
Mobil Reyhan melaju pelan meninggalkan halaman rumah sakit,
baru saja beberapa menit, Rania sudah tertidur nyenyak sendari tadi, mungkin karena kelelahan ngerumpi dengan sahabatnya.
Cukup lama Reyhan berkendara, seorang diri, fokus akan jalanan yang ia lalui disore ini.
sesekali matanya melirik sang istri yang tertidur pulas.
Reyhan memarkirkan mobilnya dihalaman hotel.
kakinya segera turun, melangkah membuka pintu mobil bagian Rania,
bermaksud ingin mengankat tubuh istrinya
tapi gadis itu terlebih dulu terbangun, kedua matanya mengedar sambil sesekali mengucek-ngucek kedua matanya.
" ini dimana mas?????"
" di pantai"
" haaaaaa........ ngapain sampai sini mas????"
" lihat matahari tenggelam"
Rania terdiam, teringat kenangan yang sudah lama terkubur dalam memory nya.
terakhir kali Rania datang ke pantai saat masih kecil, masih duduk di bangku sekolah dasar, bersama mama, papa , bang Rezi, juga mama Irma, papa Bas, kak Nathan dan kak Roger.
Dan kali ini , dia kembali lagi, bersama suaminya, yang entah mencintai nya atau tidak??????
bila dulu ia datang dengan orang yang ia sayangi dan menyayanginya, dan sekarang ia datang dengan orang yang sangat Rania cintai,
" kok bengong????"
Reyhan mencubit hidung Rania, melihat gadis itu malah melamun , entah memikirkan apa???
Rania tersenyum melihat suaminya.
" ayo turun, kita sholat"
Rania hanya mengangguk, segera dilangkahkan kakinya untuk turun.
jemarinya segera digenggam Reyhan, diajaknya masuk kedalam kamar yang sebelumnya sudah disewa Reyhan untuk beberapa hari kedepan.
Sampai dikamar, mata Rania berbinar, dibalkon kamarnya menghadap langsung pada pantai, bahkan deburan ombak terdengar jelas masuk kedalam Indra pendengaran Rania.
Rania merentangkan kedua tangannya, mata indahnya ia pejamkan, menghirup dalam-dalam udara pesisir pantai, angin laut berulang kali mengibas-ngibaska jilbab yang Ia kenakan.
Rania merasakan lengan kekar , melingkar di perutnya,
saat mata Rania terbuka, diliriknya wajah tampan sang suami ,
" diterusin nanti lagi, sekarang buruan ambil air wudhu, kita sholat Asyar berjamaah, keburu waktunya habis"
__ADS_1
Keduanya segera mengambil air wudhu, dan menjalankan sholat .
selesai sholat, keduanya segera menuju pantai,
mata Rania berbinar bahagia, seperti anak kecil, gadis itu begitu girang, berlarian mengabaikan tatapan orang-orang sekitar.
gadis itu tak peduli, yang terpenting dia bahagia sekarang.
tak cuma itu, gadis itu menceburkan tubuhnya ke dalam air laut,
memainkan air, merasakan setiap deburan ombak yang mengenai tubuhnya.
Reyhan hanya menggeleng, melihat tingkah polah Rania , seperti balita besar, mengabaikan rasa malu,
apa memang sesenang itu cuma diajak ke pantai,?????
Rania tetap asyik pada kegiatan nya, saking asyiknya, tak terasa waktu bergulir begitu cepat, pelan-pelan sang Mentari tenggelam di ufuk timur, memancarkan cahaya berwarna jingga, mempercantik suasana.
sungguh indah ciptaan Allah.
beruntung sekali mata ini masih bisa melihat keindahan alam semesta.
" sudah magrib, ayo kembali ke kamar"
ajak Reyhan, saat suasana sudah gelap gulita.
Rania menganggukan kepala , ia segera berdiri , mengikuti langkah kaki Reyhan kembali ke kamar yang ditempati tadi
" mas..... mana bajuku?????"
Reyhan Malah tertawa , menyadari bahwa sendari tadi istrinya hanya memakai baju handuk
" gitu aja, nggak usah pakai baju"
Reyhan segera ngacir keluar kamar, melihat Rania, mulai emosi,
bagaimana tidak, dari tadi setelah mandi hanya diberi harapan palsu.
bilang santai-santai, bajunya akan segera datang , nyatanya sampai bermenit-menit baju itu tak kunjung datang, apa iya dia harus memakai baju ini semalaman.
Rania makin emosi, suaminya malah kabur , meninggalkan dia seorang diri, bahkan sampai adzan isyak suaminya tak kunjung kembali.
ponselnya juga sulit dihubungi,
bukan salah Rania bukan bila akhirnya , gadis itu suudzon pada suaminya sendiri.
dipikirannya suaminya sengaja meninggalkan dirinya seorang diri.
apa jangan-jangan , suaminya sedang berkencan dengan Rosellyn????
bayangan-bayangan aneh mulai berkelebat dalam fikiranya.
ia benar-benar lupa atau sengaja melupakan kalau suaminya sudah tidak mempunyai hubungan apapun pada Rosellyn.
__ADS_1
pikirannya terlalu kacau, hingga menghilangkan akal sehatnya.
tangisnya pun sudah pecah sendari tadi
bagaimana nasibnya, ????
bagaimana Ia pulang?????
tok. .......!!!!!
tok.........!!!!!
tok.........!!!!!
langkah Rania buru-buru mendekat , ingin segera membuka pintu, mengamuk pada orang dibalik pintu tersebut.
dikiranya , suaminya lah yang berdiri dibalik pintu,
emosi Rania sudah sampai di ubun-ubun
" massssssss......,.. kamu .........
ucapan Rania terpotong , melihat dua wanita berdiri didepan pintu,
keduanya membawa begitu banyak barang
" ups ..... maaf ada apa??????"
Rania benar-benar malu, ingin rasanya ia mengubur tubuhnya dalam pasir , agar tidak terlihat , untungnya ia tidak mengucapkan sumpah serapah .
" bolehkah kami masuk.....?????"
"ada apa ya????? apa mbak-mbak ini salah kamar.....??????"
" apa benar, anda Nona Rania Reyhan Alvaro?????"
" saya Rania Qodrun nada, dan suami saya benar Reyhan Alvaro"
" berarti kami tidak salah kamar,
bolehkah kami masuk????"
" ada apa ya??????"
" kami dari MUA , akan me Mike up anda"
." untuk apa ya????
" kami tidak ada wewenang untuk menjawabnya"
mau tak mau akhirnya Rania mengalah , mengizinkan kedua wanita tadi untuk masuk dan me Mike up pinya
tentunya setelah ia selesai sholat isya.
__ADS_1