
Mata indah itu pelan-pelan mulai terbuka, rasanya memang masih malas untuk bangun dari tidur nyenyak nya. Rania berulang kali mengucek-ngucek matanya, dengan memaksakan diri dibukanya lebar-lebar kelopak mata yang sendari tadi ingin terpejam kembali.
sinar matahari sudah menerobos masuk melalui korden jendela yang terbuka lebar .
jam berapa ini?????
diliriknya jam dinding dikamar tersebut.
matanya seketika terbuka lebar,
waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi
Rania berusaha bangun dari lilitan selimut yang membungkus tubuh bagian bawahnya,
bagian atas ???? jangan tanyakan , sudah terbuka lebar, akibat siapa lagi kalau bukan suami tercintanya.
Dengan secepat kilat Rania berlari masuk ke kamar mandi, lebih baik terlambat untuk sholat subuh dari pada tidak sama sekali.
Tidak butuh waktu lama, dia hanya menggosok gigi, mencuci muka, dan mengambil air wudhu.
Bukan hanya Qodho sholat subuh, sholat Dhuha pun ia kerjakan.
setelah selesai dengan kewajibannya, Rania segera membereskan kamar agar terlihat rapi dan bersih, baru ia turun kebawah.
Langkah kaki Rania menuju Dapur, dilihatnya sekeliling memang sepi , pada kemana semua orang????, suaminya pun tak ada dirumah.
Baru saja mendudukkan pantatnya dikursi meja makan
karena perutnya sudah keroncongan minta diisi, suara ibu mertua mengagetkan nya.
" Baru bangun Ran?????"
Rania hanya mengangguk, ada Rasa tak enak pada mertuanya, biasanya dia selalu dibangunkan oleh suaminya saat Adzan Subuh berkumandang,
setelah sholat berjamaah, membaca Al Qur'an. suaminya akan olahraga, sementara dia memasak didapur atau mencari kegiatan , seperti mencuci, baju, , menyapu, mengepel, bahkan menyapu halaman atau menyiram tanaman.
Memang ada bik Asih dan suaminya, tapi ibu Nasiha tidak pernah membebankan semua pekerjaan rumah padanya, bila ibu tak ada kegiatan memang ibu juga sering mengerjakan pekerjaan rumah,
" maaf Bu , Rania bangun kesiangan"
Rania menundukkan kepalanya tanda menyesal.
" sudah mandi......????"
ibu Nasiha malah mengalihkan topik.
__ADS_1
" belum Bu......"
" ya sudah mandi dulu sana, ganti bajumu"
Tanpa disuruh dua kali, Rania segera melangkahkan kakinya naik ke lantai atas.
Dia memang masih memakai baju tidur.
Tepat pukul setengah sembilan, Rania turu memakai kaos oblong, dan celana selutut, rambutnya dia ikat asal.
" ibu kemana bik......????"
tanyanya pada bi ASih yang sibuk membungkus semua makanan yang ada dimeja makan kedalam wadah makanan.
heran juga kenapa semua makanan dibungkus, mau dibawa kemana???? padahal dia kan belum sarapan, perutnya sudah keroncongan sendari tadi.
Belum sempat pertanyaan itu terlontar
ibu sudah berdiri dibelakangnya.
ibunya sudah memakai pakaian rapi, gamis syar'i , dan menenteng tas,
sepertinya ibunya akan pergi ke Majlis ta'lim,
atau ke studio TV bersama teman-teman sejama'ahnya.
curhat dong ma....... atau jamaah...... o jamaah dan acara TV on air / off air lainnya.
" ganti bajumu Rania, pakai celana dan kaos panjang, dan segera turun."
" iya Bu"
Rania kembali lagi kekamar , mengganti pakaian, kaos panjang dan celana jins panjang permintaan ibunya.
tumben sekali ibunya pergi membawa makanan.
kalau memang akan dibawa terserah lah, biar nanti aku masak lagi,
pikir Rania sembari melangkah kan kakinya turun.
" Rambutnya nggak disisir RAN?????"
Rania hanya nyengir mendengar pertanyaan ibu mertuanya,
ibu Nasiha hanya menggeleng, diambilnya sisir dan ikat rambut disamping ruang TV.
__ADS_1
seperti pada anaknya sendiri ibu Nasiha menyisir dan mengikat Rambut Rania hingga Rapi.
" sudah ...... kalau begini kan cantik.......
ibu akan pergi, itu makanan kamu antarkan ke kantor Rayhan, tadi dia nggak sempat sarapan saat berangkat ke kantor, ibu sudah pesankan Taxi untuk mengantarmu kesana, karena pak Heru ( suami ni Asih , sekaligus sopir, tak jarang ikut membersihkan halaman dan perkarangan Rumah )
akan mengantar ibu pergi."
Ibu Nasiha segera pergi,. tak lupa dia kecup kening Rania sayang.
" hati-hati dijalan, ibu pergi dulu"
ucapnya sebelum pergi , tak lupa Rania mengecup punggung tangan ibu mertuanya......
" Mbk Rania, Taxinya sudah menunggu didepan, ayo bibik bawakan makanya kedalam Taxi"
Bik Asih datang tergopoh-gopoh dari depan menghampiri Rania,.
Dengan dibantu Bu Asih membawa kan paper bag, Rania masuk kedalam Taxi. melaju pelan meninggalkan rumah keluarga ibu Nasiha.
Baru beberapa meter, Rania baru ingat kalau dia tak membawa uang sepeserpun.
selama seminggu ini Reyhan juga belum pernah memberinya uang.
Bingung...... Bagaimana nanti dia membayar Taxi. Rania terus gelisah sampai Taxi berhenti didepan gedung pencakar langit.
" sudah sampai Mbk....."
ucap sang sopir , melihat Rania tak kunjung turun.
" emmmmmm......."
Rania semakin bingung......
" sudah dibayar ibunya tadi mbk......
karena sudah langganan"
" benarkah pak......?????"
" iya.... Mbk......"
" Alhamdulillah Ya Allah..... makasih pak"
Rania segera turun dari Taxi.
__ADS_1
masuk kedalam gedung perkantoran tempat kerja suaminya.
Baru saja ingin masuk , Rania sudah dihadang satpam didepan kantor.