
" maaaaasssss..........."
Rengek Rania manja, pada Reyhan yang duduk didepannya.
duduk diatas ranjang, sementara yang lain duduk di sofa menatap heran pada Rania
makanan sebanyak itu bisa habis ludes tak tersisa masuk kedalam perut Rania,
tanpa sedikitpun menawarkan pada mereka.
" hemmmmmmmm....."
Reyhan hanya bergumam, masih sibuk menyendok makanan untuk disodorkan ke mulut Rania.
tangannya pegal juga, menyodorkan berbagai makanan ke mulut istrinya.
" mereka pada ngomongin aku"
adunya , menunjuk Bastian, Jonathan, Irma, Mylea, dan Nasiha,
Reyhan mengikuti arah yang ditunjuk Rania.
yang ditunjuk segera memalingkan muka.
" nggak ada yang berani ngomongin kamu"
Reyhan masih berusaha membujuk Rania.
melihat mata Rania yang mulai berkaca-kaca , menahan air mata, bibirnya pun sudah memble , seperti balita yang akan menangis.
pria itu menarik napas panjang. menghembuskan nya dengan kasar, berharap orang-orang disekitarnya akan faham kondisinya yang sangat lelah.
Dan hal itu justru membuat Rania makin terisak, tangisnya pun tak bisa dibendung lagi. kenapa suaminya berubah????
apa dia sudah tak cinta lagi????
Reyhan menutup mata, menghalau rasa jengkel dalam hatinya.
" sudah lah sayang, nggak ada yang berani ngomongin kamu, bila mereka berani ngomongin kamu, aku akan mengusir mereka dari sini"
Reyhan sengaja menaikan suaranya , agar orang-orang yang duduk di sofa mendengar ucapan nya barusan.
Mylea dan Irma melongo,; heran.
kenapa Rania bisa jadi seperti ini?????
tingkah dan kelakuannya berubah 90 Drajat.
perasaan dulu hamil nggak segitunya.
Jonathan dan Bastian kompak menepuk keningnya.
__ADS_1
untungnya Irma dulu tak semenjengkelkan Rania, nyidam apa dulu istrimu Surya, hingga anakmu jadi seperti ini????
Dulu saat Mylea hamil boy, lihat istrinya minta aneh-aneh saja jengkel.
apalagi Reyhan sekarang????, Jonathan tidak bisa membayangkan bagaimana bila dia diposisi Reyhan saat ini????
apakah dirinya akan sanggup????
Hebat kamu Rey.....
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
Hari ini Rania sudah diizinkan pulang,
ibu Nasiha membereskan barang-barang yang mereka bawa kerumah sakit untuk dibawa pulang kembali.
Rania duduk diatas ranjang, mengayunkan kedua kakinya.
bosan juga menunggu suaminya melunasi biaya rumah sakit.
Setelah semua beres, Reyhan segera menggendong Rania keluar dari ruangan kamar VVIP . menuju mobil .
Rania minta digendong dipunggung Reyhan, tak mau berjalan sendiri .
bahkan gadis itu tak memperdulikan tatapan orang-orang disekitarnya.
Rania langsung masuk dikursi depan , disampaing suaminya yang duduk dibalik kemudi. sementara ibu Nasiha duduk di kursi belakang.
mereka akan pulang kerumah lama, awalnya ibu Nasiha menolak, tapi tahu sendiri bagaimana Rania merengek tak ingin jauh dari suaminya.
sampai mobil berhenti di lampu merah,
mata Rania tertuju pada motor yang berhenti disebelah mobil yang mereka tumpangi.
menunggu lampu merah berubah menjadi hijau agar bisa kembali menjalankan kendaraan mereka.
Rania menatap takjub, bahkan gadis itu tanpa rasa malu membuka kaca mobil, melihat secara detail orang yang duduk diatas motor yang melihatnya aneh .
Rania sendiri juga tidak tahu apa jenis motor yang dikendarai lelaki tersebut.
yang ia tahu pria itu mengendarai jenis motor balap yang sudah dimodifikasi agar terlihat lebih keren.
Helemnya pun menutup rapat pada kepala pria tersebut, hingga Rania saja tidak bisa melihat dengan jelas, bagaimana rupa sang pengendara.
mungkin sang pengendara masih muda , hingga membuatnya salah tingkah saat ditatap Rania sampai segitunya.
terbukti dari gelagatnya yang kikuk.
Rania masih menatap objek tersebut, sampai sang pengendara menjalankan motornya ketika lampu berubah berwarna hijau.
melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, hingga hilang ditelan kejauhan.
__ADS_1
"ehemmmmmm......"
suara deheman Reyhan membuyarkan tatapan kagum Rania,
pria itu masih fokus menatap jalan didepannya, tanpa sedikitpun menoleh pada Rania , yang menunjukkan cengiran kuda memperlihatkan deretan gigi putihnya.
" kenal??????"
Rania menggeleng,
meski Reyhan tidak menoleh, pria itu masih dapat melihat tiap gerakan Rania melalui ujung ekor matanya.
" lalu......??????
Rania kembali nyengir.
ibu Nasiha yang melihat gelagat keduanya menepuk jidat.
paham, ada bau-bau rayuan
tanda Rania menginginkan sesuatu.
ibu Nasiha memilih membuang muka keluar jendela, tidak ingin ikut campur atas keinginan putrinya.
" massssssss........."
panggilnya manja, jemarinya menarik-narik pelan pada lengan kemeja yang dikenakan Reyhan. matanya juga menunjukkan permohon agar suaminya menuruti keinginannya.
" hmmmmmm"
Reyhan hanya bergumam, enggan melihat tingkah istrinya.
" mas bisa kan, naik motor kayak tadi?????"
" bisa........!!!!!!!!"
" massssssss........."
" hmmmmmm........"
" Rania pengen naik motor itu......"
Reyhan membelalakkan matanya kaget,
menatap Rania, yang masih setia menghadap kan tubuhnya kearah dirinya.
ya Tuhan, kenapa harus nyidam yang aneh-aneh, menginginkan naik motor sport,
" emmmmmm...... maksudnya, Rania pengen dibonceng , naik motor itu"
Reyhan bernafas lega, rupanya dia sudah salah paham, dia kira Rania pengen bisa menaiki motor sport, dan berakhir ikut balapan motor.
__ADS_1
bagaimana nasib anaknya Kelak , bila Rania nekat .
perut membuncit , balapan. Reyhan bergidik ngeri , bila harus membayangkan hal semacam itu.