Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
016 Salah paham....


__ADS_3

Reyhan baru saja keluar dari kamar mandi setelah mengguyur sekujur tubuhnya dengan air, membersihkan keringat dan bau yang menempel pada tubuhnya. kakinya hampir tersandung akan bantal guling yang tergeletak di depan kamar mandi.


Ia menghela nafas melihat kekacauan dalam kamarnya , ranjang berantakan, seperti baru saja terkena tsunami, pora-poranda . matanya mengedar mencari keberadaan sang istri.


Terserah lah mungkin gadis itu akan berteriak bila melihat nya hanya memakai handuk,


lebih baik segera memakai baju dan mencari keberadaan nya.


Setelah memakai kaos oblong dan celana kolor, Reyhan melangkah kakinya keluar kamar mencari keberadaan sang istri.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


" mbak Rania ngapain disitu????"


tanya bik Inah saat melihat Rania mencoba membuka pintu kamar tamu yang memang sengaja dikunci.


" eh bibik .......". Rania menggaruk rambut basah dikepalanya yang memang belum sempat ia sisir rapi.


" Rania mau tidur disini bik , tapi kok dikunci ya bik"......


" memang sengaja dikuci mbak...."


" haaaaaa ...... lalu kuncinya mana bik????"


" kuncinya dipegang sama ibu, la ini mbak yang ibu khawatir kan, mbak Rania sama mas Reyhan kan sudah sah menjadi suami istri masak tidurnya pisah."


" lalu ibu dimana bik.....????"


" kayaknya ibu kecapean deh mbak, dari tadi didalem kamar terus, mungkin sudah tidur"


Rania memejamkan mata ia usap keningnya bingung harus bagaimana.


" ya sudah bik....."


Rania melangkah meninggalkan sang bibik didepan kamar tamu,


menuju dapur, pantatnya ia dudukan disalah satu kursi meja makan.


Tak lama Reyhan datang mendekat , menggeser kursi agar bisa duduk lebih dekat dengan Rania.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


bik Inah melihat punggung Rania yang menjauh, senyum jail terulas dibibirnya


" ngapain bik senyum-senyum sendiri????,. Kesamben????"

__ADS_1


bik inah menatap ibu Nasiha disampingnya


" itu Bu , mbak Rania, kayaknya tok cer Bu"


Ibu Nasiha menatap Rania dan Reyhan dari kejauhan. bibirnya tersenyum melihat penampilan mereka, rambutnya sama-sama basah, cara jalan Rania juga kesusahan apa mereka baru saja em.......


senyum nya makin lebar kala mendengar obrolan mereka.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


" kamu disini....."


Reyhan menggenggam lengan Rania ingin diajaknya kembali masuk kamar.


" ogahhhhh ...... masuk sendiri Sono .....!!!!!"


" apa masih sakit??????"


" kamu nggak liat tadi?????_"


" masih bisa jalan kan?????_"


" bisalah , buktinya sampai sini'"


" ayok ke kamar , aku obati....."


___ ibu Nasiha dan bik Inah menutup mulut mereka kaget,


apa sebegitu perkasanya punya Reyhan hingga bisa membuat punya Rania bengkak__


" Nanti kalau tambah bengkak, nggak bisa jalan"


Reyhan masih setia merayu dengan halus....


" biar Kamu puas...."


" ayolah......!!!!!!"


Reyhan mengusap kepala Rania sayang.


" sono sono tambah sakit lihat kamu....."


" maaf , Aku yang buat kamu terluka"


" baru nyadar.....????? tadi aja nggak peduli waktu nyakitin, lihat hasilnya bengkak baru minta maaf, emang bisa langsung sembuh dengan maafmu......????"

__ADS_1


Reyhan menghela nafas panjang, pusing juga menghadapi istrinya.....


" iya ...... maaf , ayo kugendong"


Rania menampik tangan kekar Reyhan yang akan menggendongnya .


" aku sudah mandi, lihatlah.....'


" bodo......"


Rania menelungkup kan wajahnya diatas meja makan. malas menatap suaminya.


" ya sudah.....!!!!!"


Reyhan menyerah , lebih baik dia kembali ke kamar, memberi waktu Rania untuk sendiri, siapa tahu nanti istrinya berubah pikiran,.


Rania mengedar kan matanya ,


sepi dan gelap,


___Ibu Nasiha dan bik inah buru kabur masuk kamar masing-masing, khawatir ketahuan habis nguping____


mungkin semuanya sudah tidur. pikir Rania , dilangkahkan kakinya menuju taman belakang. pantatnya dia dudukan dibangku taman, matanya menerawang menatap langit gelap tanpa bintang.


Lama kelamaan kantuknya datang menyerang, tak butuh lama Rania sudah berkelana ke alam mimpi.


satu jam kemudian


Reyhan bingung, kenapa Rania belum juga masuk kamar, dimana dia berada???? sedang apa ia!????


Reyhan memutuskan untuk turun kebawah , mencari Rania disetiap sudut ruangan.


lelah berkeliling. matanya tertuju pada pintu yang menuju taman belakang.


kenapa sampai jam segini pintu itu masih terbuka???? tak seperti biasanya


Baru saja ia ingin menutup pintu, samar-samar ia lihat seseorang sedang tertidur pulas diatas bangku taman.


siapa yang malam-malam tidur diluar, ???? apa tidak kedinginan????


Betapa terkejutnya ia melihat siapa yang tertidur....


Rania tidur meringkuk dibangku taman, memeluk kedua lututnya untuk menghalau hawa dingin akibat angin malam.


Tanpa ba-bi-bu Reyhan segera mengangkat tubuh mungil Rania masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Baru saja Reyhan membaringkan tubuh mungil Rania diatas ranjang.


pemilik tubuh mungil tersebut membuka matanya lebar, menatap tajam pada orang yang berani beraninya mengangkat tubuhnya tanpa izin.


__ADS_2