Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
090


__ADS_3

Hanya butuh seperempat jam


akhirnya Rania sampai didepan gedung, kantor Reyhan bekerja.


dengan mengendarai ojek online pesanannya


seperti tak percaya bila kantor ini kembali hidup, terakhir melihat, kantor ini sepi , seperti tidak ada kehidupan sama sekali


kantor yang dulu sering didatangi Rania


tempat kedua orang tuanya bekerja bersama bang Rezi. kakak tersayang nya.


sudah bangkrut gulung tikar.


akibat perbuatan sang paman


Dan kini kantor ini kembali beroperasi,


berkat kemampuan suami tercinta.


Rania mengembangkan senyum bahagia


ada rasa bangga dalam hatinya, melihat kemampuan sang suami dalam mengurus perusahaan yang sudah bangkrut kembali jaya seperti ini.


Dengan langkah pasti, Rania segera menapakkan kakinya masuk kedalam gedung,


" siang pak satpam......"


sapanya pada satpam yang bekerja sejak dirinya kecil.


sapaan itulah yang sering diucapkan Rania saat akan memasuki gedung.


satpam tersebut sampai hafal.


pak satpam mengerutkan kening, seperti familiar melihat wajah , gadis yang menyapanya


sapaan nya juga terkesan akrab ditelinganya


siapa gadis ini????


kenapa aku lupa.


" pak satpam, ruangan pak Reyhan dilantai berapa ya?????"


" mbaknya nanya didalam saja, sekalian suruh nganterin"


" pak satpam ingat saya????"


Rania tersenyum, sopan.


Satpam tersebut menggaruk tengkuknya, memutar-mutar memori , berharap bertemu dengan apa yang ia cari,


tapi nihil, pria paruh baya tersebut akhirnya menggeleng.


dia benar-benar lupa tidak ingat.


" saya Rania pak..... Rania Qodrun nada"


mari pak Rania masuk dulu."


Rania segera melangkahkan kakinya masuk, rupanya lama juga ia tak menginjakkan kakinya di kantor ini.


terbukti satpam yang dulu sering ia sapa sampai benar-benar lupa.


" mbak, boleh saya tahu , dimana ruangan bapak Reyhan Alvaro?!!!"


tanyanya sopan pada salah satu resepsionis.

__ADS_1


" maaf dengan siapa?????"


" saya Rania mbak, Rania Qodrun nada"


sang Resepsionis mengerutkan kening, seperti familiar dengan nama tersebut.


memang, banyak orang yang tahu kalau pemilik kantor ini bernama Rania Qodrun nada, tapi satu pun belum ada yang pernah melihatnya.


tak ingin salah orang, sang Resepsionis kembali bertanya


" apa nona sudah membuat janji sebelumnya?????"


" memang harus membuat janji????"


Rania terdiam, ingatannya berputar pada kejadian saat dirinya berada di kantor Jonathan dulu


apakah nasibnya bakalan sama?????


apakah terlalu lama aku tidak menginjak an kakiku disini????


terbukti sudah banyak yang berubah.


bahkan para karyawan mayoritas sudah ganti orang,


ada karyawan lama , tapi tak mengingatnya sama sekali.


Rania masih terdiam mematung,


nomor suaminya sulit dihubungi, saat akan menghubungi nomor WhatsApp pak Tio, batrenya lobet. untungnya satu chat berhasil terkirim ke nomor pak Tio


Tak Jauh dari Rania, ada sepasang mata menatap dengan senyuman licik


dia adalah Sava, sekertaris Reyhan.


Sava baru saja dari kantin kantor, membeli kopi agar kantuknya hilang.


sava tentu faham, karena dia pernah melihat foto Rania yang dijadikan wallpaper diponsel bosnya.


tanyanya heran, pada diri sendiri.


karena terakhir dia bertemu dengan Mida.


sahabatnya itu bercerita, kalau istri dari seorang Reyhan Alvaro sudah dibuang


tidak dibutuhkan lagi, alias sang big bos sudah bosan.


apa dia akan menangis, meraung-raung. memohon agar bos nya itu luluh


dan mau kembali lagi dengan nya????


tidak tidak.... tidak bisa, tidak boleh terjadi


aku akan melakukan segala cara agar, perempuan itu pergi untuk selamanya dari kehidupan bosnya


agar dirinya bisa segera bersanding dengan pujaan hati.


Sava memang masih berharap,


kejadian tempo hari tidak membuatnya benar-benar percaya.


bisa saja sang bos hanya menggertaknya saja, agar sava menjauh,


tapi bukan sava namanya bila keinginannya tidak terwujud.


dia akan melakukan berbagai cara , demi mewujudkan impian


menikah hidup bahagia Dengan seorang Reyhan Alvaro.

__ADS_1


" pak kenapa ada orang asing diizinkan masuk?????"


bentaknya pada salah satu satpam. didepan kantor.


memang sava sangat berkuasa, bahkan lebih kejam dari asisten Tio dan big bos Reyhan Alvaro.


sava sering semena-mena pada bawahannya


selalu mengancam akan memecat siapa saja yang berani membantah perintahnya


" cepat seret dia keluar"


perintahnya , menunjuk Rania yang masih mematung diam di tempat.


" tapi Bu..... itu . ..


" apa...... Kamu berani sama saya???? mau saya pecat?????"


ucapan satpam paruh baya terpotong oleh bentakan keras dari Sava.


satpam tersebut menunduk, bingung, disisi lain dia seperti ingat kalau gadis tadi anak dari pemilik perusahaan yang dulu.


Tapi dia sendiri juga masih ragu, iya atau tidak?????


" nungguin apa???¿?"


satpam paruh baya , menyenggol lengan temanya agar segera melaksanakan perintah.


dia sendiri memilih diam , cari aman.


mau tak mau satpam tersebut akhirnya mendekati Rania


" maaf nona sebaiknya anda keluar"


perintahnya pada Rania, setelah berdiri tepat disamping Rania yang masih mematung Bingung.


" kenapa saya diminta keluar pak????


apa salah saya????? saya cuma ingin bertemu dengan suami saya. Reyhan Alvaro"


satpam tersebut terdiam, dia juga tahu kalau bosnya sudah beristri, tapi memang belum pernah melihatnya, seperti apa wajah istrinya pak Reyhan.


" sebaiknya Anda jangan mengaku-ngaku,"


sava melangkahkan kakinya mendekat, kedua tangannya ia sedekapkan diperut.


berbicara sinis menunjukkan bahwa ia , tak suka melihat kedatangan Rania di kantor.


" saya tidak mengaku-ngaku"


Rania tetap membela diri, yang diucapkan memang benar adanya, untuk apa Rania mengaku-ngaku.


" sudahlah pak , seret nona ini keluar"


bentak sava pada satpam,


" maaf nona , sebaiknya Anda keluar"


" tidak, kenapa saya diusir dari kantor suami saya sendiri"


Rania memberontak , saat lengannya dipegang satpam ingin diseret keluar dengan paksa. menuruti keinginan atasnya.


sebetulnya dia sendiri juga bingung.


kenapa nona ini harus diseret keluar, bukanya ditanyai baik-baik.


Tapi bagaimana lagi, dia lebih sayang pada pekerjaan nya.

__ADS_1


mau kerja dimana bila dirinya dipecat


cari kerja di kota sangat susah.


__ADS_2