
Rania mulai membuka mata, kepalanya masih terasa nyeri, dilihatnya tempat asing.
ingatannya berputar , mengingat semua kejadian sebelumnya,
dia diculik, dan sekarang???
Rania kaget melihat ada tangan kekar melingkar diperutnya, jilbabnya juga sudah hilang entah kemana????.
siapa pria ini,????
tidurnya tengkurap , jadi Rania tak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
apa dia om om yang suka cabul pada anak dibawah umur???
aaaaaaaaaaaaaa.....
akukan bukan anak dibawah umur lagi????
terserahlah pokoknya aku teriak.....
Rania berteriak histeris , menyingkirkan lengan seseorang yang bertengger dengan nyaman diatas perutnya.
Merasakan ada pergerakan dan teriakkan keras disampingnya Reyhan terbangun.
menatap Rania aneh. .....
" ada apa sih RAN?????"
tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.
Rania melotot kaget, bukankah dia Reyhan Alvaro suaminya????
kenapa dia diculik dibawa kepada suaminya.
bukankah suaminya sudah tak menginginkan dia lagi.
" kenapa kamu menculiku????"
" ibu sakit, ......'"
Rania kaget , menutup mulutnya tak percaya
" sakit apa ibu????? cepat antar aku kesana"
" aku masih ngantuk Ran"
ucapnya sambil memeluk tubuh Rania kembali.
Rania memicingkan matanya, melihat luka lebam pada muka suaminya, diusapnya lembut , luka tersebut .
" kau habis berantem mas ????"
" ini hukuman karena telah menyakitimu"
" maksudnya....."
" aku merindukan mu RAN"
Reyhan segera menarik tubuh mungil Rania, hingga tertidur disampingnya.
tangannya bergerilya, kemana-mana
mencari tempat yang disukai kebanyakan kaum Adam.
__ADS_1
Rania hanya diam, menikmati setiap sensasi yang ia rasakan, jujur saja , dia Juga amat rindu dengan sentuhan sang suami.
Tak butuh waktu lama, keduanya sudah polos. hanya tertutup oleh selimut tebal.
Rania tersadar dengan kemungkinan apa yang akan terjadi diantara keduanya , didorongnya kuat tubuh kekar Reyhan.
" mau apa kamu?????"
" aku merindukan mu RAN....."
Rania terkekeh mengejek ucapan suaminya.
" mudah sekali kau bilang rindu, bila kau menginginkan sesuatu", saat kau tak ingin, kau bisa sesuka hati menyakiti hatiku , mengajakku bertemu dengan kekasihmu,. kau pikir aku tak punya perasaan ha????
bila kau merindukanku hanya untuk itu, lupakan saja, salurkanlah pada setiap ****** dan ceraikan aku segera."
Rania segera memakai pakaiannya kembali, dia sungguh muak dengan suaminya, mudah sekali dia mempermainkan hati.
bilang rindu kala hasratnya menggebu.
ya Allah maafkan Rania yang menolak keinginan suami.
Rania hanya menginginkan dicintai oleh suaminya
apa itu salah?????
barulah ia akan menyerahkan jiwa dan raganya
untuk apa dia menyerahkan sesuatu yang dijaganya sejak dulu.
tapi ia tak mendapatkan hati suaminya
" tunggu,. aku akan mengantarmu bertemu ibu"
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
Didalam mobil , keduanya bungkam, tidak ada satupun yang mengawali obrolan.
hanya suara mesin mobil yang terdengar jelas masuk dalam Indra pendengaran mereka.
Baru saja Mobil Reyhan terparkir, Rania sudah berlari keluar, dia langsung menuju kamar yang tadi diberi tahukah Reyhan sebelum sampai Rumah sakit.
" kak Nathan......."
suara Rania menggema , mengisi lorong rumah sakit yang nampak sepi,
Rania memeluk tubuh Jonathan . menumpahkan rasa rindu yang selama beberapa hari ini tidak bertemu. karena kepergian Rania
Jonathan membalas pelukan adiknya, berulang kali Jonathan mengusap punggung adiknya dan sesekali ia cium puncak kepala Rania yang tertutup jilbab.
" kamu cantik sekali memakai jilbab'"
" ah...... kakak....."
" ayo masuk...... , ibu Sudah menunggumu"
Jonathan merangkul pundak Rania diajaknya masuk kedalam kamar rawat ibu Nasiha
Rania duduk di kursi samping ranjang tempat ibu Nasiha terbaring dengan selang infus ditangannya.
tangan kirinya memeluk pinggang Jonathan yang berdiri disampingnya , sementara tangan kanannya menggenggam telapak tangan itu Nasiha.
tangan Jonathan juga bertengger manis diatas pundak Rania.
__ADS_1
mereka tertawa bersama, kebahagiaan terpancar jelas dari wajah mereka bertiga.
semua kejadian itu tak luput dari perhatian Reyhan, ia baru sadar bahwa Rania sangat berarti bagi keluarganya.
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
" kakak pulang dulu Ran......"
pamit Jonathan sembari mencium puncak kepala Rania yang tertutup jilbab.
gadis Remaja didepannya mengerucutkan bibir , tak terima ditinggal pulang kakaknya.
" kak Lea sendirian sama baby....."
" baby......????"
" yes......!!!???"
" baby Boy atau baby Girl.....????"
" boy..... seganteng kakak"
" kak Nathan emang ganteng??"
Nathan mencubit hidung Rania
" kalau tak ganteng kakakmu tak akan cinta
Rania memegang hidupnya yang dicubit kakaknya
" ok ok paling ganteng sekebun binatang"
" hey kurang ajar kamu....."
Jonathan mengelitiki Rania
" ampun kak .... ampun....."
" tidak,. sebelum kau berkata jujur"
" itu Rania jujur kak"
" berani kamu ya.....???"
" ampun kak,. sudah.... sudah..... ampun"
" ok ok..... aku maafkan, kakak' pulang dulu"
Jonathan mengusap kepala Rania sekilas sebelum berlalu pergi meninggalkan kamar tempat dirawatnya ibu Nasiha.
Setelah kepergian Jonathan, Rania kembali masuk, mengobrol santai dengan ibunya.
melupakan Reyhan yang sendari tadi diam mematung ditempatnya , mengamati setiap gerak-gerik Rania dan Jonathan barusan.
entahlah Rania dan ibunya seakan mendiamkan Reyhan.
tak memperdulikan keberadaan Reyhan dalam ruangan tersebut.
ditanya pun tak ada satupun yang menjawab.
pertanyaan Reyhan, keduanya bungkam, tetap asyik mengobrol bercanda ria.
lagi-lagi Reyhan hanya bisa menghela nafas panjang,. dia harus bersabar, memang ini semua salahnya
__ADS_1