
Rania menatap sebal pada makanan yang sudah ia pesan tadi. semua makanan itu Hanya ditusuk-tusuknya dengan garpu tanpa berniat memakannya.
padahal tepat ini cukup romantis, Restoran outdoor, dilantai dua berhias bintang malam dan segala kerlap-kerlip lampu warna-warni mempercantik suasana.
lilin dan bunga mawar menghiasi meja tempatnya makan , ditambah alunan musik romantis, membuat syahdu menciptakan momen indah yang sulit terlupakan.
khayalannya tadi dirumah akan menjadi momen terindah , mempererat hubungan pernikahan mereka.
tapi apa sekarang?????
khayalan tak menjadi kenyataan.
Rania duduk seorang diri, tak jauh darinya duduk pasangan sejoli tak tahu diri.
Reyhan dan Rosellyn, sedang Makan romantis berdua, Rania hanya menjadi obat nyamuk.
menunggu , dan menonton kemesraan mereka, kalau tahu bakal seperti ini mending tadi dia lebih memilih tidur dirumah.
atau tenggelam dalam akun Facebook nya.
Rania terus menghentak-hentakan kakinya , berharap suaminya sadar, tapi lihatlah suaminya tak memperdulikan nya. masih asyik bermesraan dengan sang kekasih didepan matanya.
Tak kuat Rania lebih memilih pergi, sendari tadi air matanya memaksa untuk keluar.
Dihalaman restoran lah langkah nya terhenti
duduk seorang diri. dipinggiran pot Bunga , seperti gembel yang mengharapkan belas kasih dari orang lain.
Sebetulnya dia bisa saja pulang, dia sekarang punya uang untuk ongkos kemanapun ia pergi, Tapi karena air matanya yang membuatnya tetap bertahan .
tak mungkin juga dia pulang dalam keadaan mata sembam dan penampilan acak-acakan.
" kamu Rania kan......????"
suara milik seorang lelaki membuat Rania mendongak menatap orang yang berdiri didepan matanya.
" hahahaha . ..... lihat lah bebs. ... dia seperti gelandang....... syukurlah dulu kau putus darinya"
wanita berpakaian seksi disamping lelaki itu ikut menimpali.
__ADS_1
Rania semakin tak suka mendengar dua orang yang dahulu pernah dekat dengan nya.
Tomi dan Medy sahabat yang dahulu selalu bersama nya, menghabiskan waktu dan Uang Rania, dan sekarang mereka pergi menjauh setelah tahu Rania menjadi miskin tak punya uang banyak seperti dahulu.
Kenangan nya kembali berputar Dia bersyukur dulu tak sempat menyerahkan mahkota berharga nya kepada Tomi.
memang Rania dan Tomi pernah menjalin kasih, tentu saja atas paksaan Tomi dan Medy
karena pikirannya dulu, dia tak akan mungkin bersanding dengan Reyhan pujaan hatinya.
apalagi melihat keakraban antara kedua orang tua Tomi dan kedua orang tuanya.
" kita anak pengusaha RAN, lebih baik Kita menjalin hubungan dari sekarang.
pasti kita nanti bakal dijodohkan , dan tak akan bisa menolak"
kata-kata itulah yang selalu Tomi ucapkan agar Rania bersedia untuk memainkan barang berharganya,
melakukan *r*l *ek* pelepasan.
Mau tak mau Rania selalu menuruti semua keinginan Tomi, bila yang ia lihat tontonan *f agar Rania mahir dan jago dalam memuaskan pasangan.
Memang gila hubungan mereka, tak bermoral, Rania terlalu polos, dan lugu untuk sekedar menolak hal yang tak manusiawi.
" sekarang atau besok pasti kita melakukan nya bukan?????"
Rupanya Allah masih menyayanginya. disaat Rania terpuruk. atas kepergian kedua orang tuanya. Rania mengetahui fakta. melihat langsung didepan matanya Tomi dan Medy berhubungan intim.
sakit perih sahabat yang dianggap nya tulus Rupanya ada maksud tersendiri.
mereka hanya menyukai harta dan memanfaatkan Rania saja.
" kamu sekarang jadi simpanan om om ya Ran???? dan tadi habis dilabrak istrinya jadi Lo sekarang nangis disini, agar ada orang iba dan bisa kau jadikan kekasihmu selanjutnya"
Rania tak bisa membantah akan apa yang diucapkan Tomi, hatinya terlalu sakit meratapi nasib hidupnya.
" lo nggak lihat seminggu yang lalu, dilestoran ******, bukan kah wanita yang menangis dikata-katain pelakor dia kan????
Tangis Rania makin pecah, kenangan itu sudah ia coba untuk lupakan, tapi kenapa Medy malah mengingatkanya.
__ADS_1
dan sekarang hal itu terulang kembali.
" hehehehe..... Malang sekali nasibmu RAN...."
Medy tertawa mengejek, bertepuk tangan bahagia melihat Rania menderita.
" sayang...... rupanya kamu disini..... aku mencari mu dari tadi, Akukan sudah bilang, tunggu aku didalam, aku akan ke toilet sebetar. aku nggak akan tega ninggalin kamu aku sudah sayang sama kamu,"
Medy dan Tomi membelalak kaget, melihat seorang Reyhan Alvaro, lelaki yang dahulu diidolakan Rania , datang mendekat , memeluknya posesif, . sembari mencium pelipis Rania.
seperti tak percaya akan apa yang dilihat didepan matanya.
" oh ini temanmu sayang....."
Reyhan menatap Tomi dan Medy bergantian.
disodorkan telapak tangannya kepada kedua manusia yang masih kaget dan tak percaya.
" perkenalkan saya Reyhan Alvaro, suami dari Rania Qodrun nada"
Reyhan tersenyum, menunjukkan cincin yang tersemat di jari mereka.
" saya Tomi dan ini Medy, kalau begitu kami permisi dulu"
Ucapnya melangkah pergi, masuk ke dalam mobil yang terparkir tak jauh darinya ,
Reyhan tertawa puas melihat keduanya pergi.
Rania masih menangis, didorongnya tubuh Reyhan disampingnya.
dilangkahkan kakinya pergi menjauh, sesekali punggung tangannya mengusap kasar air mata yang sendari tadi jatuh membasahi pipi.
pandangannya kabur penuh air mata, hingga membuat penglihatan nya sedikit terganggu. ditambah pikiran kacau.
Tanpa Rania sadari ada mobil dari didepan yang melaju kencang kearah Rania.
" tiiiiiinnnnnn.............!!!!!!!!!
" Ra.......niiiiiiiiiiaaaaaaaaaaa........!!!!!!!!!"
__ADS_1
" aaaaaaaaaaaaaa.............!!!!!!!!!"
" Braaaaaaaaasakkkkkkk........!!!!!!