Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
070


__ADS_3

Rania tidur dipangkuan Reyhan, kedua mata Rania menatap layar ponselnya yang diberikan Reyhan beberapa hari yang lalu


gadis itu asyik berjelajah di dunia Maya, mengabaikan sang suami yang menatapnya sendari tadi, padahal layar televisi saat ini menayangkan acara favorit Reyhan, acara yang membahas tentang otomotif.


" ehemmmmmm.......".


suara deheman ibu membuyarkan keasyikan keduanya.


Reyhan dan Rania mengalihkan pandangan mereka pada ibu Nasiha yang berdiri tak jauh dari keduanya.


" bila sudah sehat, sebaiknya cepatlah pulang"


Ibu Nasiha segera berlalu pergi masuk kedalam kamarnya. setelah mengucapkan kalimat yang ditunjukkan untuk putra semata wayangnya.


" eh mas, lihatlah...... videonya sangat lucu"


Rania berusaha mengalihkan perhatian Reyhan yang sendari tadi menatap pintu kamar ibunya .


begitu sedih dan terluka akan sikap ibunya saat ini, yang belum bisa memaafkan kesalahannya


" massssssss........!!!!!!!"


" hmmmm......."


." kok aku dicuekin sih ......"


Reyhan tersenyum melihat wajah cemberut istrinya, dengan gemas telapak tangannya Reyhan memberantakan rambut Rania.


sungguh pintar Rania merubah mod nya,


harusnya dia bersyukur ada Rania disisinya


direngkuhnya tubuh mungil Rania dalam pelukan, agar hati dan pikiran kembali lebih tenang.


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


Setelah kejadian hari itu Reyhan kembali kerumahnya


hari-hari nya disibukkan oleh pekerja an di kantor atas nama Rania istrinya.


berangkat pagi-pagi dan pulang tengah malam, bahkan hari Minggu pun Reyhan masih disibukkan dengan tumpukan berkas yang harus dia tanda tangani sebelum diteliti terlebih dahulu.


Dia berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan kejayaan perusahaan peninggalan mertuanya di pasar internasional.


agar berjaya seperti dahulu saat masih dipegang langsung oleh orang tua Rania.


dan hal itu membuat pasangan pasutri ini tidak pernah bertemu sama sekali


Sudah sebulan lebih Reyhan tak bertemu Rania, hanya membalas chat lewat WhatsApp, tak berani telfon apalagi Vidio Coll, pasti ponsel Rania akan langsung diminta ibu Nasiha bila kepergok sedang telepon atau video call dengan Reyhan..


kadang dia tertawa sendiri, dengan hubungannya dengan Rania,

__ADS_1


Dan hari ini dia nekat datang kerumah kontrakan yang ditempati ibu dan istrinya, rindunya sudah menggebu-gebu


rasanya sulit bila harus ditahan lebih lama lagi


setelah selesai sholat subuh, Reyhan sudah berangkat, memakai pakaian rapi, mengendarai mobil, menuju rumah ibunya


Mobil itu dia parkiran dihalaman rumah, suasana masih nampak gelap, bahkan samar-samar masih terdengar suara adzan atau pujian dari speaker-speaker mesjid terdekat.


Reyhan hanya memandang pintu rumah yang tertutup rapat, tak berniat untuk turun dan mengetuk pintu rumah tersebut agar penghuninya keluar menemuinya.


Hatinya sudah lumayan lega, walau tak bertatap muka langsung dengan Rania istri Remajanya.


Tapi tiba-tiba matanya menangkap sosok mungil yang berjalan seorang diri menuju rumah ibunya.


difokuskan pandangannya agar lebih jelas, siapa gadis itu.


Buru-buru kaki Reyhan melangkahkan keluar dari mobil menghampiri gadis tersebut


" Dari mana kamu jam segini?????"


Gadis itu menatap kaget


" mas.... kamu????"


Reyhan menatap istrinya curiga.


bila dari mushola atau masjid kenapa tidak menenteng mekena


" ibu kemana Ran......??????"


" ibu akan pergi beberapa hari, mungkin paling lama satu Minggu,


ikut rombongan yang dipimpin ustad dan Ustadzah, ziarah ke makam wali sembilan , mas, keliling pulau Jawa, .


tujuan utama sih di wali sembilan mas, selebihnya ke makam orang-orang Sholeh lainnya, yang sudah terkenal dipulau Jawa"


" kenapa kamu izinkan?????"


" ibu awalnya juga menolak mas, selain karena biaya mahal, khawatir akan kecapean, tapi ustadzah sudah membayar biaya setengahnya agar ibu bisa ikut.


ibu kan jadi tidak enak"


" apa sudah berangkat busnya????


apa ibu punya cukup uang saku, yang dibawa nya selama disana????"


" busnya sudah berangkat, kalau belum, tak mungkin Rania pulang mas.


lagi pula, kata ibu, urusan makan sudah ditanggung pihak travel, jadi ibu tidak terlalu khawatir, akan kelaparan selama perjalanan, lagi pula busnya juga cukup nyaman untuk perjalanan jauh,"


Rania segera menggandeng suaminya masuk rumah.

__ADS_1


baru saja Rania menutup pintu Reyhan sudah Melu****"t habis b"b*rnya.


membuang kesembarang arah , jilbab yang dikenakan sang istri.


tak cuma itu saja, Reyhan juga meninggalkan banyak jejak merah dileher istrinya.


menunjukkan kepemilikan , atas sang istri sepenuhnya,


Rania hanya pasrah mendapat perlakuan dari sang suami.


🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️


setelah mandi, mereka segera sarapan bersama, meski dengan lauk seadanya, Reyhan sudah cukup bahagia asal ada istri tercinta disampingnya sekarang.


tin.....tin.....


suara klakson motor terdengar dari depan rumah.


Rania buru-buru melangkah kakinya keluar.


tak lama dia kembali lagi.


" siapa?????"


" ojek online , mas.....


aku pergi dulu ya mas...."


ucapnya masuk kedalam kamar untuk mengambil tasnya.


Reyhan mengikuti sang istri masuk kedalam kamar


" mau kemana!!???"


" mumpung tidak jualan, Rania mau ketempat mama dan papa, terus ke rumah sakit jenguk anaknya Mbak Narti"


" bisa buatkan aku kopi dahulu????"


Rania menepuk keningnya pelan, dia sungguh lupa membuatkan suaminya kopi, biasanya memang dia tak pernah lupa.


tapi dia juga tak enak bila meminta pengemudi ojek online menunggunya terlalu lama


" sudah lah..... segera buatkan aku kopi, aku akan kedepan bicara dengan ojek online nya"


Reyhan menggiring Rania menuju Dapur


setelahnya dia melangkahkan kakinya kedepan.


Tak butuh lama, kopi pesanan suaminya sudah terhidang di meja ruang tamu


tapi pengemudi ojek online nya malah pergi.....

__ADS_1


__ADS_2