
Dalam Ruangan CEO perusahaan
Raihan dan Jonathan asyik ngobrol di sofa
sesekali tawa mereka menggema memenuhi ruangan
seakan hanya ada mereka berdua didalam ruangan tersebut
Tak jauh dari mereka nampak pria paruh baya sedang duduk di kursi kebesarannya
didepannya terdapat tumpukan berkas-berkas yang harus ditandatangani.
seakan tak terganggu oleh dua manusia tak jauh darinya
fikiranya tetap fokus pada tumpukan kertas-kertas
satu menit, seperempat jam , sampai satu jam
lama-lama punyeng kepala
bukan karena terganggu oleh dua manusia berbeda usia
tapi karena masalah yang tak kunjung terpecahkan
bertahun-tahun dia mencari anak perempuan dari sahabatnya
sampai sekarang tak kunjung menemukan hasil
aaaaaaaaaaaaaa.......
brrrraaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk.....
pria paruh baya bernama Bastian akhirnya menyerah
dia membanting tumpukan berkas-berkas ke atas meja
semua nya seakan tersumbat dalam otaknya
tak ada jalan keluar .......
Reyhan dan Jonathan menatap bingung sang papa sekilas
dan kembali mereka saling pandang , seakan bertanya
" papa kenapa.....?????"
Bastian menatap Jonathan tajam
aaaaaaaaaaaaaa.....
kembali dia berteriak mengusap wajahnya kasar
" ini gara-gara kamu Reyhan......"
Reyhan menunjuk dirinya sendiri
__ADS_1
heran bertanya-tanya
salah apa dirinya????
sampai sang papa nampak begitu frustasi
begitu pun Jonathan
" loh kok jadi saya pa?????"
" iya gara-gara kamu , nggak mau ngambil alih perusahaan cabang"
Reyhan hanya menatap Jonathan dan Bastian bergantian
memang berulang kali Bastian menawarkan Reyhan untuk mengambil alih perusahaan cabang dipinggir kota
dibandingkan perusahaan atas nama Jonathan dan Roger, kakaknya
perusahaan itu jauh lebih kecil
tapi entah rasanya tidak enak saja
dia sudah sangat bersyukur
berkat keluarga inilah kehidupannya jadi jauh lebih baik
walau pertemuan mereka harus secara tragis dan hilangnya dua nyawa sekaligus.
" iya sih elu tu ya, tingal terima doang apa susahnya,????
Jonathan ikut menimpali ucapan ayahnya yang ngotot agar Reyhan mau menerima pemberian mereka.
" harusnya papa tu udah pensiun,
santai-santai dirumah, sama mama kalian
nimang cucu
bukan malah disibukkan dengan berkas-berkas tak penting ini "
Jonathan tertawa terbahak bahak mendengar penuturan ayahnya,
" papa mo nimang cucu siapa????
anak kak Roger ada di Jerman,
Mylea juga Lom lahiran????"
Bastian terdiam teringat kembali anak dari sahabatnya Surya
diamana sekarang berada???
dari dulu memang Bastian menginginkan menjodohkan Jonathan dengan anaknya Surya
belum sempat keinginan itu terwujud anak itu malah menghilang
__ADS_1
apabila anak itu tidak hilang , apakah dirinya saat ini juga menantikan lahir nya cucu
Bastian tersenyum kecut.
" apa kalian sudah menemukan bukti
kenapa perusahaan Surya bisa diambil alih oleh Arya. semua juga atas nama Arya????
seharusnya atas nama putrinya"
" papa masih mengingat putri dari om Surya???
sudahlah pa, Jonathan juga sudah menikah"
" bukan itu Nathan, Apa kau tidak kasian dengan putrinya Surya????
harusnya perusahaan dan rumah milik dia
tapi dengan serakahnya Arya mengambil alih"
" bukanya itu wajar pa,. bukanya om Arya itu kakaknya om Surya"
Bastian menghela nafas panjang
" perusahaan itu didirikan Surya dengan susah payah
, walaupun Arya bukan anak kandung,
orang tua Surya tidak membeda-bedakan
warisan dari mereka tetap dibagi adil
tapi sekarang lihatlah , hak dari anaknya Surya malah diambil alih"
" sepertinya perusahaan itu sekarang menurun pa
om Arya tak terlalu pandai dalam mengelola perusahaan"
Bastian nampak antusias mendengar penuturan Reyhan
seringai jahat terukir di bibirnya
akhirnya dia dapat cara untuk merebut perusahaan itu dari tangan Arya.
Jonathan terdiam mengenang masa-masa indah bersama Imelda putri semata wayang om Arya
Dulu mereka memang menjalin kasih saat duduk di bangku SMA
entah apa penyebabnya Imelda tiba-tiba meminta putus
setelah ditelusuri rupanya dia mencari lelaki yang jauh lebih kaya darinya
Dan sekarang setelah mendengar perusahaan yang dikelola oleh om Arya hampir bangkrut barulah Imelda datang memohon-mohon pada dirinya untuk kembali
sayangnya dia sudah terlanjur menerima perjodohan dari ayahnya pada anak dari rekan bisnis ayahnya
__ADS_1
sampai sekarang pun Imelda masih mengejar-ngejar dirinya agar mau kembali