
Reyhan tersenyum bahagia, mengetahui jadwal nya hari ini, setelah menghubungi Tio barusan via telepon.
Hari ini dia hanya harus mendatangi berkas-berkas yang sudah disiapkan Tio diruanganya
baru nanti ada acara makan siang dengan Tuan Candra,
kebetulan sekali jadwalnya hari ini free
dia bisa seharian menemani sang istri kemanapun ia pergi
tanpa harus diantar oleh ojek online didepannya ini.
" lebih baik kau pergi, istri saya tak jadi pesan"
" Tapi Tuan......"
sang Tukang ojek masih kebingungan, harapannya dapat orderan , tapi malah tak jadi seperti ini.
Reyhan segera mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompet , segera ia sodorkan pada orang didepannya.
" ini ambilah, segeralah pergi.....
cukup kan untuk mengganti orderan yang saya batalkan?????"
Sang Tukang ojek berbinar bahagia, uang yang diberikan padanya sudah lebih dari cukup, bahkan berlebih,
tanpa menunggu dua kali , tukang ojek tersebut segera pergi setelah berulang kali mengucapkan terima kasih.
bertepatan dengan Rania yang saat itu baru saja keluar dari rumah.
" loh ....... mas ojeknya........?????"
Rania masih berusaha memanggil-manggil, tapi orang yang ia panggil semakin menjauh hingga tak mendengar teriakannya.
" maaaaasssss........!!!!!!!!!"
" tadi katanya ada orderan mendadak"
jawab Reyhan santai , sambil sibuk mengotak atik layar ponsel nya
" ya sudahlah , aku pesan lagi"
Reyhan segera merebut ponsel digenggaman jemari istrinya
memeluk pinggangnya digiringnya masuk kedalam rumah
" maaaaasssss......!!!!!!!"
kenapa kamu biarkan pergi, lalu bagaimana aku pergi maaaaasssss........"
" kemanapun , anda pergi, saya siap mengantar kan Tuan putri"
" emang mas nggak kerja?????"
__ADS_1
" apapun demi kamu cantik......"
" alah....... gombal........"
" beri aku ciuman cantik......"
" biasanya juga nyosor sendiri......."
" kali ini aku ingin mendapat ciuman spesial dari istriku yang cantik ini, ya itung-itung sebagai ongkos"
Hati Reyhan bahagia, hari ini dia akan bebas bersama istrinya. tanpa terbebani urusan kantor yang biasanya menumpuk, menyita semua waktunya.
padahal ditempat lain, Tio begitu pusing, berulang kali dia memberantakan rambutnya.
Berkas yang harus ditandatangani oleh bosnya, hari ini harus segera selesai.
๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ
Assalamualaikum.......
ma. ........!!!!!!!!
ma......ma.......!ยก!!!!!!!
Rania nyelonong masuk ke dalam rumah papa Bastian setelah pintu depan dibuka oleh salah satu pembantu rumah tangga
Mata Rania menyapu seluruh ruangan, mencari sosok yang sudah lama ia rindukan.
" ma..........ma............!!!!!!ยก!"
" sayang........"
" ma.....ma...... Rania rindu......."
Reyhan tersenyum melihat Irma dan Rania berpelukan, pria itu hanya berdiri mematung memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.
" kamu sama siapa sayang????"
tanya Irma sembari melepaskan pelukan.
Rania tidak menjawab, dia hanya menatap Reyhan yang berdiri tak jauh darinya.
senyumnya mengembang melihat Reyhan bersama sang putri.
rasa syukur terucap dalam hatinya.
akhirnya keduanya bersama kembali.
karena memang Irma tidak mengetahui konflik yang terjadi dikeluarga ibu Nasiha
dia terlalu asyik dengan cucu barunya.
Irma mengajak kedua pasutri tersebut untuk duduk di ruang tamu, tak lama datang pembantu rumah tangga mengantarkan minuman dan cemilan,
__ADS_1
" bagaimana kabar kalian?????"
" baik ma.....
dimana baby boy??????".
Rania celingukan menatap sekitar mencari kakak iparnya dan baby Boy yang pernah diceritakan Jonathan padanya tempo hari.
Mata Rania berbinar bahagia , melihat yang ditanyakan tadi .
Mylea berjalan dari taman belakang, selesai menjemur bayi berusia beberapa bulan tersebut,
wanita itu tidak menyadari keberadaan Rania dan Reyhan, dia berjalan santai tanpa melihat sekitar.
Rania berlari mendekat, gadis itu kegirangan melihat betapa lucu dan menggemaskan bayi dalam gendongan, sampai Mylea kaget dibuatnya,
tak tanggung-tanggung, Rania menghujani beribu-ribu ciuman diwajah mungil sang bayi hingga membuat bayi itu tak nyaman akan tidurnya.
" kamu tidak bekerja Rey......????"
pertanyaan Irma mengalihkan perhatian Reyhan yang sendari tadi memandang setiap pola tingkah sang istri yang berdiri tak jauh dari ruang tamu.
" tau tu ma.... marahin aja no......"
Reyhan terkekeh mendengar suara Rania yang menjawab pertanyaan mamanya, memang suara Irma masih terdengar ditelinga Rania , walau jaraknya tidak terlalu dekat, dengan Rania yang berdiri.
" kan nganterin Bu Bos"
" kamu jangan sembrono to Rey, nanti kalau dipecat bagaimana?????"
Irma memukul pundak Reyhan pelan.
" malah enak , seharian bisa bersama Bu Bos"
" aku nggak mau punya suami pengangguran"
Rania menatap Reyhan tajam, kedua tangannya dia letakkan dipinggang.
Reyhan semakin terkekeh, melihat gaya sang istri,
" Kamu sudah telat RAN??????"
Rania mengalihkan pandangannya , kepada Mylea yang masih berdiri dibelakangnya.
" Iya kalian kan sudah lama menikah, nggak usah nunda-nunda lagi , bukankah ibumu sudah sangat ingin memiliki cucu?????
Reyhan tersenyum , mendengar penuturan mamanya barusan , terbesit sebuah ide, agar hubungan nya dengan keluarga menjadi harmonis kembali.
sementara Rania jengkel, gadis itu terus menggerutu dalam hati.
bagaimana tidak coba????
mana mungkin dia bisa hamil, kalau sampai sekarang saja dia masih virgin,
__ADS_1
hatinya juga masih bimbang akan perasaan Reyhan padanya.