
Imelda menangis sesenggukan bersimpuh dikaki pak Anwar dan Bu Waroh. menyesal tak berkata jujur dari awal, dia tak menyangka kehidupannya akan seperti ini.
Tak jauh dari Imelda Marwan dan Rony duduk melihat tangisan Rengganis.
" maafkan saya hiks hiks, karena tak jujur sendari awal hiks hiks, jadi kalian mendapat malu."
" sudahlah semua juga sudah terjadi, cobalah kau membuka hati untuk anak kami"
Bu Waroh mencoba menenangkan Rengganis
" apa kalian masih mau menerima ku setelah mendengar semua kejujuran ku????"
" apa yang kau sembunyikan Nis????
tanya pak Anwar penasaran.
" sebenarnya saya anak dari pak Aryanto pengusaha yang baru saja ditangkap KPK karena kasus penggelapan dana"
" setahu saya nama anaknya Imelda kan???
terkenal suka berpakaian seksi sombong, dan angkuh????"
Imelda menganggukkan kepala.
" memang, nama saya Imelda Rengganis, Apa yang kalian katakan benar."
semua orang diruangan itu tercengang, tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar dari mulut Rengganis .
" maafkan saya, hiks hiks.... saya akan segera pergi, menunggu mama saya yang masih terbaring koma"
Imelda mencium kedua tangan dan kaki pasangan paruh baya didepannya.
sebelum berdiri ingin meninggalkan rumah tersebut.
" ok. .... pergilah temui orang tua mu.....
tapi aku akan ikut , untuk memintamu pada mereka"
Marwan berjalan mendekati Imelda
" kamu yakin dengan pilihan mu WAN????"
tanya pak Anwar memastikan.
" iya saya akan segera meminta restu, kemudian mengurus pernikahan kami
kami pamit Mak , pak....."
__ADS_1
Marwan mencium kedua punggung tangan orang tuanya.
melangkah pergi menggandeng tangan Rengganis keluar.
Semua orang diruangan itu seperti tak percaya, yang ia lihat beberapa hari ini, berbanding terbalik dengan gosip yang beredar, tak ada satupun orang yang menyangka, dan mengenalinya.
Dilihat dari cara ia mengerjakan semua pekerjaan rumah memang terlihat kaku. mereka pikir itu wajar , anak muda sekarang yang tak tau urusan dapur.
Tapi dia selalu ingin tahu, bahkan pernah tanpa rasa jijik , gadis itu sering ikut turun kesawah, memakan masakan sederhana, bahkan pernah makan hanya dengan sambal korek.
Seperti tak percaya bahwa Rengganis yang ia kenal rupanya Imelda dengan citra buruk.
cara bicaranya pun sopan , tidak pernah angkuh dan sombong dengan orang lain,.
dan hal itulah yang membuat , mereka menyukai gadis itu, berencana ingin menikahkan mereka, tapi justru kejadian ini membuat mereka menikah lebih cepat.
" gimana pak????? , setuju nggak Marwan nikah sama gadis itu????"
" kalau nikahnya sama Imelda yang dulu Yo bapak nggak setuju, tapi kalau nikahnya sama Rengganis Yo sangat setuju"
" piye toh pak??? wong Imelda Yo Rengganis"
" yowes diurus saja, kita buat resepsi pernikahan untuk mereka"
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
" pa.....pa.......!!!!!!"
Imelda berlari memeluk tubuh renta Arya.
" papa maafkan Imelda pa"
Imelda menangis sesenggukan diperlukan Arya,. Arya menggeleng menghalau rasa sedih dan bersalah yang selama ini ia lakukan
" papa yang bersalah nak
maafkan papa , selama ini selalu memaksa kan kehendak papa padamu"
Arya membingkai wajah Imelda, diusapnya lembut air mata yang membasahi pipi putrinya. seulas senyum ia tunjukkan.
Matanya beralih pada lelaki dibelakang Imelda,. Marwan segera mengangkat telapak tangannya untuk memperkenalkan diri
" saya Marwan pak,. rencananya saya ingin meminang putri anda"
ucapnya setelah menjabat tangan Arya,. mata Arya menatap putrinya, ingin tahu kebenaran yang diucapkan lelaki yang baru saja dilihatnya. Imelda menggangguk membenarkan ucapan Marwan.
". papa , tapi A'a Marwan tak sekaya yang papa inginkan"
__ADS_1
Arya menggeleng, merasa bersalah dengan kriteria lelaki pilihan nya yang harus bersanding dengan putri semata wayangnya.
" tidak nak, sekarang pilihlah sesuka hatimu, asal kau bahagia. papa juga bahagia.
maafkan papa nak, karena obsesi papa pada harta, membuat kau seperti robot hingga menderita, sekarang carilah kebahagiaan mu sendiri nak"
Setelah mengobrol saling mengenal,. Imelda dan Marwan memutuskan untuk kerumah sakit menemui mamanya yang masih terbaring, koma.
Imelda berlari dilorong rumah sakit , tak sabar ingin bertemu dengan mamanya.
langkahnya terhenti melihat seorang pemuda berdiri dibalik jendela kaca ruangan tempat mamanya dirawat
pandangannya menatap kedalam ruangan, kedua tangannya ia masukkan kedalam kantong celana.
". joooo...,.."
panggilnya , Jonathan menoleh ke asal suara. seulas senyum tersungging di bibirnya.
" maafkan aku , karena dulu selalu berfikiran negatif tentang mu"
Imelda mengerutkan kening , tak faham maksud ucapan Jonathan.
" aku sudah tahu semua cerita dibalik dirimu, maafkan aku, seharusnya aku melindungimu, bukanya justru aku ikut membencimu"
Jonathan mengankat mukanya menatap langit-langit rumah sakit, menahan air mata yang ingin keluar, sungguh ia merasa bersalah akan apa yang Ia lakukan.
kedua tangannya terkepal , didalam kantor celananya, menahan emosi akan perbuatannya dahulu kepada Imelda.
andai dia tahu sendari awal , mungkin Imelda tak akan semenderita ini, sampai mencoba ingin bunuh diri dengan terjun ke sungai berarus deras.
Dia bersyukur gadis didepannya masih hidup.
inilah Imelda yang sebenarnya. gadis yang sederhana, selama ini dia hidup menggunakan topeng. menuruti segala keinginan papanya meski dia sendiri tak nyaman. memakai baju kurang bahan untuk menggait pria kaya Raya. berbicara sombong dan angkuh tak sesuai dalam hatinya.
Mata Jonathan menatap pria yang baru saja datang menghampiri Imelda.
" siapa dia......???"
tanyanya menunjuk Marwan yang baru saja dari toilet.
" dia A'Marwan Jo,. calon suami ku.
A'a Marwan kenalkan dia Jonathan, sahabat baikku"
mereka berdua saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri.
" jaga Imelda dengan baik, " menepuk pundak Marwan " untuku....". matanya melirik Imelda. sebelum melangkah pergi menjauh
__ADS_1