
Pukul sepuluh malam Reyhan memarkir kan mobilnya didepan rumahnya.
pikirannya kacau tak tenang, belum bisa menemukan sang istri,, bagaimana dia akan menjawab pertanyaan ibunya????
Dengan langkah lemas tubuh Reyhan keluar dari mobil.
ibu Nasiha sudah menyambut nya diambang pintu, menunggu anak semata wayangnya memberi kabar tentang menantu kesayangannya.
Reyhan masih berdiri dibodi mobil, menyandarkan tubuhnya . jemarinya mengotak atik layar ponsel.
Dia sedang melacak keberadaan sang istri dari panggilah terakhir yang diterima nya.
keningnya berkerut, bukankah itu tempat tinggal.......
belum sempat semuanya terjawab. sebuah mobil mewah terparkir disampingnya, bukankah itu mobil Jonathan????
untuk apa dia malam-malam kesini!???
Mobil terbuka setelah sang pengemudi mematikan mesin.
papa Bastian, mama Irma, Jonathan dan.....
langkah kaki Reyhan segera mendekat, dipeluknya tubuh mungil istrinya dalam dekapannya.
Diciumnya berulang kali, seluruh wajah sang istri , terakhir dilumat habis bibi mungil Rania, menumpahkan seluruh rasa khawatir, cemas, rindu, dan segala emosi dalam dadanya.
Mengabaikan tatapan mata orang-orang disekitarnya.
" ehem...... dilanjutkan nanti didalam kamar....."
Reyhan tak peduli mendengar suara Bastian, dia masih asyik dengan kegiatannya.
" sudah biarkan saja, lebih baik kita masuk dulu...."
ibu Nasiha mengajak Bastian dan Irma masuk kedalam rumah.
ujung mata Rania menatap sekitar, setelah yakin mereka cuma berdua, Rania mendorong tubuh kekar suaminya .
" kamu apa-apaan.....????"
Rania mengusap kasar bibirnya dengan punggung tangannya, tatapan matanya menunjukkan betapa emosi marahnya dirinya dengan orang didepannya.
Tanpa peduli. Rania segera masuk meninggalkan suaminya, yang menatapnya bingung.
Jonathan menepuk pundak Reyhan. rupanya sendiri tadi dia masih berdiri disitu , memperhatikan kedua sejoli yang sedang berciuman.
__ADS_1
" kali ini lo selama Rey..... bila sekali lagi lo berani menyakiti Rania, gue sendiri yang akan mengambil nya langsung dari tangan lo'"
Jonathan melangkah pergi , masuk kedalam rumah menyusul kedua orang tuanya yang sudah duduk diruang tamu.
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
Setelah kepulangan keluarga Bastian, Rania segera masuk kedalam kamar, mengganti bajunya dengan baju tidur.
Rania tetap bungkam, tak mau bicara dengan suaminya, hatinya masih jengkel, kenapa suaminya Setega itu padanya????? apa salahnya?????
Rania membaringkan tubuhnya di ranjang , menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Reyhan menyusul, memeluk tubuh Rania posesif , tentu saja hal itu membuat Rania tak terima, disingkirkan tangan kekar suaminya yang memeluk perut rampingnya.
Rania pindah tempat membaringkan tubuhnya dikasur lantai , Reyhan tak menyerah , dia terus membuntuti sang istri
lagi-lagi Reyhan mendapat penolakan.
Ditindihnya tubuh mungil Rania, dilumatnya kasar bibir seksi yang terus menjadi candu untuknya.
Rania mendorong paksa tubuh kekar diatasnya.
Matanya melotot tak suka dengan apa yang dilakukan suaminya padanya.
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
Reyhan terus membolak- balikkan tubuhnya diatas ranjang.
jam sudah menunjukkan pukul 2 dinihari , tapi matanya tak kunjung bisa terpejam.
Setelah menikah, bila dirinya tidak bisa tidur, dia akan memeluk tubuh Rania.
Tapi kali ini Rania tidur dikamar tamu , menguncinya rapat, dia tidak akan bisa masuk.
mendobrak nya?????
bisa menimbulkan kegaduhan, dia tak ingin mengganggu istirahat ibunya.
kunci cadangan pun berada dikamar ibunya.
dia tak cukup berani meminta kunci itu pada ibunya.
pasti berjuta pertanyaan akan ia dengarkan,
tak mungkin jugakan dia harus jujur , apa penyebab sang istri marah padanya.
__ADS_1
bisa dapat ceramah sampai tahun depan.
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
Rania sengaja bangun pagi. khawatir ibunya bertanya kenapa tidur dikamar tamu???
pelan-pelan langkahnya mengendap-ngendap seperti maling yang takut ketahuan sedang mencuri.
bik Asih mengerutkan kening, melihat nona mudanya itu. sembari memegang sapu langkahnya mendekat, ditepuknya halus bahu Rania dari belakang.
Tentu saja pemilik bahu terlonjak kaget,
" ya Allah bibik......"
treaknya sepontan, tangannya memegang dada karena jantunya masih deg deg kan .
" kamu tu yang ngapain Mbk????? kok kayak mau maling?????"
" Rania memang mau maling bik..... "
Mata Rania dan bik Asih mencari asal suara lain. Ibu berdiri diambang pintu kamarnya, masih memakai mekena, lengannya memeluk mushaf Al-Qur'an.
hati Rania tak terima, sedikitpun tak ada niatan untuk mencuri, bila dia memang ingin mencuri , sudah dilakukan sejak dirinya sampai kerumah ini,
suaminya asal bila menaruh uang.
Dari kecil dia diajarkan agama, prinsipnya lebih baik hidup susah daripada harus mencuri barang yang bukan haknya.
" mencuri hati anak saya, Reyhan"
Ibu tersenyum, mengingat momen tadi malam, anaknya sampai mencium Rania dimuka umum, melupakan rasa malu pada orang sekitar.
menumpahkan rasa cemas khawatir, serta emosi dalam dadanya.
penampilan nya sangat kacau, lebih mengenaskan ketimbang orang gila dipinggiran jalan.
ibu tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Rasa bahagia merambah dalam relung hatinya, akhirnya anak semata wayangnya bisa melupakan Rosellyn, membuka hati untuk Rania istri halalnya.
awalnya dia ingin mempertanyakan, dari mana saja Rania , sampai malam baru kembali,
Mendengar cerita Bastian dan Irma, dia turut bahagia, rupanya Rania anak sahabat Bastian yang sudah lama mereka cari keberadaannya.
Hatinya makin yakin, tak salah dia menikahkan Reyhan dengan Rania, gadis baik-baik, sesuai dengan apa yang ia selidiki selama ini.
__ADS_1