
jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, ibu Nasiha sudah terlelap tidur diranjang rumah sakit yang tersedia dalam ruangan tersebut.
memang diruangan ini disediakan dua ranjang, yang satunya dikhususkan untuk orang yang menemani Pasien
Sofanya pun lumayan lebar, cukup nyaman bila dijadikan tempat tidur.
Rania membolak balikkan badannya, mencari posisi yang nyaman,
tapi rasanya matanya susah untuk terpejam
diliriknya Reyhan yang masih sibuk dengan laptopnya, sedikitpun tidak memperdulikan dirinya yang tidak nyaman.
Rania cemberut, kenapa suaminya tidak peka
nasib-nasib dua Minggu ini badan tidak bisa diajak kompromi, tidak enak makan, dan tidak bisa tidur nyenyak.
dan sekarang suaminya berada didekatnya tapi sedikitpun tidak peka akan kondisinya saat ini.
Rania menggigit selimutnya sangat keras , meluapkan emosi jengkel dalam hatinya
gadis itu memilih memunggungi Reyhan , melihat nya semakin membuatnya jengkel
Tapi nanti kalau ditinggal lagi bagaimana?????
tidak boleh, tidak bisa dibiarkan.
seperti tadi, makan malam saja dia menunggu makanan yang disuapkan langsung dari tangan suaminya
menunggu suaminya pulang dari kantor.
hingga dia telat dari seharusnya waktu meminum obat
Rania kembali membalik tubuhnya menghadap sang suami .
yang rupanya sudah duduk di kursi sebelahnya, menatap dirinya sambil tersenyum.
" kenapa Hem??????"
Reyhan membelai lembut rambut Rania
gadis itu mengerucutkan bibir
berharap suaminya paham akan apa yang ia inginkan untuk saat ini
" tidak bisa tidur????"
__ADS_1
Rania mengangguk semangat
yes. . akhirnya suaminya paham, sebentar lagi keinginannya bakalan terwujud.
" pengen makan apa hem?????"
Rania melotot, kepalanya menggeleng
loh kenapa justru makanan, perutnya saja masih kenyang, memakan makanan dari rumah sakit ditaman salad buah yang suaminya bawakan tadi pulang dari kantor
dan sekarang ditawari makanan lagi????
" kenapa tidak tidur???? sudah malam"
Terserahlah memang suaminya tidak peka
apa harus di utarakan secara gamblang , agar suaminya ini paham?????
apa yang ia inginkan????
" mau dipeluk????"
Rania mengangguk semangat, seperti orang yang baru saja menang lotre, binar kebahagiaan jelas terpancar
Reyhan segera naik ke atas Ranjang cukup lebar, muatlah untuk tidur dua orang , ikut berbaring disisi Rania , memilih tempat agar posisinya nyaman untuk Rania berbaring
akhirnya......
ucap Rania dalam hati, memang ini yang dia inginkan dari tadi
kenapa tak dari tadi saja,????? dipastikan dia bakalan tertidur nyenyak.
terbukti hanya butuh beberapa menit Rania sudah menjelajahi dunia mimpi
sungguh nyaman dalam dekapan sang suami
membelai lembut rambut Rania dan sesekali ciuman hangat menempel dikeningnya.
oh TUHAN hentikan waktunya sekejap.
rasa nyaman ini , tak ingin cepat terlewatkan
tak ingin cepat pagi menjelang, berakhir dirinya akan ditinggal suaminya lagi untuk bekerja.
mengurus kantor peninggalan orang tua Rania yang sudah bangkrut dan sekarang kembali jaya seperti sedia kala
__ADS_1
meski kemarin sempat down, karena keasyikan bulan madu.
Reyhan menatap wajah istrinya yang sudah terlelap dalam pelukannya
Ya Allah, mulai sekarang sampai sembilan bulan kedepan dia harus menjadi manusia paling peka diseluruh dunia.
dia harus lebih banyak mempelajari semua keinginan istrinya hanya dengan kode dan pengertian.
padahal kerjaan di kantor masih menumpuk sangat banyak, demi sang istri tercinta tak apalah. membaringkan tubuh sebentar agar otot-otot nya terasa lebih rileks.
Tapi tahukah anda????
jadinya tidak jadi sebentar , Reyhan malah benar-benar terlelap tidur , sambil memeluk istrinya, melupakan kerjaan kantor
yang harusnya pagi ini harus selesai.
Paginya Reyhan benar-benar kesiangan badannya terasa pegal , semalam tidur dengan posisi miring, menjadi bantalan sang istri agar tidur nyaman dan nyenyak
Setengah enam pria itu berlarian cepat-cepat masuk ke kamar mandi
setelah perjuangan ekstra memindahkan kepala Rania agar tidak terbangun dan terusik akan setiap gerakannya.
sangat susah , karena Rania justru semakin mengeratkan pelukanya
Reyhan seperti menangani bayi besar saja.
Selesai sholat subuh kesiangan , mata Reyhan mengedar, ibunya sudah tidak ada dalam ruangan
kenapa ibunya tadi tidak membangunkannya
dan sekarang dia pergi kemana
Reyhan mematung kebingungan
apakah harus berangkat pagi-pagi meninggalkan Rania seorang diri
atau menunggu ibunya kembali????
Bila dia berangkat, bagaimana Rania,??? sarapan saja belum datang???
Reyhan mendudukkan pantatnya di sofa
meskipun sudah berpakaian rapi pria itu akhirnya mengalah, lebih menunggu istrinya
sekaligus meneruskan pekerjaannya yang semalam tertunda.
__ADS_1
ah ...... bodo amat, dia kan bos nya, jadi suka suka dia saja.
meskipun dia berangkat telat atau tidak berangkat sekalipun, tidak akan ada yang berani memarahinya