Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
011 orang -orang terminal


__ADS_3

Selesai AQat Nikah dan makan jamuan yang tersedia.


papa Bastian dan keluarganya telah pulang.


aku hanya menatap punggung mereka tanpa berani mencegah.


tetap duduk anteng dipelaminan yang sengaja disediakan untuk aku dan kak Rayhan.


kami berdua sendari tadi hanya terdiam


sibuk dengan pikiran kita masing-masing


tanpa ada satu pun yang mengawali obrolan


hanya suara lagu-lagu yang terdengar melalui sound sistem diluar, sebagai tanda rumah ini ada acara resepsi pernikahan.


Raaaaannnnniiiiiiiiiiaaaaaaa..........!!!!!!!!


kualihkan pandangan ku keasal suara


mbk Narti berlari menghampiri ku naik ke pelaminan.


tak memperdulikan banyaknya orang disekitarnya.


mengabaikan tatapan dan cibiran orang-orang yang melihat.


disusul orang-orang yang sering kutemui di terminal.


ya Allah terminalnya pindah tempat.....


mb Narti langsung memeluk ku erat


" nggak nyangka kamu dah nikah Rannnnnn


mana cantik banget,........ aku hampir nggak bisa ngenalin Lo......... suami lo pinter banget ngerubah lo,....... biasanya loh kotor kusam bau menjijikkan,...... eh sekarang bagai bidadari........"


tanpa memperdulikan ketidak nyamanan ku,


Mbak Narti memutar-mutar tubuhku


ditatapnya dari atas kebawah.


aku sampai risih ditatap seperti itu....


memang mbak Narti orang yang paling welcome padaku.


tak pernah memperdulikan bau, kotor dan menjijikanya diriku.


dan cuma dialah yang tahu alasan kenapa menjijikkan nya diriku.


" Rannnnnn....... hutang gue gimana?????


gue Lom ada duwit buat ganti.....


pasti lo setelah ini nggak bakal kerja di Warteg lagi kan?????

__ADS_1


nggak mungkin juga,. suami lo tajir melintir gini pasti lo disuruh anteng dirumah.


diikhlasin aja ya?????"


" iya......... diikhlasin.......!!!!!!!!!"


itu bukan suara ku , tapi suara kak Ray yang duduk santai di kursi singgasana diatas pelaminan.


" uhhhhhhbh........... makasih.........


tapi aku tetep sedih......


setelah ini lo masih mau nggak temenan ma gue?????


kan status kita dah berbeda.....


lo jadi orang kaya sementara gue masih tetep gini aja??????.


" mbak Narti bilang apa sih........


ucapku terpotong.......


sopir yang selalu menggangguku tiba-tiba mencela.


" hey........ Narti turun loooooooo.......


jangan pelak peluk gitu, Lo pikir gue nggak ngiri???????"


aku hanya tersenyum garing.......


alhasil sopir itu menjadi tontonan gratis orang-orang sekitar.


hedehhhhh nggak malu dah tua tingkah nya kayak gitu?????


⚛️🕉️✡️☸️🔯☮️


sehabis Duhur......


aku kembali masuk dalam kamar yang kutempati semalam.....


setelah sholat dan melepas segala atribut pengantin.


kubaringkan tubuh ku diatas ranjang.....


baru saja mata ini akan terpejam


tok ....... tok.......tok......


suara ketukan pintu mengganggu kenyamanan ku.


mau tak mau aku harus segera membuka kan pintu.


Didepan pintu berdiri Wanita berusia 40 th , membawa nampan berisi makanan dan minuman.


mungkin dia salah satu Bibik pembantu dirumah ini......

__ADS_1


" mbak Rania ini dimakan dulu......


setelah itu kata ibu, Mbaknya harus istirahat, nanti jam 1 mbaknya akan dirias lagi , akan ada tamu teman-teman majelis nya ibu"


Aku melirik jam menunjukkan pukul 12.30 siang.


apa sempat aku istirahat?????


ya sudah diiyain aja.....


" makasih......"


ucapku mengambil nampan tersebut, kubawa masuk , kuletakan diatas nakas, sebelum menutup pintu kembali.


tanpa berniat menyentuh makanan.


kubaringkan tubuh ku


memejamkan mata dan berlayar dialam mimpi segera.


⚛️🕉️✡️🔯☸️☮️


mbak.........


tidur nyenyak ku terusik akan panggilan seseorang.


kubuka mataku , perias tadi sudah berdiri disamping ranjang.


kulirik jam dinding menunjukkan pukul satu siang.


" bentar mo kekamar mandi dulu"


ucapku sembari menyeret tubuhku kekamar mandi.


setelah mandi aku keluar dan mulai dirias.


kebaya modern warna biru berpayet ungu telah aku kenakan.


pelan-pelan aku digiring keluar untuk duduk dipelaminan kembali,. bersama seseorang yang sudah sah menjadi suamiku......


☮️☸️🔯✡️🕉️⚛️


Kubanting kembali tubuhku dengan kasar keatas ranjang tanpa melepas segala atribut riasan pengantin.


acara tadi sungguh melelahkan, Tamu ibu dari majelis sungguh banyak, dia harus berdiri berjam-jam untuk bersalaman.


kebanyakan memang orang-orang yang sering nongol di TV, diacara dakwah dan tausiyah setiap pagi.


Andai saja mbak Narti dan orang-orang terminal belum pulang mungkin dia sangat senang dan bahagia, karena bisa bertemu langsung pada sang idola ustadzah gaul yang sering ia tonton diwarteg tiap pagi.


Untungnya Rania sempat meminta foto dengan ustadzah tadi, kapan-kapan akan ia berikan pada mbah Narti.....


Bismillah.........


Rania memaksa tubuhnya untuk bangun, dia harus segera berganti pakaian,. dan segera menjalankan sholat ashar karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.

__ADS_1


__ADS_2