
Ditempat lain......
di dalam ruangan meeting,
drrrrrrtt......
ponsel Tio bergetar, menandakan satu pesan masuk kedalam ponselnya.
pria itu lupa mengganti ke mode getar
hingga bunyi ponselnya, mengganggu kenyamanan diruang meeting.
" maaf. ......"
ucapnya singkat, menundukkan kepala , tanda menyesal atas kelalaiannya.
matanya melirik sekilas pada layar ponsel.
hanya nomor tak dikenal.
Dan kejadian tersebut, membuat atasannya bingung.
Reyhan yang sendari tadi fokus dengan meeting. baru saja tersadar,
pria itu merogoh saku celananya.
dimana ponselku,
ya Tuhan......
dia baru ingat, ponselnya tertinggal diruangan nya, tadi pria itu mengisi daya ponselnya
karena semalam dia benar-benar lupa,
sibuk mengurus bayi besarnya, hingga melupakan kalau daya ponselnya habis.
pasti istrinya sudah mengirim , beribu ribu pesan. pasti banyak panggilan tak terjawab.
Reyhan melirik ponsel Tio.
" mana ponselmu?????"
Tio terdiam, tentu saja khawatir, apa bosnya akan marah ????? karena terganggu oleh suara ponselnya tadi???!
ragu-ragu Tio segera menyerahkan ponselnya
Diluar dugaan , chat dari nomor tak dikenal di ponsel Tio terbuka, saat Reyhan membuka kunci . sekilas pria tersebut membacanya.
alisnya berkerut, seperti familiar dengan nomor WhatsApp ini....
_ pak Tio , ruangan mas Rey dimana???? Rania diluar tak diizinin masuk_
Reyhan segera melakukan panggilan,
__ADS_1
sudah ia coba berulang kali, tapi nomor tersebut diluar jangkauan .
kebingungannya menjadi pusat perhatian dalam ruangan meeting.
" ehemmmmmm....."
. Reyhan berdehem agar semua mata tidak tertuju padanya lagi.
dan hal itu berhasil, mereka kembali pada kesibukan masing-masing.
" nona Vika , sebaiknya anda memperbaiki hasil presentasi Anda,
saya melihat , masih banyak kekurangan,
jadi.... meeting ditunda , sampai nona Vika selesai memperbaiki hasil presentasi nya.
Dan lagi,..... secepatnya, saya tidak suka menunggu terlalu lama"
Reyhan segera melangkah keluar, disusul Tio yang membuntuti dibelakang.
bukan Ruangan kantor yang dituju, justru sang big bos melangkahkan kakinya menuju lobi.
emosi Reyhan naik seketika, melihat dari kejauhan pemandangan didepan mata.
Rania diseret paksa oleh satpam, Sava berdiri bersedekap , dan hal itu menjadi tontonan para karyawan lain.
" hentikan........,!!!!!!!!"
ucapnya dingin , menggelegar memenuhi ruangan lobi.
Rania melepaskan paksa cengkraman tangan satpam dilenganya, ada rasa perih, bisa dipastikan pasti, terdapat luka
Rania segera berlari mendekat, memeluk sang suami yang berjalan kearahnya.
mata satpam membelalak kaget,
ya Tuhan mati aku .......
bagaimana nasibku.......?????
Tio segera membuka pesan diponselnya,
jadi ini nomor ponsel nona Rania?????
memang Tio tidak tahu nomor ponsel istri bosnya.
" siapa yang memerintah mu untuk mengusir istri saya dari kantornya ?????
suara Reyhan yang ditujukan pada satpam tersebut terdengar menakutkan.
sang satpam hanya menunduk takut.
tubuhnya sudah mulai gemetar.
__ADS_1
Kini mata Reyhan tertuju pada Sava yang berdiri tak jauh dari satpam.
Reyhan sudah tahu, savalah dalang dari kejadian ini.
" nona Sava , apa seperti ini, perilaku yang anda contohkan pada bawahan Anda?????"
Sava terdiam tidak bisa menjawab , pertanyaan bosnya.
" mengusir istri dari bos yang menggajimu setiap bulan?????
" maaf pak saya tidak tahu"
Sava Masih menundukkan kepalanya ketakutan.
" apa kamu bilang, tidak tahu?????
bukankah Anda berulang kali , sudah pernah melihat bagaimana wajah istri saya????"
" bukankah di meja saya terdapat foto istri saya??????"
" apa kau berubah menjadi bisu ha....??????"
Sava makin ketakutan .
" mulai sekarang kemasi barang-barangmu. tinggalkan kantor ini segera"
" tapi pak ....."
" apa kamu ingin dipecat secara tidak hormat?????
hingga membuat mu tak bisa bekerja diperusahaan mana pun?????"
sava makin membeku, ancaman bosnya kali ini tak main-main .
ia juga dapat melihat dengan jelas, kemarahan sang bos.
apakah begitu cintanya sang bos pada istrinya?????
hingga ia sangat sulit untuk mendapatkan hati sang atasan?????
Dengan langkah berat , akhirnya sava lebih memilih berjalan menuju ruangannya.
dia juga tidak mau bila dirinya tidak bisa bekerja diperusahaan lainnya .
lebih baik mengalah untuk saat ini.
" ini berlaku untuk semua, siapa yang tidak mau menuruti tata tertib diperusahaan , silahkan angkat kaki.
dan hormatilah setiap tamu yang berkunjung"
Reyhan segera menggendong istrinya masuk kedalam ruangannya.
sementara Tio, meminta semua karyawan yang bergerombol segera kembali ke mejanya masing-masing.
__ADS_1
tidak ada yang boleh mengobrol, bila ketahuan akan mendapat sanksi tegas.