
aaaaaaaaaaaaaaaasa.........
Rania berteriak melihat pantulan dirinya didepan cermin
mata dan bibir bengkak. leher putih nya berubah warna, penuh dengan tanda merah kehitaman bertebaran hampir memenuhi seluruh leher nya, ditambah jalannya yang agak kesusahan.
pasti orang-orang tadi berpikiran negatif.
Matanya menatap tajam pria yang duduk santai sembari bermain game, pria itu hanya cengar-cengir seakan tak bersalah.
" dasar nyebelin........ suami gila ........,"
Rania melempari suaminya dengan bantal guling dan semua benda didekatnya
suaminya memang sengaja membuat nya malu, sudah tahu kondisi nya seperti ini , kenapa malah dipamerin diajak keliling komplek dengan alasan joging.
" aku ....... benci kamu...... kurang ajar. ....."
Gadis itu terus mengamuk,
awalnya Reyhan nampak santai, tubuh kekar nya tak akan mempan hanya dilempari bantal dan guling, lama kelamaan benda-benda yang dilempar tak main-main, sampai lampu diatas nakas ingin dia lempar.
bisa bahaya.........
Dengan sekali tubruk , tubuh mungil Rania dalam dekapan nya. dilumatnya habis bibir Rania, dengan lembut dan hati-hati,
Rania hanya diam tak bergeming, tak tahu harus bagaimana.
Reyhan tersenyum sembari mengusap lembut bibir Rania setelah puas memainkan setiap inci rongga mulutnya.
" lepaskan....."
pinta Rania memelas , menggerakkan badannya mencoba lolos dari Reyhan , dia benar-benar tak bisa bergerak, kedua tangan nya dikunci telapak tangan kekar Reyhan, tubuh mungilnya ditindih, sampai Rania dapat merasakan sesuatu yang tak terima terkurung dibawah sana.
" diamlah....."
Rania tak peduli, dia terus meronta agar terlepas, tak nyaman dalam posisi tersebut.
" kau ingin merasakan ????"
Rania melotot, saat Reyhan dengan sengaja menggesekkan sesuatu benda keras miliknya ketubuh Rania.
Reyhan terkekeh dan segera bangun......
" ayo turun , kita sarapan......"
" ogah..... aku malu ......"
Reyhan melangkahkan kakinya keluar kamar , setelah melihat Rania menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.......
" Rania tidak diajak sarapan Rey?????"
Tanya Ibu Nasiha melihat Reyhan hanya sendirian.
" malu katanya"
jawabannya acuh, sembari menyantap sarapan nya.....
" kamu bok jangan kasar-kasar,. yang halus dikit gitu., lihatlah Rania, kasihan sekali dia, jalan aja Ampe kesusahan"
__ADS_1
Reyhan hanya mengangguk......
" Nanti bawakan sarapan"
" okey ....."
💢💢💢💢💢💢💢💢
" Rania......"
Reyhan membuka selimut yang menutupi tubuh Rania.
" apa.....!!!!!!!"
" duduklah, "
" ogah.....!!!!!!!"
"Aku bawakan sarapan untuk mu"
" aku puasa .....!!!!!"
behahahahahaha.........
Reyhan menertawakan Rania, malu juga , dia tadi pagi kan sudah minum air sehabis joging, sekarang ngaku puasa.
💢💢💢💢💢💢💢
Rania menatap Reyhan fokus pada gamenya.
apa seharian ini dia cuma bermain game,
Dan Rania????
nggak papalah balas dendam karena semalaman nggak bisa tidur.
diliriknya smartphone Reyhan yang masih tergeletak diatas nakas, sendari pagi , seperti tak tersentuh, posisinya tetap sama tak bergeser sedikitpun.
apa dia tak berbalas chat gitu atau menghubungi kekasih nya, bukankah orang yang sedang kasmaran sering kali bertukar kabar , walau terkadang hal-hal yang tak penting jadi pembahasan.
" om.........."
panggil Rania manja setelah mendudukkan pantatnya disamping sang suami.
" apa aku setua itu?????"
" kak Reyhan"
" aku tidak suka"
mengingatkan Reyhan pada almarhum adiknya. masa-masa saat sulit dulu
" lalu aku harus memanggil mu apa......????
" terserah....."
Rania tampak berfikir, masak iya manggil dia yayang Reyhan, nggak-nggak, diakan sudah punya kekasih, walaupun aku istri sahnya sih.
suaminya nampak mengulas senyum samar,. tanpa Rania sadari sendari tadi Reyhan mendengar gumaman istrinya yang terdengar lirih, mustahil lah pikir Rania bila sang suami mendengar, diakan fokus sama gamenya.
__ADS_1
" ya sudahlah aku manggil kamu kayak bik Asih. ___mas Reyhan__"
". hmmmm"
". mas Reyhan.....!!!!!"
". hmmmm"
" maaaaasssss.......!!!!!!"
" apa"
" isssss...... cuek amat sih......"
Reyhan meletakkan stik gamenya, wajahnya menoleh pada istrinya yang terlihat kesal.
" apa Rania sayang"
wajah Rania bersemu merah, akan panggilah suaminya barusan, ya Allah ini tulus atau pura-pura semata.
" Aneh......"
Reyhan menggeleng kan kepala nya melihat istrinya hanya menunduk setelah dipanggil nya sayang.
" mas nggak chatting an , telfon an atau VC gitu , sama kekasih mu yang semalam?????"
" dah balik ke Amerika"
" emang di Amerika nggak ada smartphone??????"
" banyak"
" lalu?????"
" apa??????"
" nggak terfonan gitu?????"
" nggak"
" emang nggak kangen?????"
seketika mod Reyhan berubah, dia letakkan stiknya, menatap tak suka pada Rania.
yang ditatap hanya menunduk , merasa bersalah.
" sebenarnya apa maumu?????"
Rania nampak ragu-ragu , tapi dia ucapkan juga keinginan nya
" emmmmmm....... Rania mo pinjem smartphone nya, buat buka akun Facebook Rania,"
" lalu kenapa berbelit-belit?????"
" takut nanti kekasihmu menghubungi "
Reyhan memejamkan matanya
" ambillah, mainkan sesukamu....."
__ADS_1
Ada rasa jengkel juga dalam hatinya, cuma ingin meminjam smartphone saja sampai berbelit-belit.
digelengkanya kepala melihat tingkah Rania , seperti menang lotre saja, apa sebahagia itu cuma dikasih pinjam Hp????