Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
050


__ADS_3

πŸ‘‰ Arya πŸ‘ˆ


seorang pria paruh baya meringkuk dibalik jeruji besi, skenario yang selama ini ia karang sudah terbongkar,


ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. begitulah hidup Arya sekarang.


Istrinya masih setia memejamkan mata , karena ulahnya dan anak semata wayangnya entah kemana,. apakah masih hidup atau sudah tiada. dia terjun bebas setelah bertengkar dengannya.


lagi-lagi dirinya lah dalang dibalik semua kesusahan orang lain .


seperti dulu, ia tak suka akan kedekatan Surya adik tirinya dengan Bastian.


berbagai cara ia lakukan agar persahabatan itu renggang, keduanya bisa menjauh.


Tapi selalu gagal, ada saja hal yang bisa menyatukan mereka kembali.


Suatu ketika nasib baik seakan mendukung kejahatannya.


Rania masuk kerumah sakit , atas tragedi jatuhnya bocah itu dari lantai dua .


bocah itu banyak kehilangan darah, dan butuh donor darah secepatnya.


Arya memutar otak , membayar orang dalam agar membuat pernyataan palsu, kepada Surya dan istrinya , kalau darah keduanya tidak cocok untungnya jenis darah Rania tidak sulit untuk dicari dan hasil DNA keduanya menyatakan mereka bukan orang tua kandung Rania.


syok itulah yang dirasakan keduanya,


Arya beralasan kepada Surya , bahwa dia tidak tega atas meninggalnya putri mereka,


khawatir keduanya akan sedih dan tidak terima., jadi Arya sengaja menukar anak Bastian dan anak Surya


kebetulan memang kedua istri Surya dan Bastian masuk kedalam rumah sakit yang sama, jam dan harinya pun juga sama. dengan kasus melakukan operasi cecar.


Dan hal itulah yang membuat Surya menyembunyikan Rania dari muka umum.dan menjaga jarak dengan putri kandungnya sendiri, tak ingin orang lain tau tentang kebenaran yang terjadi.

__ADS_1


Tak cuma itu saja, dia bahkan merencanakan pembunuhan keluarga adiknya,


tujuannya satu agar bisa menguasai perusahaan adik tirinya.


Belum sempat rencananya terwujud , sebuah tragedi menimpa adiknya.


mereka meninggal akibat kecelakaan pesawat .


dan hal itulah yang ia buat untuk mengusir Rania dari rumahnya sendiri.


kini Nasi sudah menjadi bubur, memang tidak berkah harta yang bukan miliknya, semua lenyap dalam sekejap mata.


kini hanya penyesalan yang anda, menghabiskan sisa umurnya dibalik jeruji besi, menanti malaikat Izrail datang menyapa.


πŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈ


πŸ‘‰Imelda πŸ‘ˆ


Robbi sudah lama mencintai Gendis, gadis kembar desa yang sudah lama ia incar, tapi sayang gadis itu justru malah tergila gila dengan perjaka tua Marwan.


Tapi umur mereka terpaut sangat jauh .


bahkan umur Gendis jauh lebih muda bila dibandingkan dengan Novita adik dari Marwan.


cinta Gendis seakan buta, berulang kali mendapat penolakan dari Marwan gadis itu tak pernah menyerah, cintanya makin menggebu, padahal disisi lain justru ada hati yang mengharapkan cintanya agar disambut.


Dan kinilah Robbi akan membuat skenario agar keduanya tak bisa saling bersama .


Robbi menpotret setiap adegan Marwan dan Rengganis dikubangan Sawah. saat tubuh mereka saling menindih.


Dengan bumbu-bumbu karanga Robbi , semua warga kampung murka, mereka beramai-ramai menyeret Imelda dan Marwan kerumah pak Anwar sang kepala desa.


" pak Anwar keluar ......"

__ADS_1


mendengar keributan pak Anwar dan istrinya ibu Waroh tergopoh-gopoh keluar rumah, keduanya kaget melihat Rengganis dan Marwan penuh dengan lumpur ditambah banyaknya warga yang berkumpul .


" lihatlah pak, dari dulu tidak ingin menikah , malah Marwan anak bapak berbuat mesum di persawahan warga, didepan anak kecil pula. kami memergoki mereka langsung,


dimana otak anak bapak????"


" tunggu bapak-bapak semuanya, kalian salah faham, itu tidak seperti yang kalian duga"


Marwan Masih berusaha menjelaskan kronologi kebenaran atas tragedi tersebut .


Tapi warga seakan tuli, sedikitpun mereka tak mau mendengar penjelasan Marwan, para warga sudah diliputi emosi termakan hasutan semua ucapan Robbi.


pak Anwar dan Bu Waroh terdiam. mereka lebih percaya akan apa yang Ia lihat, meski hati kecil mereka menolak, kemarahan warga juga tak bisa dikendalikan.


" saya sebagai orang tua , minta maaf atas kelakuan mereka.


jadi kami terima konsekuensi semuanya.


apa yang kalian inginkan.....????'"


ucap pak Anwar mencoba menenangkan.


" nikahkan mereka......."


" usir..... mereka.....'"


ucap para warga berteriak serentak mengemukakan semua pendapat mereka masing-masing.


" oke.... saya akan menikahkan keduanya, selain untuk menuruti permintaan kalian, saya Juga berharap anak lelaki saya segera menikah. tapi untuk mengusir anak- saya keluar kampung , saya sebagai orang tua sekaligus kades setempat tidak setuju, karena melihat dari kerja keras, dan hasil yang dibuat oleh Marwan sangat membantu perkembangan kampung kita, Apa pantas orang yang berjasa dikampung kita diusir???


apakah ini wujud Terima kasih kalian kepada Marwan????"


para warga mengaguk menyetujui semua perkataan sang kades.

__ADS_1


satu persatu mereka membubarkan diri meninggalkan keluarga bapak Anwar.


__ADS_2