Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
08 salon


__ADS_3

Keramaian swalayan


, orang-orang yang berlalu lalang, canda tawa, tak membuat seorang pria Dewasa terganggu


Dia masih tenggelam dalam dunianya sendiri.


pikirannya berkecamuk kemana mana


Raihan Alvaro , tetap duduk anteng disalah satu kursi tunggu dalam salon


kepalanya menunduk hingga sejajar dengan kedua lututnya


wajahnya menghadap lantai, kedua matanya terpejam, sesekali kedua telapak tangannya mengusap kasar belakang kepalanya


tak peduli rambut-rambutnya akan berantakan


Dia meratapi apa yang terjadi tadi


seakan bau badan Rania masih melekat pada ujung hidungnya


tak mau menghilang walau sudah mencuci muka beberapa kali


Andai saja dia tidak dipaksa ibunya tentu saja malas melakukan hal yang menurut nya gila tersebut.


melamar gadis bau didepan umum.


tau namanya saja dari ibunya tadi


ya ini semua ide ibunya


menyuruhnya pulang dari kantor,


memberikan cincin untuk melamar Rania didepan warteg


semua harus berjalan sesuai rencana ibu


tidak ada bantahan


bahkan ibu ikut mengikuti , dan mengawasi dari jauh


khawatir aku tidak akan melakukan apa yang diinginkan ibu.


Dan sekarang dia harus menunggu berjam-jam Rania disalon


huuuuuuuhhhhhhhh........


walau mandi tujuh kembar berendam di minyak wangi , Apa mungkin bau badannya bisa hilang??????


mungkin dia dari diusir pamannya sampai sekarang nggak pernah mandi


aaaaaaaaaaaaaa......


Ya Allah.......


Raihan semakin frustasi saja


andai ada pilihan , dia tak akan mau melakukan hal yang menurut nya gila seperti tadi


kenapa ibunya lebih menginginkan Rania menjadi menantunya ketimbang menunggu jandanya Rosalyn?????


apa ibunya tidak bisa membedakan

__ADS_1


mana permata dan mana kotoran sapi????


harusnya ibu sering-sering berdoa, semoga Rosellyn segera bercerai dari suaminya


agar bisa menjadi menantu idaman sang ibu


bukanya menyuruhnya cepat-cepat menikah dengan gadis upik abu bau badan seperti ini


apa kelebihan Rania bila dibandingkan dengan Rosellyn?????


menurutnya Rania kalah jauh


tapi kenapa ibunya tak bisa membedakan


apa ibunya sudah mengenal lama Rania ????


hingga langsung setuju tanpa pertimbangan secara matang


apa ibunya tidak khawatir bila seandainya Rania itu orang jahat spicopat atau pembunuh bayaran sedang menyamar?????


" hey mamas ganteng,. dah selesai nie Upik abu nya,


buruan gi, dibawa pergi , keburu dibawa orang"


suara pria kemayu , pekerja salon membuyarkan lamunan Raihan


dia tetap anteng dalam posisinya


mana ada yang mau sama gadis bau macam dia,. dibuangpun tak ada yang mau memungutnya


Dengan malas-malasan Raihan membuka matanya


dia ingin segera selesai


sementara dia pergi tinggal beberapa hari dirumah papa Bastian.


Raihan ingin segera mandi hingga berjam-jam , berendam dengan wangi aroma terapi


dan membuang baju yang ia kenakan agar bau badan Rania segera menghilang


tidak bergentayangan dalam hidupnya


Pandangannya tertuju pada kaki putih memakai sepatu hak tinggi berwarna hitam


matanya dia arahkan terus keatas


Dress selutut warna biru dengan variasi ikat pinggang berwarna hitam


seperti tidak percaya dengan apa yang ia lihat


Rania gadis bau Upik abu sekarang bak bidadari


rambut panjangnya sepunggung dibiarkan tergerai


Raihan mengusap wajahnya berulang kali


seakan tak percaya dengan sosok bidadari didepannya


" hey ye mau mandangin doang, nggak mau ye bawa pulang,


biar AE pajang dietalase depan"

__ADS_1


Raihan tak menjawab


dongkol Juga mendengar ucapan pria kemayu tadi


dia segera menggandeng Rania keluar dari salon


dipeluknya pinggang Rania posesif


seakan memberi tahu pada semua orang


bahwa gadis ini miliku


melupakan apa yang menjadi pro kontra dalam pikirannya tadi


hahahaha.......


lucu memang........


Rania sampai tak nyaman


atas perlakuan Raihan


berulang kali dia mencoba melepaskan diri dari jangkauan pria disamping nya


tapi entahlah Raihan seakan tidak peduli


atas penolakan keras Rania


sekarang dia nyaman berada disamping Rania


memeluk tubuh mungilnya


mencium aroma vanilla ......


⚛️🕉️✡️🔯☸️☮️


keluar dari Salon mereka berkeliling


membeli baju untuk Rania dan keperluan lainnya


dari hal yang kecil hingga tak penting


Dan tanpa malu-malu Raihan juga membawanya kedalam toko pakaian dalam


Rania sampai malu sendiri saat diminta untuk segera memilih mana yang ia sukai dan sesuai ukuran tentunya


Aneh......


itulah yang Rania rasakan


pria ini seperti bunglon


cepat sekali berubah


padahal dia bukan Satria baja hitam yang tiap ada penjahat harus berubah.


hehehe.....


Rania kan bukan penjahat


kenapa pria ini sudah berubah?????

__ADS_1


apa yang diinginkan pria ini sebetulnya????


__ADS_2