
Adzan subuh berkumandang,. Marwan dan Imelda terbangun, mengerjakan sholat jamaah untuk pertama kalinya.
setelah sholat berjamaah barulah Imelda keluar, membantu membersihkan sisa-sisa resepsi pernikahan keduanya, seperti menyapu, membuang sampah, atau menata kembali perabot yang ada ketempat semula.
awalnya semua orang melarang, tapi dia juga tak enak harus berpangku tangan.
Setelah mandi sarapan bersama, yang lain. barulah Imelda kembali kekamar,. menidurkan tubuh lelahnya keatas ranjang, menutup matanya yang terpejam dengan lengan.
cukup capek juga mengerjakan semuanya
pernikahan dikota tidak seperti dikampung.
dikota , masalah bersih-bersih bisa menyuruh orang, semuanya bisa diserahkan kepada WO. sementara dikampung, semuanya dikerjakan bergotong royong, ramai-ramai kecuali menghitung hasil sumbangan.
Marwan yang baru masuk kedalam kamar tersenyum, melihat istrinya kecapean, memang tak mudah, awalnya serba ada, hidup mewah, segalanya tinggal perintah sekarang semuanya dikerjakan sendiri
Dia lebih memilih menghampiri sang istri , membaringkan tubuh kekarnya memeluk Imelda , ketimbang menghampiri Mawar yang bermain boneka tak jauh dari ranjang.
senyumnya mengembang melihat Mawar sibocah cadel , dengan asyiknya Mawar tenggelam ke dalam dunianya,
tak merasa bersalah sedikitpun , semalam mengganggu aktivitas berharga pengantin baru
Merasa ada pergerakan Imelda membuka mata melihat siapa gerangan orang yang terbaring disampingnya.
Imelda tak benar-benar tidur, hanya memejamkan mata.
Marwan tersenyum, sementara Imelda memilih, menelungkup kan badannya diranjang.
" capek?????"
" hmmmm"
"mau kupijit???¿?,. tapi ......"
Marwan menaikan sebelah alisnya.
" ah...... A'a......"
Marwan malah tertawa terbahak-bahak......
sampai Mawar ikut menatap pakdenya aneh dan kembali tenggelam kedunianya
" apa butuh bulan madu Nis.....???
" ha...... Nis......,?????
" ma.......nis......"
" untuk apa.....?????"
" untuk begituan lah biar tak terganggu bocah cadel noh......."
" sayang uangnya, mending untuk yang lain"
" hey kamu kira uangku tak akan cukup????
uangku masih cukup untuk bisa menyewa hotel dibali,. asalkan jangan keluar Negeri"
__ADS_1
Marwan nyengir , sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Imelda tersenyum, menggelengkan kepala.
" aku sudah bosan dengan destinasi semua itu,. justru tempat seperti inilah yang belum pernah kudatangi"
" oh ya??????"
" hmmmm....."
"; kalau begitu kita bulan madu ditengah sawah"
Marwan menatap langit-langit kamarnya.
sambil senyum-senyum tak jelas.
Imelda melotot tak suka, dipikiran Imelda Marwan sedang membayangkan hal-hal yang tidak pantas dilakukan di muka umum.
" ogahlah....."
" kenapa?????"
"; ada cacing , dan dan hewan lainnya, lah jijik juga ""
" malah jadi pertunjukan live ......"
Imelda memukul lengan suaminya dan kembali menyembunyikan mukanya dibalik bantal.
jengkel, kenapa suaminya menjadi mesum.
terdengar ketukan beberapa kali.
Marwan segera berdiri untuk membukanya.
dilihatnya Rony berdiri didepan pintu, matanya masuk melihat anak pertamanya sedang bermain sendiri dengan bonekanya.
" Mawar ......"
Rony berjalan mendekati Mawar
"; ikut papak yuk ....."
" temana??????"
" sawah......"
" napain......?????"
" kita cari belalang, nanti kita goreng"
" Awar tak mau"
" mmmm..... bagaimana kalau kita cari untuk makde.....???? nanti suruh goreng mamak"
" memang makde cuka.....????
" iya...... benarkah pakde????
__ADS_1
" ha.......?????"
Marwan yang berdiri tak jauh dari keduanya bingung, Rony mengedipkan satu matanya sebagai tanda untuk menyetujui karangan Rony
Marwan tersenyum akhirnya dia faham maksud dan tujuan adik iparnya.
" ah ..... iya Makde sangat suka, makanya cari yang banyak, karena makde belum pernah makan"
" benelan Pakde?????"
Mawar antusias......
" iya....."
" ayo papak , kita cali yang banyak untuk makde"
Mawar berdiri berjalan keluar kamar diikuti Rony , tersenyum penuh arti.
" yang banyak Lo Mawar, kalau sedikit kembali lagi"
ucap Marwan sembari menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya.
Imelda tersenyum melihat tingkah sang suami
laki-laki bila sudah menginginkan sesuatu , ada-ada saja tingkahnya????
apa semua Lelaki seperti suaminya????
Entahlah siapa yang memulainya, keduanya sudah tenggelam dalam lautan cinta asmara yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Bahkan Marwan sampai menutup mulut istrinya saat , Imelda berteriak kesakitan.
bukan apa-apa sih, cuman malu bila terdengar sampai luar kamar,
Tahu sendiri kamar di kampung seperti apa???
tidak ada kamar kedap suara seperti kamar-kamar di kota.
meski terasa sakit, keduanya tetap menjalankan ibadah
menahan sakit sebentar demi mendapat pahala, setara membunuh tujuh orang kafir
Ya Allah , nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan????
sungguh nikmat dunia, yang satu ini, sering kali membuat orang lupa.
Saat itu juga, Imelda menyerahkan seluruh tubuh dan hidup nya pada sang suami yang baru dikenalnya Beberapa hari.
Namun bagaimana lagi, yang namanya jodoh Rizqi dan mati kan cuma Allah yang tahu
pengalaman baru untuk keduanya.
memulai hari baru sebagai pasangan suami istri yang sesungguhnya.
Harapannya hanya satu, semoga mereka tetap bersama sampai maut memisahkan.
menjadi kekasih dunia akhirat
__ADS_1