Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
065


__ADS_3

Pelan-pelan Rania membantu Reyhan duduk bersandar pada bantal yang ia tata agar suaminya duduk bersandar dengan nyaman.


Mata Reyhan tak berkedip menatap bibir mungil Rania yang sedang meniup bubur disendok yang akan disodorkan padanya.


setelah Yakin bubur itu tidak terlalu panas barulah Rania menyodorkan pada mulut Reyhan.


Rania terus mengulangi kegiatannya sampai semua bubur dalam mangkok tersebut ludes habis tak tersisa.


senyumnya tercetak sempurna, melihat begitu lahap suaminya menyantap bubur yang ia buat. ada rasa bangga dalam hatinya melihat itu semua.


berarti suaminya menghargai jeri payahnya.


" maaf hanya ada obat warung"


Rania menyodorkan obat penurun panas pada sang suami. dia juga bingung, nyatanya dia tak mempunyai cukup uang untuk membawa sang suami kerumah sakit.


Reyhan hanya memandang obat yang disodorkan istri Remajanya, tidak ingin cepat-cepat mengambil nya . membuat Rania berfikiran suaminya tak mau untuk meminum obat penurun panas yang ia beli diwarung.


Diletakkan kembali obat itu diatas meja , disamping ranjang . Kening Reyhan mengkerut, bingung, kenapa obat itu diletakkan kembali keatas meja?


" maaf , Rania tak punya cukup uang untuk membawa mas Rey kerumah sakit, jadinya hanya obat warung yang bisa Rania berikan untuk mas minum, Rania tak cukup berani meminta uang dari ibu, karena uang ibu baru saja untuk membayar uang kontrakan dan berbelanja untuk modal jualan esok hari."


Rania menundukkan kepalanya. sedih akan apa yang terjadi. tapi bagaimana lagi dia tak tahu harus bagaimana.


Reyhan tersenyum, diusapnya sayang pipi istri Remajanya, mengerti kenapa Rania berbuat seperti itu.


Reyhan menengadah kan telapak tangannya , meminta obat tersebut agar segera bisa diminum.


Rania mengernyit bingung,


" mana obatnya , biar kuminum?????"


" tidak usah mas, lebih baik mas hubungi pak Tio untuk mengantarkan mu pergi kerumah sakit, sekaligus mengambil baju mu, karena disini tidak ada baju pria,


apa mas mau memakai bajuku????"


Reyhan tertawa, membayangkan , dia memakai baju Rania, yang pastinya akan sangat kekecilan ditubuhnya.


" Kenapa tertawa?????"


Rania melototkan matanya tak suka ditertawakan Reyhan.


Reyhan hanya menggeleng,

__ADS_1


" tidak-tidak.... mana obatnya"


Reyhan tetap menengadahkan telapak tangannya kepada Rania, meminta obat itu kembali.


Dengan berat hati Rania menyodorkan obat tersebut pada sang suami, dalam hitungan detik, obat yang diberikan Rania sudah tertelan sempurna , masuk kedalam mulut Reyhan, senyum nya tercetak melihat sang istri menatap nya heran.


" kenapa.....????"


Rania hanya menggeleng kan kepala.


dan segera membantu suaminya kembali untuk istirahat.


" Rania,. kenapa kau begitu baik padaku????"


Rania mengulas senyum dibibirnya, mendapat pertanyaan, yang menurutnya aneh


" ibu sudah memperlakukan mu seperti itu, mana tega, aku berbuat hal yang sama"


" berarti kau hanya , kasian pada ku tidak lebih???"


Rania nampak gelagapan, hanya anggukan kepala sebagai jawaban nya


" mmmm....... sebetulnya kesalahan apa yang mas perbuat sampai ibu semarah itu padamu mas ???????"


tapi Reyhan hanya diam, seakan mulutnya terkunci rapat enggan menceritakan masalahnya dengan ibu kandungnya.


melihat seperti itu. Rania lebih memilih pergi, faham, mungkin saja memang Rania tak diizinkan untuk ikut campur dalam masalah mereka. dia harus sadar diri, siapa dia???


" maaf mas bila Rania terlalu ikut campur, sudahlah lupakan saja, istirahat lah Rania akan keluar untuk beres-beres rumah"


Reyhan mencekal pergelangan tangan Rania saat ingin keluar kamar


" apa setelan kau tahu semuanya, kau masih akan tetap berbuat baik pada ku????"


Rania mengkerut kan keningnya


" maksudnya.......????


"aku membuat kesalahan besar ، hingga ibu membenciku, jangankan ibu, Nabi Muhammad saja sangat membenci dosa ini"


Akhirnya Reyhan menceritakan semua kejadian, dari awal sampai akhir tanpa sedikitpun terlewatkan.


bagaimana dia bisa berakhir tidur seranjang dengan Rosellyn.

__ADS_1


termasuk hubungan nya selama ini.


tak terlewatkan, ciuman panasnya digudang, dan tiap kali pertemuan tak sengaja nya.


Reyhan menunduk, bulir-bulir air mata membasahi pipinya


terserah lah bila dirinya dianggap cengeng oleh Rania, dia sudah menerima segala konsekwensinya, bila Rania ikut marah padanya , bahkan jijik.


Diluar dugaan, justru Rania malah memeluk erat tubuh Reyhan , ikut menangis dalam dekapan sang suami.


rupanya dugaannya salah selama ini.


hanya berbuat seperti itu saja ibu mertuanya sampai semarah itu pada suaminya.


padahal hal semacam itu wajar-wajar saja dilakukan, orang-orang zaman sekarang , apalagi dikota besar seperti ini.


kukira dulu memang Reyhan sering melakukan hubungan itu bersama Rosellyn.


rupanya salah besar, justru itu yang pertama dan mendapatkan amukan dan amarah dari ibu kandungnya


" maafkan aku massssssss......!!!!!"


Rania masih sesenggukan didalam dekapan sang suami. Reyhan melepas paksa pelukan Rania , ditangkupnya kedua pipi istri Remajanya


heran , kenapa justru istrinya yang meminta maaf, bukanya disini dirinya yang bersalah.


" maafkan Rania mas, ...... Rania pernah, bahkan sering berfikiran negatif tetang mas, rupanya semua itu salah besar"


" maksudmu apa Ran????? "


" kukira dulu, mas emang sering melakukan hubungan itu , dengan Rosellyn, rupanya aku yang salah faham tentang mas, maafkan aku mas maaf......"


Rania kembali memeluk suaminya, menghirup aroma khas tubuh suaminya ، memberikan ketenangan Didalam rongga hatinya.


Reyhan semakin merasa bersalah pada sang istri , memang tak salah ibunya memilih Rania untuk menjadi pendamping hidupnya.


dia semakin mempererat pelukannya pada sang istri, berulang kali memberikan hadiah ciuman dipuncak kepala istrinya.


Diluar kamar, ibu Nasiha ikut menangis , mendengar setiap cerita yang terlontar dari mulut anaknya.


begitu besar rasa cinta menantunya pada Reyhan anak semata wayangnya , hingga sangat mudah memberikan kata maaf.


meski menurutnya kesalahan itu amatlah besar.

__ADS_1


__ADS_2