Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
kau adalah cinta ku


__ADS_3

Sekarang Meira sudah di ijinkan pulang setelah 3 minggu berlalu, untuk memastikan kondisi Meira sudah membaik.


"Kita langsung kerumah baru ya, semua barang dan perlengkapan sudah ada disana." Ucap Minho.


Mereka sekarang barada dimobil yang mengantar mereka kerunah baru.


"Iya sayang." Balas Meira menyandarkan kepalnya di dada bidang Minho.


Minho memeluknya dan mengelus punggungnya lembut. "Sayang." Panggil Meira.


"Kenapa?"


"Aku bisa hamil lagi kan?" Tanya Meira Minho menangkup wajahnya.


"Iya bisa sayang, dokter bilang kondisi mu sudah mmebaik. Kau jangan memikirkan hal itu lagi jika kau masih stres itu akan menganggu kondisi mu." Ucap Minho.


"Tapi aku masih takut." Ucap Meira.


"Tidak papa, itu wajar siapa pun pasti bisa trauma jika itu terjadi pada orang lain. Tapi aku tau istri ku ini kuat, kau pasti bisa melaluinya sayang." Ucap Minho mengecup bibir Meira.


Gadis itu terseyum lalu membenamkan wajahnya di dada bidang itu lagi. Tidak lama mereka sampai di sebuah rumah mewah seperti keinginan Meira.


Minho membawa Meira keluar, Juan mengambil barang Meira yang ada di bagasi.


"Ayo sayang." Ucap Minho lalu mereka melangkah masuk.


Saat memasuki rumah itu di sambut oleh pelayan-pelayan rumah.


"Selamat datang nona Meira." Ucap mereka Meira terseyum.


"Bagaimana kabar kalian?" Tanya Meira.


"Baik nona." Jawan Ina.


"Baguslah kalau begitu."


"Sekarang kita kekamar ya, kau perlu istirahat." ucap Minho.


"Iya sayang."


Mereka melangkah menuju lantai atas, sesampainya di kamar. Meira di buat kagum dengan keluasan kamar utama itu dan pemandangan balkonnya pun sungguh indah.


Meira belari kearah balkon meninggalkan Minho dan Juan.


"Ini tas baju nona tuan, apa boleh saya pergi?" Tanya Juan.

__ADS_1


"Iya boleh, pergi dan beristirahat lah aku memberikan 2 cuti untuk mu." Ucap Minho lalu menyusul Meira.


Juan terseyum. "Akhirnya bisa menghabiskan waktu dengan kekasih walau hanya 2 hari." Gumam Juan lalu melangkah pergi sebelum itu dia menutup pintu kamar.


Minho mendekat pada Meira dan memeluk istrinya dari belakang. "Bagaimana kau suka?" Tanya Minho Meira terseyum dan mengangguk.


"Aku suka sekali." Jawab Meira.


Minho mencium pipi Meira membuat gadis itu tertawa. "Sayang geli." Ucap Meira.


"Kenapa geli?" Tanya Minho heran.


Meira memutar tubuhnya menghadap Minho. "Bulu kecil di atas bibir dan dagu mu itu membuat ku geli, ayo kita cukur." Ucap Meira lalu menarik Minho masuk kedalam kamar, membawanya ke kamar mandi.


Walau masih sedikit bingung dengan susunan tempat di kamar mandi itu tapi Meira berhasil menemukan busa untuk mencukur.


(Aku tidak tau apa nama aslinya jadi pake sebutan orang biasa saja bisa cukur 😁😁.)


Meira menuang busa cukur itu kedalam wadah dan menyiapkan alat cukur, Minho hanya diam memperhatikannya.


Meira berbalik dan terdiam membuat Minho bingung. "Kenapa sayang?" Tanya Minho.


"Kenapa aku baru sadar suami ku setinggi ini, berapa tinggi mu? Aku kesusahan jika kau setinggi itu." Ucap Meira Minho terkekeh.


Di angkatnya tubuh Meira dan mendudukannya di westapel dengan dia berdiri didepan Meira. "Tinggi ku 185, kau saja yang lambat tumbuh sayang" Ucap Minho Meira memayunkan bibirnya.


"Tapi kau wanita sempurna untuk ku." Ucap Minho Meira terseyum mendengarnya.


Tangan Meira perlahan mengoles busa cukur itu di sekitar pipi dan dagu sampai diatar bibir Minho. Pelan-pelan Meira mencukur wajah Minho gara suaminya tidak terluka.


Minho terus menatap wajah istrinya, selalu terlihat cantik walau tanpa make up. Meira adalah wanita tercanti baginya.


"Jangan menatap ku terus." Ucap Meira sambil mencukur area dagu Minho.


"Kenapa?" Tanya Minho.


"Nanti kau jatuh cinta pada ku." Minho terseyum mendengarnya, tangannya berpindah ke pinggang Meira.


"Ya, aku jatuh cinta pada mu dan akan selalu jatuh cinta pada wanita ku ini." Ucap Minho Meira menatapnya.


"Walau kau menikahi wanita seperti ku, yang hampir gila karena traumanya." Ucap Meira.


"Tidak masalah bagi ku, mau seperti apa pun keadaan mu kau tetap adalah cinta ku dan selamanya seperti itu." Ucap Minho mata Meira hampir berkaca mendengarnya tapi dengan cepat dia mengalihkan pandangannya kembali mencukur bulu di atas bibir Minho.


"Jangan bicara lagi, kau akan terluka terkena pisau cukur ini." Ucap Meira, Minho tau pasti istrinya terharu mendengar ucapannya.

__ADS_1


Minho menarik Meira mendekat, kaki Meira melilit dipinggang Minho agar tidak jatuh. Meira terdiam melihat wajah Minho yang begitu dekat dengannya, untung saja cukuran itu sudah selesai.


Minho mengambil alat cukur di tangan Meira dan meletakannya di atas wastafel, setelah itu mengambil haduk kecil dan membersihkan sisa busa lalu meletakannya kembali. Tanganya kembali memeluk pinggang Meira mendorong punggung Meira agar semakin dekat.


"Istri ku adalah wanita sempurna, aku tidak peduli bagaimana diri mu kekurangan mu bahkan apa yang pernah terjadi pada diri mu. Yang aku cintai adalah kau yang sekarang, dan aku akan menerima apa pun yang kurang dari mu." Ucap Minho Meira hanya diam mendengarkan.


"Jadi jangan berpikir kalau aku tidak menerima diri mu yang seperti itu, kau istri ku kau yang ada di kehidupan ku sekarang....apa pun yang terjadi semua akan aku lalui bersama mu sayang, jangan sedih lagi aku ada untuk mu." Ucap Minho air mata Meira mengalir.


Meira memeluk Minho erat. "Terimakasih." Ucap Meira menangis.


Minho mengelus punggung itu lembut. "Kau tidak perlu berterimakasih, itu sudah kewajiban ku menikahi mu maka aku harus menerima semuanya. Cinta ku hanya untuk mu dan kau harus terus bersama ku." Ucap Minho Meira mengangguk.


"Aku mencintai mu." Ucap Meira Minho mencium kepalanya.


"Aku juga mencintai mu sayang, sangat mencintai mu." Balas Minho Meira melepas pelukannya dan menatap Minho.


"Ayo berjuang lagi, kita kembalikan dia yang pergi." Ucap Meira Minho terseyum lalu mengecup bibir Meira.


"Tentu." Balas Minho dan bibir itu kembali bersatu.


Meira memeluk leher Minho memperdalam ciuman mereka, Minho mengangkat tubuh itu dan membawanya keluar kamar mandi.


Menidurkan Meira diatas ranjang, Minho membuka bajunya dan baju Meira, lalu kembali keatas tubuh Meira.


Minho mencium bibir itu dalam, mengalurkan semua rasa rindunya dari permainan yang mereka lakukan.


Tangan Meira meremas saprai ranjang saat merasakan permainan di bawah sana, Minho begitu merindukannya bahkan sampai tidak memberikan Meira waktu untuk istirahat sebentar.


"Sayang...."


"Sebentar lagi." Ucap Minho kembali menindih Meira dan memperdalam permainannya.


Meira meremas bahu Minho sebagai pelampiasannya, suara mereka bersatu saat melakukan pelepasan.


Nafas keduanya menderu menghirup oksigen, Minho menatap Meira yang memejamkan matanya.


"Sayang.." panggil Minho.


"Hhmmm...sudah sayang aku lelah." Ucap Meira Minho terseyum.


"Baiklah, tapi kita bersihkan badan dulu. Setelah itu kau boleh tidur." Ucap Minho mengangkat tubuh Meira kembali masuk kedalam kamar mandi.


Tentu saja mereka hanya mandi, memangnya mau ngapain lagi.


.......●●●●●●●●......

__ADS_1


Like and Komen ya, pembaca ku yang cantik dan tampan. Hehehe sedikit merayu tidak papa kanπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜„πŸ˜„


__ADS_2