
" maaaaaaa....... sayang........!!!!!!"
Suara Bastian menggema memenuhi ruangan dalam rumah.
Irma dan Mylea buru-buru mendekat, ada apa gerangan sampai suaminya seheboh itu. biasanya bila masuk Rumah hal pertama yang diucapkan adalah salam.
tapi suaminya malah memanggil-manggil dirinya.
" loh .... pa ..... kenapa ????? em..... dia kan Rania istri Reyhan????? kenapa papa????.....
apa jangan-jangan dia ?????"
Irma membekap mulutnya sendiri , tak tahu harus berkata apa, lidah nya kelu sulit untuk berucap.
" iya ma...... dia Rania anak Suryanto...... Rania yang dari dulu kita cari-cari keberadaan nya ma......."
Irma mendekap tubuh Rania dalam pelukannya, sesekali dilepaskannya pelukan diciuminya kedua pipi dan kening Rania bertubi-tubi. tangisnya pecah, rasa syukur dia ucapkan kepada Ilahi Robbi. sudah mempertemukan dia dengan Rania anak sahabatnya yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.
Sebetulnya sejak pertama bertemu dengan Rania saat pernikahannya dengan Reyhan, keduanya ingin mempertanyakan siapa Rania sebenarnya????
Tapi pertanyaan itu hanya bisa dipendam tak terucap, tak mungkin mereka bertanya disaat seperti itu.
keyakinan nya semakin mantap kala Bastian menjadi wali nikah Rania, selain permintaan Nasiha ibu Reyhan. juga saat mendengar nama sahabatnya disebut.
Dan akhirnya semua pertanyaan dalam benak mereka terjawab, istri dari Reyhan adalah Rania anak dari sahabatnya Suryanto. yang sudah lama ia cari-cari keberadaan nya.
Walau keinginannya sejak dulu tidak terwujud, ingin menjodohkan Rania dengan Jonathan, tapi setidaknya Rania sudah menjadi anaknya , menikah dengan Reyhan , anak Nasiha yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
__ADS_1
Milea hanya diam terpaku melihat interaksi mertuanya dan gadis bernama Rania.
banyak sedikit dia sudah tahu cerita , siapa Rania sebenarnya????
Begitu sayang nya kedua mertuanya kepada gadis bernama Rania.
" kamu kemana saja nak.....!????? kenapa kamu tak datang kesini saat kedua orang tuamu pergi. harusnya kamu kesini nak saat pamanmu mengusirmu dari rumah.
pintu rumah kami slalu terbuka untukmu nak,. kami sangat menyayangi mu nak, kami sangat sedih ketika kami tak menemukan mu , tinggal dimana kamu nak???? bagaimana hidupmu diluar sana nak????
Irma terus menangis menumpahkan kesedihannya.
Rania terdiam mengingat kejadian saat dirinya duduk di bangku sekolah dasar kelas enam SD.
pelan-pelan dia ceritakan kisah hidupnya.
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
Sudah sebulan Rania tidak bertemu dengan papa Bas dan Mama Irma karena perjalanan bisnis mereka.
Hari itu Rania sangat bersemangat , setelah mendengar dari mbok Darmi kalau papa Bas dan Mama Irma datang berkunjung mencari dirinya, membawa oleh-oleh boneka Barbie kesukaannya.
saking semangatnya Rania menuruni tangga dengan berlari, namun naas kakinya tergelincir hingga membuatnya jatuh dari lantai atas menggelinding kebawah.
setelah itu pandanganya kabur, dan matanya terpejam.
Saat sadar dia sudah berada dirumah sakit hanya bersama kedua orang tuanya, tak ada papa Bas dan Mama Irma yang ia rindukan.
__ADS_1
Tiap kali Rania bertanya , kedua orang tuanya selalu mengalihkan pembicaraan , agar tak membahas mereka lagi.
Lama Rania dirawat di Rumah sakit Jerman.
setelah sembuh total Rania malah dibawa mbok Darmi tinggal di desa terpencil tempat kelahirannya.
Tiga tahun Rania disana, meneruskan studinya di desa tersebut.
anehnya tiap kali Rania bertanya pada mbok Darmi , kenapa dirinya dibawa tinggal disini???? kenapa dia tak diizinkan bertemu dengan papa Bas dan Mama Irma????
mbok Darmi selalu tak bisa menjawabnya.
Setelah lulus SMP , barulah Rania dibawa kembali ke keluarganya,
lagi-lagi keanehan terjadi, kedua orang tuanya seperti membuat tembok besar , hingga sulit bagi Rania mendekat.
mereka menjadi cuek, selalu marah bila dia menyinggung papa Bas dan Mama Irma.
bahkan dia selalu disembunyikan tiap kali dirumah ada acara.
bukan hanya pada papa Bas dan Mama Irma, , Rania disembunyikan dari muka umum, seakan Rania sudah mati setelah insiden jatuhnya Rania dari tangga.
Tiap hari kedua orang tuanya mengancam akan mengirim nya kedesa terpencil seorang diri, bila dia berani diam-diam menemui papa Bas dan Mama Irma.
Jadinya dia hanya bisa memandang mereka lewat foto dan video yang dikirim bang Rezi.
untungnya bang Rezi masih sayang padanya, bahkan jauh lebih sayang setelah lama tak bertemu Rania.
__ADS_1