Skenario Cinta Untuk Restu Ibu

Skenario Cinta Untuk Restu Ibu
075


__ADS_3

suasana remang remang masih menyelimuti.


digelapnya malam, suara biola mengalun indah, mendayu-dayu .


Reyhan menuntun Rania untuk duduk di kursi , semua makanan berjajar rapi,


hiasan bunga dan lilin aromaterapi menghiasi ditengah meja.


Dengan telaten , Reyhan mengambilkan makanan untuk Rania,


biasanya Ranialah yang mengambilkan, kini gantian, Reyhan yang setia mengambilkan makanan untuknya.


Selama makan malam romantis berlangsung, keduanya terdiam, tak ada yang mengawali obrolan, Reyhan hanya tersenyum , memandang Rania yang makan.


gadis itu biasa saja , malah terkesan cuek tidak peduli, sedikitpun tidak terganggu dengan tatapan mata Reyhan.


pikirannya melayang, akan kejadian barusan,


haruskah , ia merasa kecewa untuk kedua kalinya????? hal seperti ini pernah terjadi.


dulu saat lamaran di areal terminal.


banyak orang yang melihatnya, banyak orang yang bertepuk tangan, banyak orang juga yang ikut bahagia, bahkan iri dengan dirinya.


tapi kenyataannya , semua itu hanya acting, ada sutradara dibalik cerita manis tersebut.


apakah ini juga sama???? dan kali ini siapa sutradara dibalik semua ini?????


sungguh hati Rania terasa nyeri,


kenapa kejadian seperti ini harus terulang lagi


andaikan semua ini nyata????


apakah mungkin semua akan menjadi nyata, bila dia sendiri masih ragu akan perasaan suaminya pada dirinya.


kata-kata cinta barusan , seperti pisau tajam yang mengiris ulu hatinya.


apakah memang , hatinya harus dipermainkan seperti ini????


apakah dirinya tak berhak untuk dicintai????


Dulu Tomi selalu bilang cinta. setelah Rania jatuh miskin, dia pergi menghindar.


lebih kejamnya lagi, Rania melihat dengan mata kepala sendiri Tomi berhubungan badan dengan sahabatnya .


Dan kini sosok Reyhan Alvaro , laki-laki yang dari dulu mengisi relung hatinya,


tiba-tiba datang, mengungkapkan cinta


nyatanya hanya untuk menutupi hubungan gelapnya semata.


Dan malam ini , kata cinta itu kembali terucap


haruskah Rania percaya????


bahkan malam ini jauh lebih indah, dari sebelumnya.


ya Tuhan....... sesak hati ini rasanya


tak terasa bulir air mata menganak pinak , membasahi pipi.


Sadar , Rania buru-buru menghapus nya , berharap orang didepannya tidak menyadari air mata ini.


Namun , telat , Reyhan sudah mendekat, jamarinya sudah terangkat, menghapus air mata yang semakin deras mengalir


" kenapa??????"


Bibir Rania kelu, sulit untuk berucap, relung hatinya terlalu sakit , akan kenyataan yang ia rasa,


Reyhan mendekatkan wajahnya, pria itu menciumi tiap butir air mata Rania yang semakin deras.


" maafkan aku atas kesalahanku dulu"


Reyhan menyodorkan gelas berisi air putih

__ADS_1


Rania segera meneguknya habis hingga tandas, dan kembali menyodorkan gelas yang telah kosong pada Reyhan.


Reyhan menerimanya, diletakkan kembali gelas itu diatas meja.


Tangan Reyhan menuntun Rania berdiri, diajaknya agak menjauh dari meja makan tempat ia makan barusan.


Reyhan menarik kedua telapak tangan Rania , diletakkan diatas pundaknya


sementara Kedua tangan Reyhan , memeluk pinggang ramping Rania.


" apa yang kamu pikirkan sayang?????"


Bisik Reyhan pelan, ditelinga Rania,


bersama an dengan bungi kembang api menghiasi gelapnya malam.


mata Rania menatap takjub.


kembang api yang meletus di langit , membentuk sebuah tulisan.


l love you Rania........


mata Rania menatap mata suaminya,


seakan meminta penjelasan akan semua ini


Reyhan mengulas senyum, sebelum memulai membuka suara.


" aku sungguh sangat mencintai mu sayang....


maaf bila aku terlambat menyadari nya


maukah mulai malam ini, kita jalani kehidupan suami istri yang sesungguhnya????"


Rania mengerutkan kening, tak mengerti akan apa yang diucapkan suaminya.


" aku berharap kau segera bisa hamil, agar aku bisa memboyong kau dan ibu kembali kerumah"


Rania membelalak kan matanya


berarti dirinya hanya dibuat alat untuk merebut hati ibunya


agar Kata maaf segera Reyhan dapatkan????


Rania buru-buru melepas tangan yang bertengger dipundak suaminya.


dengan air mata menggenang, dilangkahkan kakinya kembali ke kamar.


Rania ingin segera mengganti pakaian nya dan pulang.


dia sudah muak dengan semua ini.


Rania capek bila harus dipermainkan Seperti ini lagi.


Langkah kaki Rania terus berjalan , menyingsing gaun malam yang menjuntai, agar ia tak kesulitan berjalan


sesekali telapak tangannya mengusap kasar air mata sialan yang terus berjatuhan.


Rania muak dengan semua ini


Rania benci dipermainkan.


sampai dikamar Rania membating pintu sangat keras .


dia melepas paksa jilbab yang ia kenakan , membuang kesembarang arah.


" Rania sayang. ......"


panggil Reyhan pelan , melihat istrinya mengamuk, didalam kamar.


kenapa gadis ini?????


tangan kekar Reyhan segera memeluk tubuh mungil Rania, mencoba menenangkan sang istri tercinta,


gadis itu terus meronta agar bisa terlepas

__ADS_1


" tenanglah. ..... ada apa??????"


" aku benci dengan semua ini,


aku benci dipermainkan,


Kenapa kau perlakukan aku seperti ini????


kalau pada akhirnya akan membuatku semakin jatuh cinta pada mu mas"


" sttsss . ..... sayang , wajarlah bila istri mencintai suaminya.


Reyhan mencangkup wajah Rania ,


gadis itu menurut


" aku bersungguh-sungguh sangat mencintai mu sayang"


Rania menggeleng tak percaya akan ucapan suaminya.


" tatap mataku......


apa kau melihat kebohongan?????


Yang diucapkan suaminya benar, Rania tidak melihat kebohongan sama sekali.


": apa kau percaya padaku????"


Rania mengangguk, direngkuhnya tubuh mungil Rania dalam dekapan hangat Reyhan


telapak tangan kekarnya mengusap lembut punggung Rania


memberikan ketenangan .


cukup lama kedunianya tenggelam dalam keheningan, hingga akhirnya Rania melepaskan pelukan, diusapnya sisa air mata yang masih menempel di pipi.


" bagaimana sudah lebih baik?????".


Rania mengangguk


" apa kau sudah percaya bahwa aku sangat mencintaimu sayang?????"


lagi-lagi hanya anggukan kepala yang Reyhan dapatkan.


Reyhan mengankat dagu Rania , diarahkan agar mata mereka bertemu.


" kenapa cuma mengangguk Hem????


nggak ada jawaban lain????"


kali ini Rania menggeleng,


hal itu justru membuat Reyhan tertawa


" kenapa ini mulutnya?????"


Rania memegang bibirnya,


ada apa??? perasaan juga tidak apa-apa.


tangan Reyhan menarik jemari Rania yang memegang bibirnya.


tanpa permisi, pria itu m*Lum*t bibir Rania tanpa ampun, memainkannya sesuka hati.


" sayang..... apa aku boleh meminta hak ku????"


suara Reyhan terdengar serak, menahan hasrat yang sudah menggebu.


gadis itu menatap mata Reyhan, hanya anggukan kecil sebagai jawaban.


Reyhan tersenyum , digiringnya tubuh mungil Rania menuju ranjang


akhirnya malam itu, Rania menyerahkan apa yang ia jaga selama ini.


memberikan hak atas orang yang sudah halal untuk menjamah tubuh mungilnya.

__ADS_1


__ADS_2