Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
026 ponsel baru


__ADS_3

Didalam mobil , suasana nampak hening, tak ada obrolan dari kedua insan manusia yang sudah terikat dalam ikatan suci pernikahan.


Reyhan fokus dengan jalanan, sesekali ujung matanya melirik gadis disampingnya , sementara Rania fokus pada akun Facebook nya, tak memperdulikan pria disamping nya sama sekali.


" kita makan dimana RAN.....????"


" terserah....."


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, mobil Reyhan berhenti disalah satu swalayan,


Reyhan keluar dari mobil setelah memarkirkan mobilnya,


Tapi Rania tak kunjung turun, apa dia belum sadar kalau mobil sudah berhenti.


Dibukanya pintu mobil , Rania mengulas senyum.


" makasih......!!!!!"


ucapnya , sembari mencium pipi Reyhan sekilas.


Reyhan nampak kaget, ini kali pertama Rania berani menciumnya.


dia hanya geleng-geleng kepala sembari melangkah kan kakinya masuk kedalam gedung swalayan didepan matanya.


" maaaaasssss........!!!!!"


Baru beberapa langkah , meninggalkan mobilnya yang sudah terparkir.


Langkah kaki Reyhan terhenti mendengar , panggilah manja,


Dibaliknya tubuh kekar nya menghadap kebelakang.


istrinya masih berdiri disamping mobil , bibirnya mengerucut, kakinya dihentak-hentakan ke aspal,


Reyhan menghela nafasnya berat, melihat tingkah kekanak-kanakan istrinya.


Hem...... mau apalagi ni bocah????


meski jengkel, langkahnya tetap mendekat


" ada apa......!???"


" gan......deng.......!!!!!!"


Reyhan tersenyum, memberikan lengannya pada Rania , yang langsung dipeluknya dengan kedua tangannya, sebelum memasukkan ponsel Reyhan kedalam saku jasnya.


" manja banget....."


ucapnya sembari mencubit hidung mancung Rania, pemilik hidung mengerucu tak suka hidupnya dicubit.


" biarin, Sama suami sendiri , kalau sama suami orang , boleh diprotes".

__ADS_1


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


Langkah kaki keduanya masuk kedalam swalayan. Reyhan membawa Rania berhenti disalah satu toko handphone.


" pilihlah yang kamu suka....."


Mata Rania berbinar bahagia, tak ingin membuang kesempatan, segera dipilihnya ponsel terbaru yang ia sukai.


nggak papalah matre sedikit sama suami.


Setelah membeli ponsel dan kartu SIM card nya. Keduanya memutuskan untuk makan siang.


Reyhan memilih tempat disamping jendela kaca, sembari menikmati pemandangan , lalu lalang kendaraan lewat dijalan raya.


Sembari menunggu pesanan datang. kedua tangan Reyhan sibuk mengotak atik ponsel baru milik Rania, memasukkan SIM card.


Mata Rania menatap gedung menjulang tinggi didepan swalayan tempatnya makan.


seketika ingatannya kembali ke masa lalu. Dimana saat dirinya masih SMA sering ketempat itu bersama bang Rezi. bertemu dengan kedua orang tuanya.


ya didepan nya adalah kantor milik orang tuanya dulu sebelum meninggal.


kantor itu nampak sepi, tak seperti dahulu. apakah kantor itu sudah bangkrut????


andai dirinya sepandai bang Rezi , pasti akan dengan mudah merebut kembali milik orang tuanya.


Memang semua salah nya, tak mendapat kasih sayang kedua orang tuanya, justru Rania sering menghabiskan waktunya untuk shopping, dan jalan-jalan menghabiskan uang yang diberikan kedua orang tuanya.


tapi lagi-lagi, nasehat mereka hanya angin lalu, Rania lebih memilih , apa yang ia sukai dari pada menjalankan nasehat bang Rezi dan mbok Darmi.


apalagi kedua orang tuanya juga tak pernah protes , karena dirinya terlalu menghambur-hamburkan uang pemberian mereka tiap bulannya.


Sedih bila mengingat semuanya, sekarang nasi sudah menjadi bubur, dia tak bisa berbuat apa-apa,


IQ nya juga rendah, tak seperti bang Rezi yang sangat pandai dalam bidang apapun.


Air mata Rania mengalir deras, membasahi kedua pipinya. ingatannya masih melayang pada masa lalu. masa-masa bersama almarhum bang Rezi, dan mbok Darmi.


walau kedua orang tuanya selalu cuek padanya, tapi bila boleh jujur , Rania sangat menyayangi mereka, belum sempat Rania membuat nya bangga, keduanya sudah dipanggil oleh yang Kuasa.


jemari Reyhan mengusap lembut air mata di pipi Rania, pemilik pipi seketika menoleh, baru sadar rupanya , sendari tadi ia tak sendirian, ingatan masa lalu nya telah membawanya pergi, sampai ia lupa kalau sendari tadi dia bersama sang suami tercintanya.


" ada apa Hem.....?????"


Rania buru-buru menghapus air matanya, kepalanya menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan sang suami.


Reyhan mengusap lembut kepala Rania, disodorkan sesendok nasi beserta ayam goreng ke mulut Rania.


Didepan nya sudah terhidang ayam dan nasi KFC, tak tahu kapan makanan ini datang?


apa terlalu tenggelam dia dalam masa lalu?

__ADS_1


" makanlah.. ...."


" suapi .... . mana ponsel nya mas????"


" belum selesai, "


jemari Reyhan menyodorkan ponsel miliknya pada sang istri.


Rania kembali tenggelam kedalam dunia Maya.


Reyhan seperti seorang ayah yang setia menyuapi anaknya, dengan telaten.


Setelah nasi dalam piring Rania habis , barulah dia menyantap makanan nya sendiri.


suapan Reyhan terhenti kala mendengar ucapan lirik Rania.


" kak Imelda......"


Rania segera menunduk menyembunyikan wajahnya dibalik rambut panjangnya yang tergerai.


Mata Reyhan mengikuti kemana , pandangan sang istri, ingin tahu siapa yang dimaksud , Rania, matanya menyipit, melihat orang yang disebut Rania, apa istrinya mengenal Imelda????


Rupanya mata Imelda melihat keberadaan Reyhan, langkahnya mendekat,


" Rey...... kamu disini???? sama siapa????"


" sama istri ku, kenalkan dia Rania istriku...."


Imelda nampak kaget melihat Rania. ingatannya masih berfungsi dengan baik, didepannya adalah Rania adik sepupunya, yang diusir papanya dari rumahnya sendiri setelah kepergian kedua orang tuanya.


apa tadi Rey bilang??? istri???? berarti Rania adiknya telah menikah dengan Reyhan Alvaro. pria yang sangat diidolakan sang adik sejak dahulu. bahkan kamarnya penuh dengan poster Reyhan.


Bagaimana ceritanya seorang Rania bisa menikah dengan Reyhan Alvaro, adik angkat dari orang yang dicintainya Jonathan.


semua pertanyaan masih berputar-putar dalam benaknya, tak satupun terucap.


Tapi Rania berlagak seolah tak mengenal Imelda, disodorkan telapak tangannya pada Imelda yang masih setia berdiri disamping meja makan.


" hello kak , kenal kan saya Rania , istri dari Reyhan Alvaro"


Imelda masih bingung, disambutnya sodoran tangan Rania. ingatannya tak salah, didepannya memang Rania adiknya, tapi kenapa dia Pura-pura tak mengenalnya?????


apa Rania amnesia????? kalau iya, bagaimana mungkin Reyhan memberi nya nama sama persis ,?????


" ya sudah teruskan makan siang kalian, saya ada urusan"


akhirnya Imelda lebih memilih pergi , membawa berjuta pertanyaan dalam benaknya.


memang saat ini dia buru-buru , sudah ditunggu teman-temanya sendari tadi.


" Reyhan......."

__ADS_1


seorang wanita memanggil Reyhan setelah kepergian Imelda, wajah Reyhan seketika tegang melihat wanita berpakaian tak kalah seksi dengan Imelda datang menghampirinya.


__ADS_2