
Sudah seminggu kejadian itu berlalu, Reyhan semakin posesif pada sang istri, bahkan dia sampai menyewa orang khusus untuk mengawasi Rania, dengan alasan khawatir Rania kenapa-napa.
Kehidupan Rania pun berubah total, segala keinginannya dapat terwujud, apapun yang ia inginkan dapat dengan mudah ia beli, pergi kemanapun dapat terlaksana.
dengan membawa kartu tanpa batas pemberian sang suami, 👉 asalkan jangan kerja yang aneh-aneh.
Rania seperti kembali lagi seperti dulu ketika masih bersama kedua orang tuanya.
masalah uang tak pernah jadi masalah untuknya.
dia bebas menghambur-hamburkan uang berapapun sesuka hati.
Tapi kehidupan seperti itu tetap saja tak membuat nya nyaman, Rania seperti tawanan, bila tiap hari dikintili sama Jenny , bodyguard pilihan sang suami yang akan setia mengawasi nya saat suaminya pergi bekerja.
Siapa juga yang akan betah bila diikuti oleh patung hidup tanpa ekspresi .
jangankan bicara, tersenyum saja tidak pernah. tiap kali diajak bicara hanya kata Ya tidak sebagai jawaban. seakan tak ada kata lain yang bisa ia ucapkan.
Selain tanpa ekspresi, Gadis berusia 23 tahun itu seperti tak punya Rasa jijik.
Pernah Rania diikuti sampai masuk kedalam kamar mandi, menunggu Rania BAB didepan mata. khawatir Rania akan menyelinap kabur , seperti sebelumnya, pergi tanpa izin seharian bersembunyi dirumah mbak Narti.
sampai Jenny dimarahi habis-habisan oleh sang suami. 🤣🤣🤣
Seminggu itu pula Rania seperti membangun tembok es pada sang suami, tidak pernah memperdulikan atau pun berbicara. meski begitu dia tetap menyiapkan segala keperluan Reyhan dari hal sepele hingga hal penting sekalipun tak pernah terlewat.
Aktingnya cukup mahir, didepan orang lain. terutama ibu mertuanya, Rania bersikap sewajarnya, bahkan terkesan manja, seperti tak terjadi apapun.
Bila sudah berdua kebekuan akan terjadi,
Reyhan pernah protes akan sikap sang istri Remajanya, yang selalu berubah-ubah, terlihat manis didepan orang, akan sangat dingin bila berdua dengan nya.
Tapi Rania tetap bungkam,
tak tanggung-tanggung Rania akan berani mengancamnya menceritakan semua kejadian seminggu yang lalu pada ibunya
Bila sudah menyinggung hal tersebut, lebih baik Reyhan mengalah.
__ADS_1
salahnya juga belum bisa menentukan hati.
antara perasaan dan kecanduan.
bila sang suami dirumah Rania lebih memilih menghabiskan waktu ngobrol bersama ibu mertua atau bik Asih.
Bahkan dia lebih memilih ngobrol dengan patung hidup seperti Jenny , ketimbang berlama-lama dengan suaminya.
Dan karena hal itulah dapat membuat seorang Reyhan Alvaro uring-uringan seperti gadis PMS
Sampai Tio sekretaris kesayangan nya yang tak pernah membuat kesalahan selama bekerja dengan Reyhan menjadi sasaran amukan dan kekesalan nya.
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
" Rania........"
" hmm......."
" keluar yuk ......."
" makan......????"
" berdua.....????"
" sesukamu....???"
Rania mengerutkan kening. kenapa suaminya mengajak nya bermain tekan teki. kalau saja saat ini mereka ada dikamar berdua , tentu Rania malas untuk berbicara dengan Reyhan.
sayangnya mereka sedang menonton televisi, bersama ibu. diruang keluarga.
bukan kebiasaan Reyhan menghabiskan waktu berlama-lama diluar kamar.
Biasanya dia lebih memilih tenggelam dalam permainan gamesnya.
Tapi karena seminggu ini Rania selalu menghindar, membuat Reyhan mau tak mau harus selalu mengikuti kemana Rania pergi.
harapannya satu agar Rania luluh, mengizinkan dia untuk sekedar memeluk, atau lebih seperti mencium bibir seksi Rania yang sudah seminggu Ia rindukan.
__ADS_1
atau bermain dengan gundukan berharga milik Rania.
Sungguh Reyhan merindukan itu semua.
Reyhan menatap sendu wajah Rania dari samping. yang sedang fokus pada layar televisi, sembari mamangku keripik kentang setoples.
pakaian nya kali ini sungguh menggoda iman,
Rania hanya memakai celana selutut, dan kaos tengtop, memperlihatkan seluruh lekuk tubuh mungil Rania.
Memang malam itu mereka hanya bertiga, pintu depan dan semua jendela sudah tertutup rapat.
ibunya pun hanya memakai kaos oblong tanpa jilbab syar'i yang selalu menutup rapat mahkota kebanggaannya.
Dan Jenny sudah diminta Reyhan untuk istirahat dikamarnya,
Sendari tadi ibu melirik Reyhan, memperhatikan setiap gerak-geriknya.
ibu tersenyum, tahu akan apa yang diinginkan anak semata wayangnya.
" kalian pergilah berdua......"
perkataan ibunya barusan, membuat Rania kaget. ditatapnya ibu dan Reyhan bergantian.
" berdua.....???"
Rania mengulang perkataan ibunya. matanya menatap sang suami yang duduk disebelahnya.
Reyhan hanya mengangkat kedua alisnya.
" nge.......Date......????
" hmmmm......."
Dengan semangat Rania segera naik kelantai atas. melupakan bahwa dirinya sedang marah pada sang suami tercintanya.
digantinya baju yang paling bagus menurutnya, berdandan agar terlihat lebih cantik dan menarik
__ADS_1