanannya?"tanya Ina.


"Menyenangkan, Ina boleh aku meminta buatkan jus buah naga. Aku ingin itu. Aku tunggu di kamar."ucap Meira lalu melirik Minho kemudian pergi menuju kamarnya.


"Tentu nona, tuan muda ingin apa?"tanya Ina.


"Tidak aku tidak ingin apa-apa, untuk jus Meira biarkan aku saja yang membuatnya."ucap Minho.


"Oohh baik taun."ucap Ina.


Minho melangkah menuju dapur dan mulai memotoh buah naga dan mengeluarkan es batu. Minho membuatkan dua gelas jus itu satu untuknya dan satu untuk Meira.


Minho melangkah menaiki tangga dan menuju kamar meira, perlahan di bukanya pintu kamar itu.


Kosong tapi dia mendenga suara percikan air dikamar mandi. Minho meletak dua gelas itu dimeja, lalu dia duduk ditepian ranjang.


Tidak beberapa lama pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Meira yang hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya tapi tidak menutupi bagian sampai separuh pahanya.


Minho tertegun melihat body mulus itu, perlahan dia melangkah mendekati Meira. Gadis itu masih belum sadar dengan keberadaan Minho.


Greb.


Meira terkejud saat seseorang memeluknya dari belakang. "Mi...Minho."ucap Meira.


"Hhmmm.."balas Minho sambil bermain dileher putih itu.


Meira meremas handuknya. "Min..." Meira merasa geli dengan permain bibir dilehernya.


Aksi Minho semakin menjadi, Meira berusaha melepas tangan Minho tapi gagal. Minho membalik tubuh Meira dan mencium bibir itu rakus.


"Uuummm." Meira terkejud dengan apa yang dilakukan Minho.


Meira memukuk dada Minho tapi cowok itu tidak bergeming. Diangkatnya tubuh itu dan membawanya keatas ranjang.


Ciuman itu terlepas, Minho menatap Meira.


"Min...jangan."ucap Meira air matanya mengalir dia takut melihat Minho.


Minho tersadar dengan apa yang dia lakukan. Cowok itu beranjak dari atas tubuh Meira.


Ditatapnya noda merah di leher Meira. "Mei...maaf.."ucap Minho berniat menyentuh Meira tapi diurungkannya.


"Aku bodoh...naafkan aku."ucap Minho lalu pergi begitu saja.


Meira menghapus jejak air matanya, Minho pergi begitu saja. Meira menatap dua gelas jus di atas meja itu.


Apa jus itu Minho yang membuatkan, pikir Meira.


Minho menutup pintu kamarnya. "Aaakkkkhhh bodoh, apa yang kau lakukan Minho. Kau hampir saja melakukannya pada Meira, dia dia calon istri mu bukan berarti kau menyentuhnya sekarang."ucap Minho kesal.


Dia melangkah menuju kamar mandi, sepertinya otaknya mulai eror. Meira perlahan membuka pintu kamar Minho.

__ADS_1


"Minho.."panggil Meira.


Didalam kamar mandi Minho mendengar suar Meira.


"Minho ini jus mu,kau tadi membawanya kekamar ku kan? Aku taruh dimeja ya."ucap Meira sambil menatap pintu kamar mandi itu.


"Aku buatkan makan malam untuk kita, setwlah mandi turun lah."ucap Meira lalu melangkah pergi dan kembali menutup pintu kamar itu.


Minho menyandarkan tubuhnya didinding kamar mandi. "Kau hampir memlakukannya dan dia masih bersikap baik pada mu Minn...cowok macam apa kau ingin merenggutnya tadi sebalum dia sah jadi istri mu...dodoh."ucap Minho.


.....


Meira meletakana masakan terakhirnya di meja, tidak lama Minho datang. Meira menunduk tidak menatap cowok itu.


Minho duduk dimeja makan tanpa bicara dengan Meira, ayah cowok itu marah padanya. Pikir Meira.


Meira ikut duduk disamping Minho dan mulai mengambil lauk makan malamnya. Minho masih diam menutup mulutnya.


"Apa Minho marah pada ku."batin Meira.


Dia berpikir kalau Minho marahnya padanya karena tidak kau melakukannya. Sedangkan Minho berpikir kalau Meira tidak mau bicara padanya.


"Ini kesalahan mu Minho."batin Minho.


Setelah acara makan malam itu selesai dengan keheningan, Meira langsung mencucu piring kotor itu.


Minho ingin menghampiri Meira dan mengucapkan selamat malam tapi dia tidak berani. "Akh sudahlah."gumamnya lalu pergi dari ruang makan itu.


|¡|¡|¡|¡|¡|


Bahkan pagi ini pun tidak ada yang mau memulai bicara lebih dulu. Didalam mobil itu hanya kesunyian.


mereka sampai di sekolah, Minho masih bersikap baik membukakan pintu untuk Meira.


Gadis itu jeluar dari mobil dan menatap Minho, cowkm itu menekan kunci mobil sampai berbunyi lalu melangkah mendahului Meira.


Benar cowok itu marah padanya. Pikir Meira.


"Meira.."panggil seseorang mengalihkan perhatian Meira.


"Billa.."gumam Meira lalu mengingat kejadian di mall membuat rasa sakitnya kembali.


"Baru datang? Tumbun kalian tidak pegangan tangan, habis kelahi ya?"tanya Billa.


"Tidak kok."jawab Meira lalunmelangkah pergi Billa menatap Meira bungung.


"Kenapa?"gumam Billa.


Minho yang berdiri dibalik tembok menatap Meira yang menjauh pergi kearah kelasnya.


"Maafkan aku, aku merasa bersalah pada mu."gumam Minho lalu melangkah pergi.


....

__ADS_1


Bahkan sampai jam istirahat pun Meira masih mendiamkan Billa.


"Mei kau marah pada ku?"tanya Billa.


"Tidak, aku ingin sendiri dulu."ucap Meira lalu melangkah pergi.


Hana yang melihat Meira hanya terseyum miring. "Sebentar lagi kau akan mendapatkan akibatnya."gumam Hana lalu mendekati Billa.


Di taman sekolah Meira hanya duduk diam termenung. "Apa Minho marah pada ku."gumam Meira merasa sedih cowok itu tidak menghiraukannya.


"Hy.."sapa seseorang membuat Meira menatapnya tapi gadis itu tidak terseyum.


"Kau kenapa?"tany Junggo.


"Tidak papa."jawab Meira terseyum palsu.


"Oh iya Mei, aku ada tugas nih. Aku bingung dengan cara mengerjakannya, kau mau mengerjakannya untuk ku?"tanya Junggo.


Meira menatap cowok itu. "Mei...mau kan?"tanya Junggo lagi.


Meira terpaksa terseyum dan mengangguk. Junggu terseyum lalu memeluknya.


"Thanks ya."ucap Junggo lalu melangkah pergi.


Meira terdiam, kenapa.saat Junggo memeluknya terasa biasa saja tapi saat bersama Minho Meira lebih merasa nyaman.


"Aaaaa Minho kau kenapa."ucap Meira sedih.


Dari jauh seseorang memfoto kejadian itu. "Sudah?"tanya orang disampingnya.


"Sudah.."


"Sekarang sebarakan."ucap orang itu.


"Apa? Hana apa rencana mu sebenarnya?"tanya Billa.


"Kau ingin tau tidak dia teman baik mu atsu bukan, kalau kau ingin tau maka sebarkan berita ini dengan mengatakan kalau Meira selingkuh dengan Junggo padahal sudah jelas Minho adalah tunangannya."ucap Hana.


"Tapi Hana ini info Hoax, Meira tidak selingkuh dengan Junggo."ucap Billa.


"Ya sudah terserah kau saja, kalau tidak mau ya aku selamanya dalam perasaan bingung sebenarnya kau itu di anggap teman atau bukan."ucap Hana.


"Tapi bukan seperti ini caranya."ucap Billa.


"Hy dengar ya culun, jika kau menyebarkan berita ini dan Meira mengetahuinya dia akan meminta penjelasan pada mu kau bisa menjelaskannya pada Meira yang sebanarnya jika dia masih mau berteman dengan mu maka dia menganggap mu teman tapi jika tidak, ya itu artinya bukan teman."ucap Hana.


Billa tampak bingung, di tatapnya foto hasil tangkapannya di mana Junggo memeluk Meira erat.


"Lakukan atau tidak?"tanya Hana.


Billa menghelakan nafasnya dan mulai mengetik sesuatu diponselnya, Hana terseyum miring.


"Bodoh...dasar culun."batin Hana.

__ADS_1


__ADS_2