Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
053


__ADS_3

Jonathan dan Reyhan menunggu didepan kamar UGD di RS, Reyhan sampai duduk dilantai menundukkan kepalanya . tak lama Bastian dan Irma datang karena sebelumnya sudah dihubungi Jonathan.


" bagaimana keadaan ibu Nasiha ???"


tanya Irma khawatir.


tapi keduanya tetap bungkam, lama mereka menunggu, akhirnya dokter yang menangani ibu Nasiha keluar.


" bagaimana dok keadaan ibu saya.....????"


tanya Reyhan tak sabar ingin mengetahui kondisi ibunya.


" Alhamdulillah , semua baik-baik saja, tolong dijaga pola makannya, karena dilihat perut pasien kosong,"


setelah menyampaikan itu, dokter tersebut berlalu pergi, tapi baru beberapa langkah dokter itu kembali lagi.


" maaf pak tadi saya dengar, pasien sempat menyebut nama Rania, mungkin dengan keberadaan orang yang bernama Rania pasien akan cepat sembuh,"


Jonathan , Irma dan Bastian saling pandang, Hanya Reyhan lah yang menundukkan kepala.


" kalau begitu saya permisi, masih ada pasien lain"


ucap sang dokter melangkah kan kakinya menjauh, dari keluarga pasien yang nampak masih kebingungan.


" saya lihat dari tadi , nggak ada Rania, dimana dia Rey?ΒΏ??"


lagi-lagi Reyhan hanya diam,


" dimana Rania Rey????"


ulang Bastian karena tidak mendapat jawaban dari Reyhan.


" dia pergi....!!!!!!" ucapnya singkat.


" kenapa.,...????"


" ........."


" kau tak mencarinya....???"


" ........"


pooooooooookkkkkkkkk..........


Bastian memukul Reyhan sampai tersungkur ke lantai, darah segar mengalir disela bibirnya


" Rania ku Ya Allah....... dimana kamu nak???"


ibu Irma histeris, memikirkan Rania yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri.


Bastian buru-buru mendekat menenangkan sang istri .


" jangan bilang , kau mengusir Rania karena Rosellyn?????"


Jonathan menatap tajam Reyhan yang masih terduduk dilantai rumah sakit.

__ADS_1


Reyhan hanya mengangguk, karena merasakan sudut bibirnya terasa perih.


Jonathan emosi tangannya terkepal, diangkatnya tubuh Reyhan Kedinding, Jonathan mencengkram kerah baju Reyhan


" kurang ajar kau....."


plaaaaaakkkkkkkkkk.....


Jonathan terus memukuli Reyhan, tak memperdulikan ini dirumah sakit. Reyhan hanya diam menerima semua pukulan Jonathan, memang ini salahnya.


" bila kau sudah tak menginginkan nya bawa dia kembali pada kami" πŸ‘‰ Jonathan


" andai waktu itu tidak ada Rania bayi, sudah kupastikan ibumu membusuk dipenjara Rey. karena kehadiran dialah, istri ku bisa memaafkan mu, dan meminta ku menganggapmu sebagai anak, dan membiyayaimu hingga sesukses ini,"


πŸ‘‰Bastian


" harus nya kau sadar, begitu pentingnya Rania dalam keluarga kami, seujung rambut saja kau berani menyakitinya, maka Kamilah yang akan menghabisi mu" πŸ‘‰ Jonathan


Jonathan menghempaskan tubuh babak belur Reyhan kelantai, emosinya masih menggebu-gebu.


" pergi kau,..... cari dia sampai dapat"


Jonathan menunjuk pintu keluar, agar Reyhan segera pergi dari hadapan mereka.


susah payah Reyhan mencoba berdiri , tubuhnya seakan remuk oleh amukan Jonathan, baru beberapa langkah Reyhan melangkah menjauh , suara Irma menghentikan nya .


" Reyhan......!!!!?"


Reyhan berhenti , tapi ia tak menolehkan wajahnya kepada Irma.


" jangan pernah kau coba menampakkan wajahmu didepan kami, bila kau tak membawa Rania kembali"


Reyhan melangkahkan kakinya menjauh, berpasang-pasang mata menatapnya disetiap jalan, bahkan ada salah satu suster yang menawarkan diri untuk mengobati.


Reyhan hanya mengangkat telapak tangannya sebagai wujud penolakan.


ini memang hukuman untungnya telah berani menyakiti Rania.


Begitu banyak orang yang sangat menyayanginya, tapi dengan tega dia malah menyakiti dan mengusirnya hanya demi Rosellyn yang jelas-jelas istri orang lain.


πŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈ


Semalaman Reyhan berkendara, membelah gelapnya malam, tak peduli tubuhnya yang terasa sakit dan kantuk yang menyerang.


harapannya hanya satu Rania nya bisa ketemu. bahkan dia sudah menyewa orang khusus untuk membantu nya mencari, tapi sampai subuh tak kunjung ada hasil.


Reyhan memarkirkan mobilnya asal dipinggir jalan, kantuknya sudah tak tertahan.


tak butuh waktu lama dia sudah berselancar di dunia mimpi.


Dilain tempat.


Rania sedang menyapu halaman, dia memakai gamis batik dan jilbab segiempat yang tersemat jarum pentul dibawah dagunya.


fokus menyapu tak sadar sendari tadi gerak geriknya diawasi oleh dua lelaki berpakaian hitam.

__ADS_1


setelah memastikan aman kedua pria dalam mobil itu turun, pelan-pelan langkah keduanya mendekat,


Melihat dua pria berpakaian hitam mendekatinya , spontan Rania berteriak, satu persatu Penghuni rumah keluar. ingin melihat ada apa pada Rania.


" gimana ini .....???


tanya pria berpostur tubuh tinggi kepada pria berpostur gempal.


sembari berusaha memegangi Rania yang terus, memberontak agar terlepas.


" udah dibius saja.....?


pria berpostur tubuh tinggi segera mengeluarkan sapu tangan, ia tempelkan pada hidung Rania, seketika tubuh Rania terkulai kemas dan jatuh pingsan.


Tubuh Rania segera diangkat masuk ke dalam mobil, bersama orang-orang rumah yang berdatangan keluar.


" mau dibawa kemana Rania.....


tolong tolong....."


Ustadzah berteriak-teriak meminta tolong.


" sudah kabur saja buruan, dari pada digebuki warga"


mobil segera melaju dengan kecepatan tinggi , meninggalkan rumah Ustadzah Sholihah yang berteriak-teriak meminta tolong.


" gimana aman......?????"


" beres , sepertinya tidak ada yang mengikuti kita, "


" kalau begitu buruan kau telfon si bos"


πŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈπŸ•‰οΈ


tidur nyenyak Reyhan terganggu oleh deringan nada ponsel disaku celananya.


pelan-pelan diarahkan ponsel itu ketelinganya sebelum menggeser tombol warna hijau.


" iya Hallo......"


ucapnya malas.....


" kita sudah menemukan nya bos"


Reyhan tersenyum bahagia.....


" bagus ,. .... dimana kau berada?????"


" dijalan *"*"****""


" kau berhenti di hotel *"*****,. pesankan kamar sekalian"


" baik bos,. kami tunggu disana"


Reyhan segera menjalankan mobilnya menuju hotel yang disebutkannya tadi.

__ADS_1


tak butuh waktu lama, Reyhan sudah sampai di dalam kamar yang dipesan oleh anak buahnya.


Reyhan tersenyum melihat Rania ditidurkan diatas ranjang hotel, Reyhan segera membaringkan tubuh lelahnya disamping Rania, memeluknya posesif. ikut memejamkan mata dan kembali ke alam mimpi.


__ADS_2