Si CUPU Jodoh Ku

Si CUPU Jodoh Ku
murid baru


__ADS_3

Minho melangkah menuju kamarnya saat melewati kamar Meira Minho menghentikan langkahnya dan menempelkan kupingnya di pintu itu.


"Kenapa tidak ada suaranya, dia sedang apa?"gumam Minho lalu membuka pintu kamar itu.


Meira yang baru keluar kamar mandi terkejud melihat Minho membuka pintu. "AAAKKHHHH DASAR MESUM..."teriak Meira melepar bantal sofa di kamar itu tapi Minho lebih dulu menutup pintu kamarnya.


"Hah....indah sekali.."gumam Minho sempat melihat tubuh molek Meira.


"Aaaa Minho tahan, kau harus menikahinya lebih dulu agar lebih puas menyantapnya."gumam Minho lalu melangkah masuk kekamarnya.


Meira menggerutu kesal. "Dasar mesum, seharunya dia bisa memanggil ku lebih dulu sebelum masuk. Akkhhh salah aku juga kena tidak mengunci pintu."grutu Meira lalu memakai bajunya yang telah disiapakan.


Sedangkan di kamar berbeda Minho merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya dan terseyum mengingat paha mulus Meira membuatnya gila.


"Aaaa aku sudah gila....hy tapi apa salahnya dia calon istri ku, aku berhak atas dirinya."gumam Minho lalu terkekeh.


"Lihat saja nanti kau akan habis oleh ku sayang."gumam Minho lalu pergi kekamar mandi.


《《《《《


Keesokan harinya, Meira ternyata lebih dulu bangun dadi pada Minho, lihat lah bahwan cowok itu masih molor saat Meira masuk kedaam kamarnya.


"HY BANGUN."ucap Meira memukul Minho dengan bantal.


"Bentar lagi sayang."ucap Minho menangkap bantal itu dan memeluknya.


Meira berkacak pinggang lalu masuk kedalam kamar mandi, di ambilnya satu tempat air kecil dan diisinya air dingin.


Meira melangkah mendekati Minho dan...


Syuuuurrr...


"Hah apa? Apa rumah ku bocor."ucap Minho bangun dari tidurnya.


"Otak mu yang bocor, cepat mandi dan bersiap."ucap Meira lalu melangkah pergi.


"Sayang...morning kiss dulu."pinta Minho tapi tidak di hiraukan Meira.


"Ishhh sudah menyiram ku,tapi tidak mau tanggung jawab. Dasar singa."ucap Minho tiba-tiba Meira mincul dari balik pintu membuat Minho terkejud.


"Apa kata mu tadi?"tanya Meira berkacak pinggang.


"Tidak sayang....aku tidak mengatakan apa-apa."jawab Minho takut melihat tatapan mata Meira.


"Singa....singa...lihat wajah mu itu kenapa ada musim kemarau diwajah mu, kau jorok sekali."ucap Meira lalu menatap bantal Minho.


Minho memegang wajahnya dan merasakan ada yang lengket dan kering di sisi bibirnya sampai kedagu.

__ADS_1


"Lihat bahkan masih ada pulau disana, kau jorok sekali issshh."ucap Meira lalu pergi.


"Memangnya kenapa? Aku juga bingung kenapa aku bisa menyiler saat tidur.....aaaaa pasti gara-gara meihat tubuhnya tadi malam membuat ku ingin."gumam Minho terseyum lalu melangkah kekamar mandi.


....


Di dapur Meira menyiapakan sarapan untuk mereka, dia sudah siap dengan baju seragam.


"Kau sekolah hari ini?"tanya Minho saat sampai di dapur.


"Hhmmm.."jawab Meira lalu meletakan masakannya di atas meja.


"Ayo sarapan."ucap Meira, Minho hanya mengikuti sesekali melirik gadis itu.


Mereka menikmati sarapan dalam keheningan sampai Minho lebih dulu membuka suara.


"Kau marah pada ku? Aku minta maaf sayang jika aku salah, tadi malam aku pikir kau sudah tidur makanya aku masuk begitu saja karena tidak mendengar suara apa pun."ucap Minho Meira menggeleng.


"Aku tidak marah, tadi pagi aku hanya kesal karena kepikiran sesuatu dan bertindak seperti itu pada mu."jelas Meira.


"Lalu kau kenapa mendiamkan ku? Apa yang kau pikirkan? Bilang pada ku sayang, apa yang mengganggu pikiran mu?"tanya Minho.


Meira menghelakan nafasnya. "Hah....Min boleh aku mimta bantuan pada mu?"tanya Meira.


"Bantuan apa sayang?"tanya Minho.


"Selamat pagi tuan nona, mobil sudah saya siapkan kita tinggal berangkat."ucap Juan yang masuk menghampiri mereka.


"Terimakasih Juan....kau sudah sarapan, sarapan lah bersama kami."ucap Minho.


"Terimakasih tuan."ucap Juan bergabung bersama mereka.


Meira tidak jadi mengataknnya. "Kau ingin mengatakan apa tadi?"tanya Minho Juan juga menatap Meira.


"Tidak...tidak jadi. Sarapan ku sudah selesai."jawab Meira lalu beranjak pergi.


Minho hanya menatap gadis itu, Juan jadi merasa tidak enak. "apa mereka tadi sedang bicara serius."bantin Juan.


Meira menuruni tangga setelah mengambil tasnya, Minho dan Juan sudah menunggunya di bawah.


Minho terseyum lalu mengelus pucuk kepala Meira. "Sudah siap?" Meira mengangguk.


"Ayo kita berangkat."ucap Minho menggenggam tangan Meira lalu melangkah pergi.


♢♢♢♢♢♢


Mobil itu berhenti di parkiran sekolah, ya siapa yang tidak tau mobil itu jika bukan milik Minho dan Meira. Minho keluar lebih dulu lalu mengulurkan tanganya pada Meira.

__ADS_1


Gadis itu hanya terseyum, sebenarnya dia takut kembali kesekolah tapi tidak bisa seperti itu dia harus menyelesaikan sekolahnya.


Saat melangkah masuk seseorang menegur Meira. "Meii..."panggil Weni berlari kearahnya.


"Ke kelas yuuk."ajak Weni sambil melirik Juan yang berdiri disamping Minho, Meira terseyum dan mengangguk.


Meira menatap Minho dan melambai pada cowok itu, Minho membalas lambaian itu tapi tidak terseyum dia pasti menjaga sikapnya di sekolah.


"Wahhh mulai lagi."ucap Juan mulai bertingkah.


"Cih bodoh...tetap saja bodoh."ucap Minho Juan merangkulnya.


"Hy aku seperti ini karena mu, kau yang meminta saat di sekolah bersikap biasa seperti kita berteman....dasar aneh."ucap Juan Minho hanya menggeleng.


"Tapi kau terlalu berlebihan."ucap Minho.


"Aku hanya mendalaminya, lagi pula kita memang sudah berteman sejak dulu bukan."ucap Juan Minho hanya terseyum miring kecil.


Meira dan Weni sampai di kelas dan lalu duduk di kursi masing-masing.


"Mei nanti saat jam istirahan kekantin bareng yukk."ajak Weni yang duduk didepan Meira.


"Boleh.."balas Meira Weni terseyum lalu kembali mengehadap depan.


"Eeh eeh...katanya kita ada murid baru loh dikelas kita, padahal udah kelas tiga tapi malah pindah karena membuat masalah di sekolah yang dulu."gosip seseorang yang masuk ketelingan Meira.


"Benarkah, aduh bisa-bisa dia berbuat masalah lagi disini."


"Mungkin, dan juga aku dengan murid baru itu suka mencari ribut disekolahnya. Bahkan dia berani melawan guru itu sebabnya dia bisa pindah dan juga ya dia bisa masuk disekolah ini karena orang tuanya membayar, aduh aku jadi merinding.."


"Kita lihat saja nanti bagaimana orangnya."


"Selamat pagi anak-anak."sapa seorang guru saat masuk kedalam kelas mereka Meira yang tadi fokus mendengar mengalihkan perhatiannya.


"Kita kedatangan murid baru..... yah bapak rasa kalian bisa menerimanya dikelas kita."ucap guru itu lalu mempersilahkan seseorang masuk.


Orang itu masuk dan menghadap kearah semua orang di kelas itu.


"Ya ampun cantik."ucap salah satu siswa.


"Masih cantikan Meira dari pada dia."ucap salah satu lagi.


Meira  "Bukan kah dia..."


"Silahkan perkenalkan diri mu."ucap guru itu.


"Selam hangat semuanya, aku Gadis Silva Anita siswi pindahnya dari sekolah Harapan kota."salam orang itu.

__ADS_1


Meira terdiam. "Dia yang di restoran itu."


__ADS_2