Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
030 marah.....


__ADS_3

Didalam ruangan kerja , pria paruh baya nampak mengamuk membanting seluruh benda-benda yang ada disekitarnya.


amarahnya memuncak mendengar cerita dari putri semata wayangnya, bahwa Rania putri dari Surya adik tirinya sudah ketemu.


rupanya dia kurang tegas dalam mengancam ponakan nakalnya itu, hingga dia bisa menikah dengan Reyhan Alvaro , anak angkat Bastian.


" Imel.........da........!!!!!!!!"


bentaknya pada putrinya, yang ketakutan melihat kemarahan sang papa.


" pokoknya aku tak mau tahu bagaimana pun caranya, kamu harus merebut Jonathan kedalam pelukanmu,. setelah itu pelan-pelan kau kuras harta mereka."


Arya nampak menyeringai, membuat anak dan istrinya semakin ketakutan.


"kita tak bisa seperti ini terus, perusahaan peninggalan Surya sedang koleps.


apa kalian mau hidup miskin?????"


Arya menunjuk kedua wanita yang berpelukan diambang pintu ketakutan , dengan telunjuknya . mata Arya nampak memerah menahan amarah, ditambah bau alkohol tercium jelas masuk ke dalam hidung ibu dan anak tersebut.


" kau....... dengar Imelda.......?????"


Bentaknya dengan suara menggelegar memenuhi rumah mewah peninggalan Surya.


" iy...... a pa......pa......."


ucapnya terbata , karena ketakutan


" kalau perlu pakai tubuh seksi mu itu untuk menjerat Jonathan"


Mama Imelda nampak membelalak kaget, bagaimana mungkin ayah yang seharusnya melindungi anak nya justru ingin menjerumuskan anaknya sendiri.


Tentu saja dia tak terima, melupakan suaminya yang sedang dalam pengaruh alkohol, istri dari Arya marah-marah tak terima. pada suaminya.

__ADS_1


" otakmu dimana ha......???? seharusnya kau melindungi anakmu bukanya menjerumuskan anakmu agar masa depannya rusak, papa macam apa kau???? aku menyesal telah menikah dengan mu"


Arya semakin marah mendengar ucapan istrinya, bukanya mendukung , malah istrinya membangkang.


bukanya hartanya Habis karena dibuat shopping dan foya-foya kedua wanita didepannya. tapi setelah dirinya tak punya apa-apa justru mereka ingin meninggalkan dia seorang diri.


" ayo..... Imelda, kita pergi meninggalkan tua bangka gila ini"


Istrinya menggandeng tangan Imelda ingin pergi keluar rumah. buru-buru Arya menarik paksa tangan istrinya yang akan naik kelantai atas untuk mengemas baju-bajunya.


Tentu saja Arya tak akan mau ditinggal sang istri seorang diri,


Langkah kaki istrinya terus naik ke lantai atas, tekatnya sudah bulat, ingin pergi meninggalkan suaminya, dia tak mau masa depan anaknya hancur karena keegoisan suaminya.


Namun naas istrinya malah mengelinding kebawah. kepalanya berulang kali terbentur hingga darah segar keluar dari kepalanya. seketika istri dari Arya tak sadarkah diri , nasibnya sama persis dengan Rania keponakan nya dulu.


Arya hanya terpaku melihat istrinya bersimbah darah karena perbuatannya.


" maaaaaamaaaaaaa........"


Dengan susah payah Imelda membawa tubuh mamanya masuk kedalam mobil untuk dibawanya kerumah sakit terdekat.


sepanjang perjalanan hatinya kalut melihat kondisi mamanya bersimbah darah.


" suster...... suster..... tolong mama saya......"


Imelda berteriak-teriak dilobi rumah sakit


buru-buru para perawat membawa brangkas mendekat menuju mobil untuk mengangkat tubuh bersimbah darah didalam mobilnya.


💢💢💢💢💢💢


Imelda mondar-mandir didepan ruangan UGD sendirian, menunggu sang mama ditangani dokter.

__ADS_1


papanya ia tinggal begitu saja dilantai atas setelah melihat istrinya jatuh.


Tangisnya terdengar lirih , meratapi keluarga nya hancur, dia sekarang seorang diri , tak ada orang yang bisa dibuat nya bersandar,


menumpahkan segala keluh kesalnya.


semua teman-temanya pergi menjauh setelah mengetahui perusahaan keluarga Imelda bangkrut.


Rupanya selama ini teman-tema sosialitanya tak sungguh-sungguh mau berteman baik dengan nya. hanya demi harta dan kekayaan.


padahal Imelda termasuk , orang yang royal kepada orang, terutama teman dekatnya.


tak akan pelit masalah uang, asal mereka bahagia.


Dokter yang menangani mama Imelda, datang menghampiri Imelda yang meringkuk dilantai seorang diri.


Imelda mendongak kala merasakan seseorang ada didekatnya.


mata Imelda sembam karena menangis.


kondisinya kacau saat ini


" gimana dok, kondisi mamaa saya?????"


Imelda nampak tak sabar mendengar penuturan dokter lelaki sepuluh tahun lebih tua darinya.


" maaf kondisi Mama anda sangat kritis, mama anda sangat banyak mengeluarkan darah, jadi beliau butuh beberapa kantong darah lagi"


" lakukan yang terbaik dok, untuk mama saya"


" saya akan berusaha semaksimal mungkin, tolong bantu kami dengan doa"


Dokter itu melangkah pergi meninggalkan Imelda seorang diri

__ADS_1


yang kembali meringkuk dilantai, menyembunyikan kepalanya dibalik lengan dan lututnya.


__ADS_2