
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
Rania menatap Risya dan ibu Nasiha dari kejauhan , keduanya sedang berlarian di Taman belakang .
terlihat jelas betapa kelelahannya ibu Nasiha, nafasnya nampak ngos-ngosan, tak jarang wanita paruh baya tersebut berhenti untuk menetralkan pernapasan nya.
sayangnya bocah berusia 4 tahun sedikitpun tak mau mengerti,
bocah itu terus berteriak agar neneknya mengejarnya dari belakang.
" ayo nenek kejar Risya........"
" nenek capek......"
Risya berdiri memanyunkan bibir, melihat neneknya berhenti tak mau mengejarnya lagi
jelas saja usia mereka yang terpaut cukup jauh, ibu Nasiha yang sudah berusia setengah abad diminta untuk terus mengejar bocah berusia 4 tahun.
Rania sampai geleng-geleng kepala, jelas tidak tega melihat mertuanya diminta mengejar Risya , bocah yang sedang aktif-aktifnya bermain,
ingin rasanya Rania meminta Risya berhenti, kasian pada mertuanya,
tapi apalah daya, Rania tidak terlalu dekat dengan anaknya sendiri.
Alhasil Rania hanya bisa mengamati dari jauh,
sembari berdoa semoga mertuanya diberi kesehatan serta umur panjang.
saking fokusnya pada nenek dan cucu didepan matanya, Rania tak menyadari .
ada orang yang juga memperhatikan nya sendari tadi.
Reyhan terus melangkahkan kakinya mendekat, meletakkan jemarinya dipinggang Rania,
pandangannya ikut memperhatikan anak dan ibunya yang masih berlarian.
Rania kaget, dilihatnya pemilik tangan kokoh yang berada di pinggangnya.
seulas senyum terbit dibibir indahnya.
memperlihatkan wajah Reyhan dari samping.
" tumben sudah pulang mas ......"
Rania keheranan, karena jam masih menunjukkan pukul empat sore, tapi suaminya sudah berdiri disampingnya.
" aku merindukanmu sayang....."
Rania hanya menggeleng, tak urung mukanya berubah menjadi merah , malu sekaligus bahagia mendengar ucapan suaminya.
__ADS_1
" jangan pegang ayahku ......."
Risya berteriak, kaki kecilnya berlari menghampiri kedua orang tuanya.
sekuat mungkin menarik Bundanya agar tidak mendekat dengan ayahnya.
Rania terbelalak heran, bocah satu ini pasti tidak suka bila dirinya dekat dengan suaminya sendiri, bocah itu pasti mencari cara agar Reyhan selalu denganya.
Memang sendari bayi Rania tidak dekat dengan anaknya sendiri, bukannya mencari cara agar bisa mendekat , justru Rania tidak mempermasalahkannya.
Rania lebih fokus pada kuliah.
alhasil Rania dan Risya seperti kucing dan tikus, tiap bertemu pasti ribut, tak ada yang mau mengalah, terutama masalah memperebutkan Reyhan.
" bunda ngapain deket-deket ayahnya Risya....."
Mata Risya melotot pada Rania, menunjukkan ketidak sukaanya pada Rania bila terlalu dekat dengan Reyhan.
" bunda sono jauh-jauh , cari ayah sendiri sana, jangan dekati ayahnya Risya"
Risya menarik tangan Reyhan masuk kedalam rumah, meninggalkan Rania yang terbengong akan ucapan putrinya barusan .
kenapa dia dilarang dekat dengan suaminya sendiri???? padahal bila tidak dekat Reyhan, tidak akan mungkin ada Risya , didunia ini
dan apa tadi dia bilang???? cari ayah baru lagi??? haaaaaa ...... cari suami lagi begitu???
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
Hari ini , hari dimana Rania harus menyelesaikan skripsinya, sendari tadi dia sudah tegang,
jantungnya dag Dig dug tak karuan.
harapannya semoga dia berhasil lulus dengan nilai yang lumayan.
ketegangan pun terjadi , didalam ruangan diberi beberapa pertanyaan para dosen,
untungnya dia berhasil menjawab dengan baik dan sempurna jadi dia tidak mendapat kesulitan sedikitpun.
Rania bernafas lega , kala tahu ia sudah lolos.
berjalan mengusap dada tanda syukur yang ia panjatkan . beberapa sahabatnya ikut bertanya tentang pengalamannya tadi dalam ruangan.
" bagaimana berhasil.. ... ????"
pertanyaan Sendo , menghentikan obrolan Rania dengan sahabatnya,
Rania mengulas senyum, dan mengangguk mantap, sebagai jawabannya .
Sendo pria lajang , pindahan dari Mexico, mempunyai paras menarik, banyak gadis yang mengejar-ngejarnya.
__ADS_1
tapi tak satupun ia anggap, hanya Rania lah gadis yang menurut Sendo cuek dan terkesan tak peduli padanya.
Hal itulah yang membuat Sendo penasaran , dikerjarnya Rania setiap hari, harapannya satu, Rania bisa menjadi miliknya.
meski berulang kali mendapat penolakan dari Rania , pria itu tak menyerah sama sekali.
bahkan semakin gencar untuk bisa mendapatkan hati Rania.
" sayang...... sudah selesai........?????"
kini pandangan mereka tertuju pada suara Reyhan , Rania kaget, tumben sekali suaminya sampai menghampiri dia sampai sini, biasanya dia hanya menunggu didalam mobil
seringnya Rania yang menunggu kedatangan suaminya untuk menjemput.
melihat ekspresi Rania pada pria yang baru saja datang, Sendo bertanya-tanya, siapakah pria ini????
tanpa sungkan Sendo mencekal tangan Reyhan yang merangkul pundak Rania, ingin mengajak pergi.
Tentu saja Reyhan kaget, ditatapnya wajah istrinya , seperti meminta penjelasan, siapa pria didepannya ini????
Mengerti akan maksud tatapan Reyhan, Sendo mengulurkan tangannya agar dijabat oleh Reyhan.
" perkenalkan saya sendo, kekasih Rania"
ucapnya dengan bangga.
Reyhan menyipitkan matanya, menatap Rania , mendengar ucapan yang terlontar dari mulut pria didepannya.
apa-apaan ini, ada pria yang mengaku kekasih istrinya???? apa pria ini tidak tahu kalau orang yang disebut kekasihnya sudah mempunyai suami dan anak????
Rania salah tingkah. kaget juga mendengar ucapan Sendo Barusa.
" Sendo , perkenalkan ini mas Rey , suami aku"
" mas Rey ini Sendo, temanku"
sendo nampak kaget mendengar ucapan Rania, memang Rania berulang kali bilang padanya kalau dirinya sudah mempunyai suami dan anak
tapi Ia pikir Rania hanya berbohong agar Ia tak mengejar-ngejar Rania lagi.
justru malah membuat Sendo semakin tertarik untuk semakin mengejang Rania.
kini ia mengetahui kenyataan , rupanya Rania tidak berbohong, ia semakin yakin tatkala melihat orang yang mengaku suami Rania merangkul pundak Rania dengan posesif seakan menunjukkan bahwa Rania hanya miliknya
Sendo hanya bisa menatap punggung kedua sejoli tersebut menjauh tanpa bisa berbuat apapun.
orang yang ia cintai sudah menjadi milik orang lain
🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️🕉️
__ADS_1